
Selesai makan siang bersama, masih di Restoran Sunda.
"Za, langsung anterin pulang loh jangan pergi-pergi!" kata Yusti tegas sementara Reza hanya menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Tante mang Ujang bagaimana? kan dia nunggu di butik?" tanya Kania karena ingat mang Ujang masih menunggu di butik milik Yusti.
"Oh iya ya tante hampir lupa, yasudah lebih baik sekarang ke butik sama-sama ya," ajak Yusti sambil menepuk kening, kemudian ia duduk di kursi kemudi karena Reza masih belum diperbolehkan mengendarai mobilnya sendiri.
~Butik Yusti
Mereka pun turun dari mobil, lalu Yusti pun menghampiri mang Ujang yang sedang menikmati kopinya didepan butik miliknya.
"Mang minta tolong sekalian antarkan Reza ke rumah ya," kata Yusti dan mang Ujang pun menangguk.
"Za, kamu pulang sama mang Ujang saja. Gak boleh pergi-pergi dan diam dirumah. Mulai detik ini kalian dipingit!" tegas Yusti pada Reza dan Agistha. Keduanya pun saling bertukar pandang.
"Iya mih, emangnya kenapa sih masa gak boleh pergi-pergi?" tanya Reza ngeyel.
"Kamu gak inget kejadian minggu lalu? 3 hari lagi mau nikah malah kecelakaan, sekarang gak boleh membantah. Kamu langsung pulang begitu juga dengan Agistha," kata Yusti dan Reza pun hanya pasrah sementara Agistha hanya terkekeh dalam hatinya melihat ekspresi calon suaminya itu.
"Tante, Kania mau disini saja ya menemani tante di butik. Boleh kan?" tanya Kania sambil menaik turunkan kedua alisnya.
__ADS_1
"Iya tidak apa-apa nanti kamu pulang sama tante ya, lagian tante bosen gak ada temen, pegawai tante semuanya pada sibuk," jawab Yusti tersenyum dan Kania senang bukan main.
Akhirnya Reza dan Agistha pulang diantar oleh mang Ujang.
~Kediaman Andara
"Mang Ujang makasih ya," ucap Reza pada mang Ujang saat mobil yang d kendarai mang Ujang sudah sampai di depan kediaman Reza.
"Agis, hati-hati dijalan ya, sampai bertemu besok calon istriku," ucap Reza pada Agistha dan Agistha pun megangguk sambil tersenyum.
Kemudian Reza pun turun dari mobil dan melambaikan tangan pada Agistha.
~Kediaman Navanka
"Assalamualaikum mah," ucap Agistha saat memasuki rumahnya.
"Waalaikumsalam," jawab Rachima dari arah dapur menghampiri Agistha.
"Eh anak mamah udah pulang. Kok gak sama Kania ? " kata Rachima kemudian bertanya pada Agistha.
"Iya mah tadi katanya Kania mau nemenin mamih di butik dan pulangnya nanti dianter sama mamih," jawab Agistha.
__ADS_1
"Yasudah lebih baik kamu masuk ke kamar, mandi dan sholat. Kalau sudah selesai turun ke kamar tamu ya," kata Rachima.
"Ke kamar tamu ngapain mah?" tanya Agistha bingung.
"Mamah udah panggil jasa massage pengantin yang bisa panggil kerumah biar kamu gak repot-repot pergi ke salon," jawab Rachima santai.
"MasyaAllah mamah emang perhatian banget deh, pas banget badan Agis lagi pengen massage ini, yasudah Agis ke kamar dulu ya mah," kata Agistha memeluk Rachima begitu erat dan mencium pipi mamahnya kemudian melepaskan pelukannya dan berlari ke kamarnya.
Rachima melihat tingkah Agistha hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
1 jam kemudian, Agistha sudah berganti baju memakai pakaian rumahannya. Ia pun turun dari kamar dan menuju kamar tamu.
Benar saja disana sudah ada 2 orang wanita dari tempat massage ternama di kotanya.
"Sore, nona silahkan memakai kimono ini ya terlebih dahulu ya," ucap salah satu wanita itu.
"Sore mbak, baiklah saya ke toilet dulu ya," kata Agistha kemudian mengambil kimono tersebut dan pergi ke toilet.
Beberapa saat kemudian Agistha pun keluar dari toilet.
"Silahkan nona, kalau pijatannya dirasa terlalu kencang bilang saja ya nona," ucap salah satu wanita itu sambil mengarahkan Agistha ke tempat tidur yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
__ADS_1
Agistha pun melakukan perawatan dari mulai massage, lulur, ratus, uap, creambath serta manicure dan pedicure. Agistha tidak melakukan facial untuk wajahnya karena pernikahannya hanya berselang 1 hari, sedangkan untuk facial diharuskan minimal 1 minggu sebelum hari H acara.
Bersambung..