
Riko pun langsung menelepon Gigih untuk memastikan kejadian yang menimpa Rukman kemarin. Dan ternyata Gigih membenarkan bahwa setelah makan siang kemarin Rukman akan meeting dengan perusahan RivalSway di cafe Ritmik, Rukman hanya sendiri karena Gigih harus segera menyelesaikan pekerjaannya dan juga meeting di waktu yang sama dengan client lain.
Gigih juga bercerita orang yang menabrak Rukman adalah orang suruhan dari Rivaldi. Rukman belum mengetahuinya karena Gigih masih mencari tahu dan juga menahan orang yang menabrak Rukman di dalam penjara.
"Ko lu tau kan apa yang harus lu lakuin?" tanya Reza serius pada Riko.
"Gue tau Za, gue permisi," jawab Riko mengangguk kemudian pergi dari ruangan Reza menuju ke ruangan bu Nadin.
Riko melihat ruangan bu Nadin tidak tertutup rapat dengan perlahan ia masuk kedalam sambil mengendap-ngendap. Bu Nadin tidak ada disana, yang ada hanya Vania yang tengah sibuk di depan komputer bu Nadin. Beruntung posisi duduk Vania membelakangi pintu masuk ruangan, Riko jadi dengan mudah melihat apa yang tengah dikerjakan Vania.
Mata Riko langsung membelalak.
"Vania! apaa yang sudah kamu lakukan?" teriak Riko dan Vania tersentak kaget mendengar teriakan Riko yang sedang naik pitam.
"Sa-saya .." Vania menggantungkan kata-katanya karena begitu panik dengan apa yang telah ia lakukan.
"Dimana bu Nadin?" tanya Riko geram.
"Bu-bu Nadin sedang meeting pak," jawab Vania gugup.
Vania tengah merombak semua data para pegawai di kantor Reza dengan data-data palsu yang telah ia buat sebelumnya. Beruntung baru beberapa data yang dimasukkannya ke dalam sistem. Bu Nadon orangnya pelupa jadi dia selalu mencatat apapun yang penting-penting di sebuah buku dan buku tersebut di temukan oleh Vania. Alhasil Vania mengetahui password sistem HRD tersebut.
Riko menarik dengan paksa Vania untuk ikut dengannya menghadap kepada Reza. Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, Reza adalah CEO yang baik hati berwajah dingin dan jutek namun saat ia sudah merasa dikecewakan dan dikhianati ia pun tidak pandang bulu untuk memberi pelajaran kepada pelakunya.
__ADS_1
Flashback on
Disebuah rumah mewah tempat Vania Glandine tinggal bersama kedua orang tuanya. Vania memiliki sifat bar bar dan selalu tidak pernah tertib akan aturan. Kedua orang tuanya sibuk dengan bekerja di perusahaan masing-masing dan memberikan Vania peraturan yang super ketat.
Hingga suatu hari, Vania mendengar pertengkaran kedua orang tuanya. Karena tubuh terasa sangat lelah karena seharian bekerja namun Rivaldi, ayah Vania menyuruh Devi, bunda Vania dengan membentaknya. Devi pun tak terima, Devi malah melontarkan kata perceraian dari mulutnya. Dan langsung di tanggapi oleh Rivaldi.
3 bulan kemudian kedua orang tua Vania resmi bercerai, awalnya Vania ikut tinggal bersama bundanya namun hari-hari Vania sama saja bahkan ia tidak diperdulikan sama sekali. Dan lebih kepada hanya sekedar pajangan dalam hidup bundanya. Lalu tanpa di sengaja Vania menemukan sebuah buku diary milik Devi dikamarnya.
Lembar demi lembar Vania baca hingga di satu halaman Vania menemuka sebuah foto Devi bersama seorang laki-laki yang menurutnya tak asing, ia mencoba mengingatnya ternyata laki-laki itu adalah Rukman. Foto itu seperti foto saat Devi kuliah dulu. Dibelakang foto itu tertulis rasa kecewa Devi pada Rukman yang meninggalkannya demi Rachima. Vania pun terbawa perasaan dan jadi ikut membenci Rachima, mamahnya Agistha.
