Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 78 : Syok


__ADS_3

Mereka yang sedang makan melihat Rachima menjatuhkan teleponnya tiba-tiba langsung menoleh ke arah Rachima. Agistha bangun dari duduknya dan menghampiri Rachima.


"Ada apa mah?" tanya Agistha sambil mengambil kembali teleponnya, saat ia akan menjawab telepon tersebut ternyata sudah terputus.


Agistha yang melihat raut wajah Rachima memucat langsung memapahnya menuju sofa. Dibaringkannya Rachima di atas sofa tersebut, tubuhnya terasa sangat lemas bayang-bayang kecelakaan pesawat hampir 12 silam memutar di memori otaknya. Akhirnya Rachima pun pingsan.


Ponsel Reza berdering ternyata Vino yang menelepon.


"Assalamualaikum pih," ucap Reza menjawa panggilan telepon Vino.


"Waalaikumsalam, Za bisa kerumah sakit Kartika Betari gak? Rukman kecelakaan sekarang masih di IGD. Papih masih dijalan karena baru saja pulang menemani mamih belanja bulanan," kata Vino membuat Reza paham sekarang.


"Iya pih, Reza ke rumah sakit sekarang, tapi mamah pingsan, jadi Reza sama Riko saja yang kerumah sakit," jawab Reza dan Vino pun setuju akhirnya sambungan telepon terputus.


Reza mengampiri Agistha yang tengah memberi minyak angin di hidung Rachima.


"Agis, aku mau bicara sebentar bisa?" tanya Reza lembut sambil bersimpuh didepan Agistha.


"Bisa, Kania tolong pakaikan minyak angin ya pada mamah," jawab Agistha tersenyum kemudian berbicara pada Kania dan Kania pun mengangguk.


"Ada apa mas?" tanya Agistha penasaran setelah menjauh dari sofa.


"Papah kecelakaan.." belum sempat Reza meneruskan kata-katanya Agistha langsung memotongnya.


"Kok bisa mas? sekarang keadaannya bagaimana? terus papah dimana mas?" tanya Agistha dengan seberondong pertanyaan.


"Hei, sabar sayang (cup)," ucap Reza sambil mencium sekilas bibir Agistha. Sementara Agistha mendapat serangan mendadak dari Reza hanya terdiam terpaku.


"Papah sekarang sudah berada di rumah sakit Kartika Betari, dan sekarang masih berada di ruangan IGD, aku sama Riko mau ke rumah sakit. Kamu dan Kania tunggu sampai mamah sadar ya dari pingsannya nanti kalau sudah membaik kamu, Kania dan juga mamah ke rumah sakit biar nanti aku suruh Riko jemput, aku minta tolong sekalian bawakan aku baju ganti ya sayang," jelas Reza membuat Agistha paham.


"Astaghfirullah, iya mas. Mas hati-hati ya dijalannya dan jangan ngebut-ngebut bilangin mas Rikonya, nanti aku bawakan mas baju ganti kok tenang saja ya," ucap Agistha tersenyum.


"Senyumanmu membuat aku tak tahan," bisik Reza pada Agistha membuat sekujur tubuh Agistha merinding.

__ADS_1


"Mas berangkat dulu ya, kabari mas kalau sudah siap berangkat ke rumah sakit ya," ucap Reza dan Agistha pun mengangguk kemudian mencium punggung tangan Reza tak lupa Reza juga mencium kening Agistha.


"Iya mas," jawab Agistha dan Reza pun pergi bersama Riko ke rumah sakit.


Agistha kembali menghampiri Rachima yang masih belum tersadar dari pingsannya dan juga Kania.


"Ada apa sih Gis? tadi kok mas Reza sama mas Riko buru-buru gitu?" tanya Kania penasaran.


"Papah kecelakaan Kan, tadi kata mas Reza sekarang papah di rumah sakit dan masih di ruang IGD," jawab Agistha lirih.


"Astaghfirullah, kok bisa Gis? gimana ceritanya papah bisa kecelakaan?" tanya Kania gelisah.


"Aku juga belun tau jelas kejadiannya bagaimana Kan, soalnya tadi mas Reza juga buru-buru disana gak ada yang menemani papah," jawab Agistha.


"Setelah mamah membaik dan sadar baru nanti kita sama-sama ke rumah sakit ya, kamu mau mandi dulu Kan? biar gantian jagain mamah," sambung Agistha.


