Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 73 : Family Time


__ADS_3

~Kediaman Navanka


Kania baru saja sampai rumah karena hampir seharian ia pergi dengan Riko.


"Assalamualaikum," ucap Riko dan Kania bersamaan.


"Waalaikumsalam," jawab Rachima dan Yusti.


"Loh ada acara apa ini mah, tan?" tanya Kania karena Rachima dan Yusti tengah menyiapkan bahan untuk barbeque.


"Malam ini kita akan barbeque untuk pengantin baru," jawab Yusti sambil bertepuk tangan.


Kamar Agistha


Pengantin baru yang dinyatakan sah beberapa jam yang lalu masih tertidur dengan nyenyaknya setelah sholat dzuhur tadi. Agistha pun terbangun merasakan ada yang berat melingkar di pinggangnya.


"Astaghfirullah," pekik Agistha saat berbalik ternyata wahah Reza yang sangat dekat dan masih memakai lengkap baju koko dan juga sarungnya.


Reza pun ikut terbangun karena suara Agistha yang terdengar nyaring.


"Ada apa sayang?" tanya Reza membuat Agistha tersipu malu.


"Maaf mas aku lupa kalau kita sudah menikah," jawab Agistha sambil menunjukkan barisan gigi putih dan rapihnya


"Iya sayang, tidak apa-apa. Sudah jam berapa ini ya?" jawab Reza kemudian bertanya pada Agistha.


"Jam 6 mas! yaampun kita gak sholat ashar," pekik Agistha terkejut karena tidur terlalu nyenyak sehingga melewatkan waktu sholat ashar dan sekarang sudah masuk waktu maghrib.


"Sudah maghrib ya, ayok kita mandi dulu," ajak Reza membuat Agistha terdiam.


"Kenapa sayang?" tanya Reza lembut sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Agistha.


Karena terlalu dekat membuat detak jantung Agistha berdegub dengan cepat.


"Biar aku siapkan air untuk mas mandi ya," ucap Agistha langsung bangun tadi tempat tidur dan berlari kecil ke kamar mandi.


Reza melihat Agistha yang salah tingkah, hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


"Menggemaskan sekali, bisa-bisa aku tidak akan kuat menunggu hingga Agis lulus sekolah," ucap Reza dalam hatinya.


Beberapa saat kemudian, Agistha pun keluar dari kamar mandi.


"Mas airnya sudah siap," kata Agistha tersenyum, dan otak licik Reza pun mulai bekerja.


"Iya sayang," jawab Reza sambil turun dari tempat tidur dan menghampiri Agistha.


Reza berjalan mendekat pada Agistha membuat Agistha berjalan mundur ke belakang. Reza pun tersenyum smirk saat Agistha tidak bisa bergerak mundur ke kebelakang lagi.


"Apa kita akan mandi bersama?" tanya Reza dengan tatapan menghipnotis Agistha. Reza pun memajukan wajahnya sehingga hanya berjarak beberapa senti saja dengan wajah Agistha.


Detak jantung Agistha pun sampai terdengar di telinga Reza. Agistha sebisa mungkin mengatur nafasnya.


"Mas nanti airnya keburu dingin," kata Agistha sambil menundukkan wajahnya.


Reza pun tertawa melihat pipi Agistha yang sudah merah merona.


"Ih mas nyebelin, bikin jantung aku serasa mau copot aja," kata Agistha sambil memukul dada Reza yang bidang. Reza pun langsung memeluk Agistha dan Agistha pun membalas pelukan Reza.


Mereka sama-sama merasa nyaman, saling merasakan detak jantung mereka masing-masing. Inikah yang dinamakan cinta? pikir mereka.


"Mas aku akan menyiapkan bajumu, lebih baik mas mandi ya," kata Agistha dan mereka pun saling melepaskan pelukannya.


"Iya nanti kita sholat berjamaah lagi ya," ucap Reza dan Agistha pun mengangguk kemudian keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


Agistha merapihkan tempat tidurnya dan juga kamarnya. Tak lupa ia pun menggelar sajadah untuknya dan Reza sholat. Tak lama Reza pun keluar dari kamar mandi dan langsung menuju ruang ganti sebelum Agistha melihatnya. Sementara Agistha melihat pintu kamar mandi terbuka, ia pun langsung masuk ke dalam dan mandi.


15 menit kemudian, Agistha sudah selesai mandi dan juga berganti pakaian. Reza telah menunggunya yang sudah memakai baju koko, sarung serta pecinya. Sungguh rumah tangga baru yang sangat indah.


Setelah selesai sholat berjamaah, mereka pun keluar kamar menuju ruang makan. Sesampainya di ruang makan ternyata sepi. Bi Niah yang berada di dapur pun dihampiri oleh Agistha, sementara Reza duduk di kursi.


"Bi, orang-orang pada kemana?" tanya Agistha pada bi Niah.


"Eh ya Allah, non ngagetin bibi aja. Semuanya lagi pada sholat di mushola belakang rumah non, dan untuk makan malam kata nyonya di halaman belakang rumah," jawab bi Niah dan Agistha pun mengangguk.