Keesokan harinya Vania pergi ke rumah Rivaldi, namun kebetulan Rivaldi sedang tidak ada dirumahnya. Vania pun bebas beraktifitas di dalam rumah Rivaldi. Vania memberanikan diri masuk ke dalam kamar Rivaldi karena rasa penasarannya yang sangat tinggi.
Lagi-lagi Vania melihat sebuah bingkai foto Devi, Rukman, Rivaldi dan Rachima dalam foto itu mereka semua tampak bahagia. Dan di bingkai lain terdapat foto Rivaldi dengan Rachima, saat Vania mengangkat bingkai foto tersebut jatuhlah sebuah lembaran kertas.
Vania pun mengambilnya dan membacanya.
Rachima
Vania pun berpikir sejenak. Ia mulai menyusun puzzle yang telah ia dapatkan beberapa hari ini.
"Jadi ayah sama bunda dulunya bersahabat dengan kedua orang tua kak Agistha. Ayah mencintai ibunya kak Agistha dan bunda mencintai ayahnya kak Agistha. Sungguh rumit kisah cinta kalian, lalu kenapa ayah dan bunda bisa menikah dulu ya, jadi makin penasaran," kata Vania bermonolog.
Lalu pelayan di rumah Rivaldi masuk ke dalam kamar Rivaldi karena akan membersihkan kamar mandi.
__ADS_1
"Eh ada non Vania," tanya bi Puah.
"Bi, bibi tau gak kenapa dulu ayah sama bunda menikah?" tanya Vania to the point karena setahu Vania bi Puah sudah bekerja dengan Rivaldi sejak Rivaldi belum menikah.
"Memangnya ada apa non?" tanya bi Puah ragu-ragu.
"Aku hanya ingin tahu saja , ceritain dong bi kali saja bisa menginspirasi aku," jawab Vania santai.
Bi Puah terlihat berpikir ada rasa ragu untuk menceritakannya pada Vania namun disisi lain Vania berhak tau.
"Jadi dulu bibi liat ayah sama bunda non sebelum nikah pulang ke rumah ini dalam keadaan mabuk keduanya saling memanggil nama orang yang berbeda, karena bibi tidak bisa berbuat apa-apa dan bibi hanya terdiam. Ayah sama bunda masuk kedalam kamar ayah dan bibi tidak tau lagi apa yang telah terjadi. Namun 1 bulan kemudian bunda non datang kemari meminta pertanggung jawaban sama ayah non dan akhirnya mereka menikah," jawab bi Puah panjang lebar membuat Vania mengerti sekarang.
"Fix berarti bunda dulu hamil aku duluan sebelum menikah, yaampun apa aku termasuk anak haram?" tanya Vania dalam hatinya, tubuhnya terasa lemas seketika.
3 bulan kemudian Vania memilih tinggal bersama Rivaldi, namun naas perusahaan Rivaldi berada diambang kebangkrutan. Dan disaat yang sama perusahaan Rukman sedang berada di posisi paling atas. Rivaldi pun geram dan memanfaatkan Vania sebagai alat.
Vania pun dimasukkan ke sekolah milik Navanka Corp. , ia disuruh memata-matai Agistha hingga akhirnya dirinya tahu kalau Agistha adalah tunangan Reza yaitu pemilik Andara Corp. yang sama kuatnya dengan perusahan Rukman.
Hingga Vania naik ke kelas 2 SMK Rivaldi bekerja sama dengan pak Johan untuk menempatkan magang Vania di perusahaan milik Reza dan saat itu juga ia membuat rencana untuk mencelakai Rukman dengan berpura-pura meminta kerjasama dengan perusahaan Rukman.
Flashback off
Vania baru saja selesai menceritakan semuanya pada Reza, dirinya begitu ketakutan saat Reza menatap tajam dirinya. Amarah Reza sungguh tidak bisa di kendalikan.
__ADS_1
"Ko, suruh Johan ke perusahaan saya sekarang!" perintah Reza dengan mata yang sudah memerah dan Riko pun mengangguk.
Bersambung..