
~Kediaman Navanka
Sepulang dari makam, Agistha dan Kania langsung menuju kamarnya masing-masing untuk membersihkan diri begitupun dengan Rachima dan Rukman. Bi Niah sedang mempersiapkan makan malam untuk keluarga Navanka.
Kamar Agistha
Agistha sedang mengeluarkan buku-buku pelajarannya dari dalam tas sebelum ia mandi. Setelah selesai, Agistha pun mandi dan berganti pakaian.
Kamar Kania
Kania masih tidak percaya dan terkagum-kagum dengan sosok Riko. Hatinya begitu berbunga-bunga.
"Inikah rasanya bahagia dicintai oleh seseorang? rasanya aku tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata. Ya Allah terima kasih, Engkau telah memberiku orang-orang yang tulus sayang padaku setelah aku kehilangan orang yang paling aku sayangi. Ibu semoga ibu bahagia selalu disana, aku titip ibuku ya Allah," kata Kania dalam hatinya.
Kania pun mandi kemudian setelah itu berganti pakaian.
~Keluarga Andara
Malam ini Riko memutuskan untuk menginap di rumah Reza karena dipaksa oleh Reza sendiri. Mau tidak mau Riko harus menurutinya, karena bagaimana pun Reza adalah atasannya sendiri.
Riko pun masuk ke kamar tamu yang sudah dipersiapkan oleh bi Marni. Sedangkan Reza pergi ke ruang kerjanya terlebih dahulu bersama Vino.
Ruang Kerja
"Za, kamu setuju kalau pernikahanmu diadakan hari minggu ini?" tanya Vino.
"Iya pih, kalau menurut papih dan mamih terbaik kenapa enggak?" jawab Reza.
"Baiklah, tetap jaga kesehatanmu Za. Papih gak mau kalau persiapan sudah matang lalu gagal begitu saja seperti kemarin," ucap Vino datar.
"Insyaallah pih, kan kita hanya berencana selebihnya Allah yang menentukan," kata Reza lirih.
__ADS_1
"Astaghfirullah iya ya, haduh papih kok jadi begini sih," ucap Vino terkekeh.
"Yasudah lebih baik kamu mandi terus ba'da maghrib kita makan malam bersama," ucap Vino yang kemudian keluar dari ruang kerja.
Reza pun langsung menuju ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian.
🌱
Keesokan harinya...
~Mansion Mr.Snov
Pagi hari, pelayan di mansion besar itu mencium bau busuk di sekitar ruang pribadi Mr. Snov. Salah satu pelayan tersebut langsung memberitahukan kepada Eleandra yang berstatus istri sah Mr. Snov.
"Permisi nyonya, semua para pelayan di rumah ini mencium bau busuk menyengat di sekitar ruang pribadi tuan. Tapi kami tidak berani masuk kedalam," kata pelayan itu membuat Eleandra terkejut bukan main.
Eleandra baru ingat bahwa semalam setelah pergulatan mereka, Mr. Snov pamit ke ruang pribadinya karena ada suatu urusan yang harus ia selesaikan. Eleandra yang saat itu baru saja berganti pakaian langsung pergi ke ruangan Mr. Snov.
"Pelayan bantu saya mendobrak pintu ini!" teriak Eleandra panik memanggil para pelayan laki-laki.
Dengan sekuat tenaga mereka pun mendobrak pintu yang terbuat dari kayu jati asli serta memiliki kunci yang terbuat dari emas 24 karat tersebut. Setelah hampir setengah jam lamanya, tenaga Eleandra dan juga 4 orang pelayan laki-laki itu sudah hampir kehabisan tenaga. Namun Eleandra tidak pernah menyerah, ia menyuruh keempat pelayan itu mendobrak kembalu pintu tersebut.
Dan akhirnya pintu pun berhasil dibuka. Mata Eleandra membulat sangat sempurna begitupun dengan mulutnya yang lansung ditutupi oleh kedua telapak tangannya. Tubuhnya lemas seketika melihat suaminya meringkuk kaku dengan mata terbuka lebar serta telinga dan hidung mengeluarkan banyak darah.
Eleandra langsung menangis bersimpuh di hadapan jasad Mr. Snov. Eleandra memang sejak dulu dari pertama mereka menikah, Eleandra tidak pernah setuju Mr. Snov tidak melepas yang dipegang dari kakek buyutnya. Dan sekarang ia pun harus meregang nyawa karena ulahnya sendiri.