"Kamu saja duluan Gis, nanti kalau kamu sudah selesai barulah aku," jawab Kania dan Agistha pun mengangguk.


Agistha langsung menuju ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian serta menyiapkan paper bag yang isinya baju ganti Reza. Tak lama Agistha pun turun dari kamarnya dengan membawa paper bag.


"Ini baju ganti untuk mas Reza, Kan," jawab Agistha santai dan Kania hanya ber oh ria.


"Sudah sekarang kamu mandi saya," sambung Agis pada Kania dan Kania pun mengangguk.


Cukup lama Rachima pingsan, dan saat Agistha menghampiri dirinya ia pun tersadar.


"Papah.. papah..." ucap Rachima.


"Mah ini Agis mah, mamah minum dulu ya," ucap Agistha saat Rachima tersadar memanggil-manggil Rukman.


Agistha pun membantu Rachima minum yang sudah disiapkan oleh bi Niah sebelumnya.


"Agis.. hiks hiks papah Gis," kata Rachima menangis membuat mata Agistha langsung berkaca-kaca.

__ADS_1


"Mamah sabar ya, papah gak apa-apa kok. Tadi mas Reza sudah ke rumah sakit untuk melihat kondisi papah, apa mamah sekarang mau bertemu papah?" ucap Agistha sambil memeluk Rachima kemudian bertanya pada Rachima.


"Iya Gis mamah mau bertemu papah sekarang," jawab Rachima lirih.


"Iya mah sebentar, Agis beritahu mas Reza dulu ya nanti mas Riko akan menjemput kita," ucap Agistha.


"Mang Ujang kemana memangnya Gis?" tanya Rachima membuat Agistha bingung ingin menjawab apa karena dirinya pun tidak tahu keberadaan mang Ujang.


"Agis juga gak tau mah, nanti biar sekalian Agis tanyakan sama mas Reza ya," jawab Agsitha dan Rachima pun mengangguk.


Beberapa menit kemudian, Kania pun keluar dari kamarnya dan menuruni tangga. Dilihatnya Rachima sudah duduk di sofa dan tersadar dari pingsannya.


"Alhamdulillah mamah sadar juga akhirnya," ucap Kania tersenyum pada Rachima dan juga Agistha.


Agistha langsung menghubungi Reza tak lama sambungan teleponnya pun terhubung.


"Assalamualaikum sayang," ucap Reza dari seberang telepon.


"Waalaikumsalam, mas gimana kondisi papah?" tanya Agistha.


"Alhamdulillah tidak terlalu parah karena papa tadi katanya sempat menghindar namun keseleo kakinya dan terbentur trotoar namun tidak parah, sekarang sudah dipindahka ke ruang rawat inap. Apa mamah sudah sadar sayang?" jawab Reza kemudian bertanya kembali pada Agistha.


"Alhamdulillah aku lega mendengarnya mas, mamah juga sudah sadar dan kami mau ke sana. Apa mas Riko bisa menjemput kami?" jawab Agistha kemudian bertanya pada Reza.


"Alhamdulillah kalau begitu, bisa bisa ini sebentar lagi Riko on the way ya," jawab Reza sambil memberi kode pada Riko dan Riko pun mengangguk lalu pergi dari kamar rawat inap Rukman.


"Oh iya mas, mang Ujang kemana ya ?" tanya Agistha penasaran.


"Begini sayang, tadi sebelum papah kecelakaan itu papah sedang meeting di cafe Ritmik yang berada di jalan Flamboyan itu nah mobilnya ternyata mengeluarkan asap, mang Ujang langsung membawanya ke bengkel sekarang pun belum pulang dari bengkel, saat papah ingin menyebrang jalan karena ingin membeli manisan keliling lalu tiba-tiba ada mobil melaju kencang tapi yang menambrak papah pun sudah berada di kantor polisi sekarang," jawab Reza panjang lebar membuat Agistha mengerti.


"Syukurlah mas kalau begitu, aku tutup ya teleponnya, assalamualaikum," ucap Agistha.


"Iya sayang, waalaikumsalam," jawab Reza kemudian sambungan telepon pun terputus.

__ADS_1


Setelah menutup teleponnya, Agistha menghampiri Rachima dan juga Kania. Ia pun menjelaskan secara jelas seperti yang Reza jelaskan padanya. Tak lama Riko pun datang, dan mereka pergi ke rumah sakit.


Bersambung..


__ADS_2