Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 104 : Ujian Akhir Sekolah


__ADS_3

4 bulan kemudian


Setelah acara tasyakuran beberapa bulan lalu, keesokan harinya Agistha dan Reza ke rumah sakit bertemu dengan dokter Dina. Sungguh keajaiban yang tidak pernah terduga sebelumnya. Agistha dinyatakan hamil dan usia kandungannya masih sangat muda dan rentan.


Hari ini adalah hari pertama Agistha ujian akhir sekolah, walaupun usia kandungannya baru 12 minggu namun Agistha tidak merasakan morning sickness yang biasa dialami ibu hamil pada umumnya. Tetapi Reza lah yang mengalami kehamilan simpatik. Dimana suami yang mengalami mual muntah dipagi hari. Sama seperti halnya pagi ini.


"Hueeek.. hueeek,sayang tolong pijatkan tengkuk leherku," ucap Reza yang masih berada di toilet.


Agistha pun segera menghampiri Reza.


"Ya Allah, sayang aku lama-lama gak tega kalau kamu seperti ini. Sudah hampir 3 bulan loh kamu mual muntah terus," ucap Agistha khawatir.


Reza pun berdiri dan duduk diatas kloset. Ia tersenyum melihat Agistha dan Agistha dengan telaten mengelap bibir Reza dari sisa muntahannya.


"Tak apa sayang, demi buah hati kita. Aku rela melakukan apapun," ucap Reza sambil mengelus lembut perut Agistha yang masih terlihat rata.


"Aku mencintaimu sayang," ucap Agistha sambil memeluk Reza dan Reza pun membalas pelukan Agistha.


"Sayang aku mau mandi sebentar ya, kamu langsung turun ke bawah saja oke?" ucap Reza sambil mengelus lembut pipi Agistha sambil tersenyum.


"Oke sayang, biar aku siapkan pakaianmu ya," jawab Agistha dan Reza pun mengangguk.


Rencana Reza hari ini akan memberi kejutan padanya yaitu sebuah rumah baru yang akan mereka tempati bersama keluarga kecilnya. Walaupun ia punya rumah, tapi rumah itu adalah rumah kedua orangtuanya. Dan kali ini ia sudah merancang sedemikian rupa untuk rumah idaman Agistha maupun Reza.


15 menit kemudian


Reza sudah rapih memakai setelan kantornya. Agistha yang sejak tadi menunggu Reza sudah menghabiskan 2 piring nasi goreng buatan Rachima.


"Sayang, apa kamu belum merasa kenyang?" tanya Rachima merasa heran begitupun dengan Rukman dan Kania.


Agistha hanya menggelengkan kepalanya.


"Apa Reza masih mual muntah nak?" tanya Rukman dan Agistha pun mengangguk.


"Kasihan sekali Reza, jadi inget dulu sewaktu mamah hamil kamu, eh papah yang ngerasain mual muntah," ucap Rukman terkekeh dan begitupun dengan Rachima.


"Agis, tubuhmu sudah terlihat berisi semoga tidak ada yang menyadari kalau kamu hamil ya sampai kelulusan nanti," ucap Kania.


"Aamiin Kan, toh hanya satu bulan ini saja kan kita full ujian akhir. Setelah itu bebas deh. Oh iya kamu dan mas Riko kapan acara lamarannya?" kata Agistha kemudian bertanya pada Kania.


"InsyaAllah setelah kelulusan Gis, ya gak mah pah?" jawab Kania lalu ia pun bertanya pada Rachima dan juga Rukman.


"Iya toh kandungan kamu juga masih rentan jadi insyaAllah ya sekitar 2 bulan lagi baru kita adakan acara lamaran, supaya kamu gak ikut kecapekan juga Sayang," jawab Rachima sambil mengelus lembut pipi Agistha dan Agistha pun tersenyum.


"Mah kalau orang hamil itu banyak pantangannya gak sih?" tanya Agistha pada Rachima.


"Kalau pantangan sih tergantung kondisi kehamilannya itu sendiri sayang, tapi paling tidak boleh itu memakan makanan mentah dan harus dimasak hingga benar-benar matang. Udah gitu kalau usia kandungan sudah memasuki minggu 36 ke atas disarankan untuk banyak bergerak dan olahraga supaya proses persalinannnya lancar dan minim trauma," jawab Rachima panjang lebar.


"Selamat pagi semua," ucap Reza sambil menuruni anak tangga.


"Pagi," jawab semua bersamaan.

__ADS_1


"Sarapan Za," ajak Rukman.


"Iya pah, oh iya sayang masih ada buah strawberry gak ya? aku pingin banget makan itu," kata Reza kemudian bertanya pada Agistha.


Semua yang di meja makan saling bertukar pandang.


"Sayang kan masih pagi, sarapan nasi goreng dulu ya supaya gak sakit perut," ucap Agistha membuat Reza mengerucutkan bibirnya.


"Iyasudah deh kalau begitu," jawab Reza kemudian duduk di kursi dan ikut sarapan bersama.


Beberapa menit kemudian mereka pun berangkat bersama kecuali Rachima yang hari ini tidak ada jadwal apa-apa namun ia sudah ada niat untuk main ke butik Yusti.


~SMK Betari


Mobil yang Reza kendarai sudah terparkir rapih di depan lobby sekolah.


"Sayang semangat ya ujiannya, hallo baby baik-baik ya di dalam sana. Bantu bunda menyelesaikan ujiannya selama sebulan ini. Ayah sayang kamu my baby," ucap Reza sambil mengelus perut Agistha yang masih rata. Sementara Agistha hanya tertawa kecil.