"Bi Niah udah sholat maghrib?" tanya Agistha memastikan.


"Alhamdulillah sudah non," jawab bi Niah.


"Yasudah aku langsung ke belakang aja ya bi kalau begitu," ucap Agistha dan bi Niah pun mengangguk.


"Mas ayok kita ke taman belakang," ajak Agistha mengulurkan tangannya pada Reza dan Reza pun mengangguk kemudian menyambut uluran tangan Agistha.


Mereka berjalan berpegangan tangan, benar-benar pasangan yang sangat romantis. Sesampai di halaman belakang keduanya begitu takjub karena Rachima dan Yusti mendekorasi semeriah mungkin.


"Apa acara pernikahan kita belum selesai sayang?" tanya Reza pada Agistha.


"Entah mas, dekorasinya bagus banget yah," jawab Agistha.


"Eh pengantin baru sampai baru keluar dari kamar nih," ledek Yusti.


"Mamih masih disini? kirain Reza udah pulang," kata Reza pada Yusti.


"Iya dong kita mau family time, ayok sini duduk. Pengantin baru duduk manis aja ya ," ajak Yusti dan mengajak Reza dan Agistha duduk di kursi yang sudah disiapkan membuat Reza dan Agistha saling bertukar pandang menatap heran.


Dari ambang pintu, Riko yang baru saja sampai langsung menghampiri Reza.


"Hai Za, Gis," sapa Riko pada Reza dan Agistha.


"Ko lu kok ikutan sih," ledek Reza.


"Kania mana ya," kata Riko sambil mencari-cari keberadaan Kania.


"Nah itu dia, gue kesana dulu ya. Gimana Za mantep gak?" pamit Riko pada Reza dan juga Agistha kemudian berbisik pada Reza.


Reza pun langsung memukul lengan Riko lumayan keras.


"Santai bro! gila sakit juga," pekik Riko sambil meringis memegangi lengannya yang habis kena pukulan Reza.


Namun Reza pun hanya bersikap santai sementara Riko langsung menghampiri Kania.


"Mas, apa mas ingin sesuatu?" tanya Agistha pada Reza membuat pikiran Reza ambigu setelah mendapat bisikan dari Riko.


"Sesuatu? maksud kamu?" tanya Reza memastikan.


"Iya, mau makan atau minum?" jawab Agistha kemudian bertanya pada Reza.


"Oh aku kira..." jawab Reza menggantungkan kata-katanya membuat Agistha menaikkan sebelah alisnya.


"Oh itu, hehe.. aku laper banget nih sayang, aku ambilin sekalian buat kamu ya," kata Reza namun di cegah oleh Agistha.


"Mas, biar aku saja ya," kata Agistha lembut.


"Hemm.. gimana kalau kita berdua saja yuk," usul Reza dan Agistha pun mengangguk.


Tangan Reza terus menggenggam erat tangan Agistha.


"Lepas dulu kali itu tangan udah kayak teuk gandeng aja," ledek Vino terkekeh dan baru saja keluar dari mushola bersama Rukman.

__ADS_1


"Biarin kenapa pih kan pengantin baru," kata Reza santai.


"Kalau kalian terus gandengan, bagaimana kalian mengambil makanannya?" tanya Rukman terkekeh melihat tingkah pengantin baru itu.


Mereka pun menikmati barbeque malam ini terasa begitu hangat dengan cuaca malam yang cerah menambah dua keluarga itu merasa bahagia.


Setelah Reza dan Agistha menghabiskan makanannya, Reza berpikir untuk bernyanyi bersama Agistha.


"Sayang, kita nyanyi yuk tuh ada gitar sama microfon," ajak Reza berbisik pada Agistha dan Agistha pun mengangguk.


"Selamat malam semuanya, silahkan nikmati malam yang indah dengan penuh kasih sayang, kami berdua akan menghibur kalian semua," ucap Reza dan semuanya pun bertepuk tangan.


🎶Reza :


Dia indah meretas gundah


Dia yang selama ini ku nanti


Membawa sejuk memanja rasa


Dia yang selalu ada untukku


🎶Agistha :


Di dekatnya aku lebih tenang


Bersamanya jalan lebih terang


🎶Reza & Agistha :


Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku


Berdua kita hadapi dunia


Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju


Bersama arungi derasnya waktu


Kau milikku ku milikmu


Kau milikku ku milikmu


🎶Reza :


Bila di depan nanti


Banyak cobaan untuk kisah cinta kita


🎶Agistha :


Jangan cepat menyerah


Kau punya aku ku punya kamu selamanya kan begitu


🎶Reza & Agistha :


Kau milikku ku milikmu


Kau jiwa yang selalu aku puja


(Tulus-TemanHidup)


"Terima kasih," ucap Reza dan Agistha bersamaan.

__ADS_1


Semua yang berada disana pun bertepuk tangan terlebih Yusti dan Rachima menitikkan air matanya karena terharu bahagia.


Bersambung..


__ADS_2