
Kini Reza sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Yusti pamit kepada Reza dan Agistha untuk keluar setelah mendapat telepon dari Vino dan meminta Agistha yang menemani Reza.
Agistha duduk di sofa sambil sesekali memperhatikan Reza sedangkan Reza yang merasa di perhatikan oleh Agistha langsung salah tingkah. Reza merasa tak nyaman dengan posisi tidurnya membuat Agistha mendekat ke ranjang Reza.
"Mas kenapa? perlu aku bantu?" tanya Agistha lembut.
"Ti-tidak apa-apa Agis," jawab Reza gugup malah kelepasan menyebut nama Agistha, membuat Agistha mencondongkan tubuhnya mendekat ke Reza dengan sorot mata menyelidik.
"Apa mas sudah ingat semuanya?" tanya Agistha menatap Reza.
Reza pun langsung sadar, karena ia tak ingin terlalu lama menatap Agistha bisa-bisa ia jadi terbawa suasana karena posisi wajah Agistha hanya beberapa centi dari wajah Reza.
Reza bingung harus jawab apa, karena tubuhnya juga masih terasa lemah. Dan akhirnya ia pun tak kuat berlama-lama membohongi Agistha.
"Maafin aku Agis maafin aku," jawab Reza lirih sambil menatap lekat puppy eyes milik Agistha.
"Maaf untuk apa mas?" tanya Agistha lembut yang belum sadar kalau Reza membohonginya sejak tadi.
"Maafin aku, sebenarnya.." perkataan Reza harus terpotong karena dokter masuk ke ruangan Reza untuk memeriksakan kondisi Reza.
"Pak Reza, sepertinya sudah lebih sehat daripada tadi waktu pertama kali sadar," ucap dokter kapa Reza.
"Iya dok, alhamdulillah," jawab Reza.
__ADS_1
"Pasti karena wanita cantik disamping pak Reza ini ya?" goda dokter tersebut membuat Reza salah tingkah.
"Nona bisa menunggu di luar? karena saya akan memeriksakan kondisi pak Reza saat ini," ucap dokter pada Agistha
"Baik dok," kata Agistha dan langsung keluar kamar Reza.
Agistha duduk di sofa ruang tamu yang masih jadi satu ruangan dengan kamar rawat inap Reza. Karena Yusti sengaja memberikan kamar VVIP supaya tamu bisa nyaman saat menjenguk Reza.
"Pak Reza ada apa? kenapa anda begitu tampak gelisah?" tanya dokter yang baru saja akan memeriksakan kondisi Reza.
"Saya tadi kelepasan menyebut namanya, rasanya saya tidak bisa berlama-lama membohonginya dok," jawab Reza yang ternyata Agistha masih mendengarkan percakapan Reza dan dokter tersebut.
Mata Agistha langsung membulat sempurna rasanya ia ingin memukul Reza karena telah membohonginya. Untungnya masih ada rasa belas kasihan di hati Agistha mengingat tubuh Reza masih lemah.
"Wah bakal terjadi perang dunia ketiga nih," gumam sang dokter saat setelah keluar dari kamar rawat Reza seraya menutup pintunya dan suster yang bersamanya pun hanya bisa terkekeh.
Agistha menghampiri Reza yang masih terbaring sambil menonton tv. Reza melihat wajah Agistha sangat dingin. Bahkan Agistha fokus pada layar ponselnya.
"Agis," ucap Reza memecah keheningan.
"Hem," kata Agistha namun matanya tidak beralih dari layar ponsel miliknya.
"Agis," ucap Reza lagi.
__ADS_1
"Hem," jawab Agistha masih dingin.
"Agis maafin aku ya, aku gak bermaksud bohongin kamu. Sekarang aku makin yakin untuk menikah denganmu," kata Reza lirih sambil meremas-remas selimutnya.
Sebenarnya Agistha sangat senang Reza berkata demikian. Namun otak usil Agistha mulai bekerja saat ini untuk mengerjai balik Reza.
Agistha hanya terdiam seolah tidak menanggapi perkataan Reza. Tak lama Yusti pun masuk ke kamar Reza.
"Agis bagaimana Reza apa sudah ada kabar baik?" tanya Yusti pada Agistha sedangkan Agistha yang geram dengan tingkah Reza hanya menanggapinya dengan santai.
"Hem, mamih tanya aja sama anak kesayangan mamih ya, Agis laper mau ke kantin dulu ya mih," kata Agistha yang pamit karena untuk menghindari Reza.
"Za, Agis kenapa tumben banget dia ngambek gitu?" tanya Yusti dingin membuat Reza ketar ketir.
"Maaf mih, sebenernya Reza gak hilang ingatan, Reza hanya pura-pura aja hilang ingatan, pengen tau perasaan Agis ke Reza. Eh Reza kelepasan nyebut nama dia terus dia marah sama Reza kayaknya dia denger percakapan Reza sama dokter tadi mih," jawab Reza membuat mata Yusti terbuka lebar.
PUK!
Yusti memukul bahu Reza pelan, "dasar anak nakal! kamu gak tau apa! dari awal kamu kecelakaan terus koma. Agis udah seperti kehilangan jiwanya. Eh pas kamu udah sadar kamu malah ngerjain dia! minta maaf sana sama Agis!" kata Yusti sambil melipatkan kedua tangannya di dadanya.
"Iya mih," jawab Reza lirih.
Bersambung..
__ADS_1
Jangan lupa jempolnya untuk Author, supaya Author semangat untuk Up nya. 😊