"Iya ayah, ayah juga semangat ya cari uangnya, kami sayang ayah," ucap Agistha sambil menirukan gaya bicara bayi.


Kania yang mendengar percakapan mereka di kursi belakang hanya bisa tersenyum ambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Kania dan Agistha pun turun dari mobil. Dan Reza langsung melajukan mobilnya ke kantor.


Sesampai dikelas, Agistha duduk terpisah dengan Kania dan satu meja masing-masing satu siswi. Bel masuk pun berbunyi, semua murid masuk ke dalam kelas dan melaksanakan ujian akhir sekolah. Suasana sekolah sangat sepi karena hanya murid kelas XII yang masuk sedangkan kelas X dan XI diliburkan sementara selama proses ujian berlangsung.


Beberapa jam kemudian, ujian akhir hari pertama pun selesai. Reza yang sudah menunggu di tempat parkir dengan gelisah, karena ia benar-benar tak ingin jauh dari Agistha bahkan lebih manja.


Dan berhubung hari ini adalah hari kontrol kehamilan Agistha, Reza meluangkan waktu untuk mengundurkan jadwal meetingnya. Agistha dan Kania mencari keberadaan Reza di tempat parkir.


Keduanya menghampiri Reza.


"Kalian habis ini mau kemana?" tanya Kania pada Reza dan Agistha.


"Kami mau kontrol ya gak sayang?" jawab Reza kemudian bertanya pada Agistha dan Agistha pun mengangguk.


"Kamu mau iku Kan?" tanya Agistha dan Kania berpikir sejenak.


"Aku mau ke butik tante Yusti aja ya," jawab Kania.


"Yasudah ayok kami antar kamu ke butik mamih lebih dulu kalau begitu," ucap Reza dan mereka pun masuk kedalam mobil.


Beberapa menit mobil melaju, mereka pun sampai di butik milik Yusti.


"Kalian gak mau masuk dulu?" tanya Kania pada Reza dan Agistha saat dirinya sudah turun dari mobil.


"Nanti saja setelah kami kontrol nanti kami jemput kamu lagi disini ya Kan," jawab Agistha dan Kania pun mengangguk.


"Hati-hati dijalan ya kalian," ucap Kania sambil melambaikan tangan lalu Agistha dan Reza pun membalas lambaian tangan Reza.


~Butik Yusti

__ADS_1


"Assalamualaikum tante," ucap Kania saat masuk ke dalam butik.


"Waalaikumsalam," ucap Yusti dan juga Rachima yang juga ada disana.


Kania menghampiri keduanya dan mencium punggung tangan Rachima dan juga Yusti.


"Mamah daritadi disini?" tanya Kania pada Rachima.


"Baru aja sampai Kan," jawab Rachima.


"Kamu dengan siapa kemari?" tanya Yusti pada Kania.


"Tadi sama mas Reza dan Agis tapi katanya mereka mau kontrol kandungan dulu nanti baru kesini," jawab Kania lalu Yusti dan Rachima pun mengangguk.


~RS Kartika Betari


Kini Agistha dan Reza suda berada di ruangan dokter Dina. Pemeriksaan kali ini Agistha tidak lagi melalui transvagina namun sudah bisa terlihat dari atas.


Reza begitu terharu melihat buah cintanya sudah mulai berbentuk manusia walaupun belum sempurna dan sangat kecil. Begitupun dengan Agistha. Pasalnya pemeriksaan sebelumnya bahkan kantong rahim Agistha pun belum terlihat jika diperiksa dari atas. Sungguh keajaiban yang luar biasa untuk mereka berdua.


"Selamat ya ibu, sekarang baby nya sudah kelihatan tuh tapi masih sangat kecil dan masih rentan untuk keguguran. Kandungan ibu juga sehat begitupun janinnya," ucap dokter Dina sambil tersenyum.


"Detak jantungnya belum ada ya dok?" tanya Reza.


"Kalau sekarang belum, pemeriksaan selanjutnya yaitu bulan depan insyAllah sudah ada," jawab dokter Dina.


Pemeriksaan pun selesai, Reza dan Agistha pamit dari ruangan dokter Dina. Kemudian mereka pun menunggu vitamin di apotek.


Setelah selesai pengambilan vitamin, Reza mengajak Agistha pergi ke rumah baru mereka.


"Sayang lapar gak?" tanya Reza.


"Iya sayang lapar sekali," jawab Agistha sambil menunjukkan puppy eyes nya yang sangat menggemaskan.


"Baiklah kita makan lebih dulu ya," ucap Reza dan mereka pun pergi menuju restoran sunda.


Sesampai di restoran mata Agistha langsung berbinar-binar karena sudah lama ia ingin sekali ke tempat ini. Agistha pun memesan makanan cukup banyak membuat Reza mengerutkan kedua alisnya.


"Sayang apa kamu yakin memesan sebanyak itu?" tanya Reza memastikan.


"Yakin sayang, dedek bayi nya ingin makan semua itu," jawab Agistha sambil tersenyum dan mengelus perutnya yang masih rata.


"Baiklah sayang tapi kalau gak habis dibungkus aja ya, jangan dipaksakan," ucap Reza dengan penuh pengertian.


"Iya sayang," jawab Agistha.


Tak lama pesanan mereka pun datang, keduanya menikmati dan menghabiskan makanan tersebut.


"Sayang setelah ini kita mau kemana?" tanya Agistha saat mereka selesai membayar di kasir.


"Aku akan mengajakmu ke suatu tempat," jawab Reza dan Agistha langsung mengerutkan kedua alisnya.

__ADS_1


"Kemana itu sayang?" tanya Agistha.


Bersambung..


__ADS_2