"Pelayan tolong panggilkan ambulance," kata Eleandra lirih dan salah satu pelayan pun langsung menelepon ambulance.
Kemudian salah satu kepala pelayan yang sangat dekat dengan Eleandra memberikan suatu informasi pada Eleandra terkait kematian Mr. Snov.
"Nyonya ada yang harus saya sampaikan," kata kepala pelayan tersebut.
__ADS_1
"Katakan saja Kim," jawab Eleandra yang masih memandang jasad suaminya.
"Saya baru mendapat informasi bahwa selama ini tuan Snov telah memiliki istri siri, dan sekarang istri siri nya mendekam dipenjara akibat ulah istri sirinya sebelum bersama tuan Snov. Dan juga tuan Snov telah hampir berhasil melakukan pembobolan sistem keamanan milik Navanka Corp. melalui orang dalam di perusahaan tersebut. Dan sekarang orang suruhan tuan Snov di Navanka Corp. telah dipecat secara terhormat dan dipenjara nyonya," kata Kim, kepala pelayan di mansion Mr. Snov panjang lebar.
Eleandra semakin tidak percaya kelakuan dengan suaminya yang selama ini dihadapannya selalu lembut dan juga tidak pernah arogan. Eleandra semakin malu sendiri setelah ia tau apa yang telah suaminya perbuat diluar sana.
Pernikahan Eleandra dan Mr. Snov belum dikaruniai seorang anak, namun mereka sama sekali tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Walaupun dari keluarga Mr. Snov, Eleandra selalu menjadi buah bibir mereka bahkan Eleandra selalu dikatakan mandul oleh mereka.
Beberapa saat kemudian ambulance pun datang untuk membawa jasad Mr. Snov. Sesampai dirumah sakit dokter menyarankan untuk melakukan proses otopsi yang dilakukan oleh dokter khusus forensik dari pihak kepolisian. Eleandra pun menyetujuinya.
Saat pemeriksaan berlangsung, Eleandra memberikan kabar kepada keluarga Mr. Snov yang berada di luar negeri dan juga keluarganya. Alih-alih Eleandra mendapat kasih sayang, ternyata perkiraannya salah. Eleandra malah dihujat habis-habisan terutama dengan ayah dari Mr. Snov. Eleandra semakin tertekan.
Beberapa jam kemudian keluarga Mr. Snov baru saja datang menggunakan pesawat pribadinya langsung menghampiri Eleandra dan menatap Eleandra dengan tatapan tajam.
"You're stupid! You sama sekali gak becus jadi istri! bisa-bisanya anak kami sampai meninggal seperti ini!" ucap ibu Mr. Snov sambil memukuli lengan Eleandra. Sementara Eleandra hanya menangis, ia juga merasa sangat kehilangan suami yang sangat ia cintainya itu.
Tak lama dokter forensik pun keluar mengatakan bahwa korban sudah siap untuk dimakamkan.
Eleandra dan keluarga pun mengantarkan Mr. Snov ke peristirahatan trakhirnya.
🌱
~Andara Corp.
Reza dan Riko yang baru saja sampai di perusahaan langsung menuju ruangan Reza. Setelah sampai di ruanga Reza, seperti biasa Riko memberitahukan jadwal Reza hari ini. Berhubung kesehatan Reza sudah semakin membaik, bahkan sakit dikepala Reza pun tidak kambuh lagi. Jadi ia memutuskan untuk pergi bekerja ke kantor.
"Riko, hubungan lu sama Kania bagaimana? apa sudah ada niat untuk menggelar lamaran?" tanya Reza saat Riko telah selesai membacakan jadwalnya haro ini.
"Alhamdulillah kemarin sewaktu dimakam gue udah minta restu ke ayah dan ibunya. InsyaAllah setelah pernikahan lu, gue akan gelar lamaran sama Kania," jawab Riko mantap.
"Oh iya Za, minggu depan kita dapet jadi penguji UKOM nya di sekolah Agis, jadi mau lu yang jadi penguji atau gue aja?" sambung Riko dan Reza pun berpikir sejenak lalu tiba-tiba muncullah ide konyolnya.
__ADS_1
Bersambung..