Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 108 : Pernikahan Riko & Kania


__ADS_3

~Kediaman Andara


Sebulan berlalu setelah acara lamaran, hari ini adalah hari pernikahan yang sangat ditunggu-tunggu oleh Riko dan Kania. Pernikahan keduanya di langsungkan di kediaman Andara, dan acaranya pun sederhana hanya keluarga dan kerabat dekat yang diundang untuk datang.


Kania telah selesai di rias di kamar pengantin. Dekorasi yang sangat elegan mampu membuat suasana menjadi khas pernikahan yang begitu kental. Akad nikah Kania kali ini menggunakan adat Sunda hasil rancangannya sendiri berkolaborasi dengan Yusti.


"Kania, masyaAllah cantiknya. Benar-benar calon designer yang luar biasa. Bajunya bagus sekali," ucap Agistha yang baru saja masuk ke dalam kamar dan duduk di tepi tempat tidur.


"Makasih Agis, ini semua juga bantuan tante Yusti," ucap Kania terkekeh.


"Sayang? ah yaampun disini kamu rupanya. Aku mencarimu kemana-mana loh," kata Reza dari depan pintu.


"Mas Reza ini gak bisa banget jauh dari Agis, istrimu ini gak akan pergi jauh kok mas tenang aja," ucap Kania terkekeh.


"Ya aku hanya khawatir apalagi dia lagi hamil Kan," kata Reza yang ikut duduk di tepi tempat tidur bersama dengan Agistha sambil mengelus perut Agistha.


Kania hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat Reza bermanja dengan Agistha.


"Gis, setelah bayimu lahir. Sepertinya kamu akan memiliki dua bayi," ucap Kania.


"Oh ya? satu lagi siapa?" tanya Agistha.


"Itu yang berada disampingmu ituloh," jawab Kania dan Agistha pun menoleh kepada Reza lalu menahan tawanya.


"Sepertinya iya nih Kan," timpal Agistha dan tawa Agistha pun lepas tak terkendali.


"Sayang kamu kok bahagia banget sih," ucap Reza sambil mengerucutkan bibirnya.


Setelah bersenda gurau, Kania pun turun ke bawah begitupun dengan Agistha dan Reza. Riko yang sudah sampai sejak 5 menit yang lalu terlihat begitu gugup dengan beskap yang ia kenakan.


Kania memasuki tempat acara, Riko begitu terpukau dengan kecantikan Kania.


"Apa dia Kania? masyaAllah cantiknya," ucap Riko dalam hatinya.


Akad nikah pun dimulai, Kania sudah duduk disebelah Riko sambil saling melempar senyum. Beberapa saat kemudian akad nikah selesai, Riko mengucapkannya dalam satu kali tarikan nafas.


Setelah akad, Kania dan Riko menandatangani buku nikah kemudian berfoto. Raut wajah keduanya begitu sangat bahagia. Dipersatukan dalam ikatan cinta yang halal dimata Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Cinta yang bernaung dalam naungan cintaNya. Restu yang mengalir dalam ridhonya. Semua melebur menjadi satu dan perjalanan serta cerita mereka pun dimulai.

__ADS_1


Ikrar janji yang sangat suci, membawa ketentraman di relung jiwa kedua mempelai pengantin tersebut. Bukan pernikahan namanya jika tidak ada bumbu didalamnya, suka maupun duka, sakit maupun sehat, miskin maupun kaya harus dilalui bersama.


Setelah acara akad nikah selesai para tamu undangan dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang telah disediakan. Acara pernikahan Kania dan Riko pun diadakan satu hari penuh. Karena keesokan harinya Riko dan Kania akan berangkat bulan madu ke tanah kelahiran Riko di Yogyakarta.


Sementara Kania mengganti bajunya, Riko pun ikut berkumpul dengan teman-temannya, sedangkan Reza dan Agistha selalu nempel kemana-mana.


Beberapa menit kemudian Kania pun sudah mengganti bajunya dari kebaya Sunda dan sekarang memakai pakaian adat Jawa. Melihat Kania sudah kembali ke pelaminan, Riko pun pergi untuk mengganti baju.


Acara pernikahan Riko dan Kania selesai pukul 10 malam di kediaman Andara. Sementara Reza dan Agistha sudah menuju alam mimpi sejak pukul 8 malam.


🌾🌾


Keesokan harinya, semua dekorasi sudah dilepas kembali dan tempat acara pun sudah kembali bersih dan rapi seperti sebelumnya.


Riko dan Kania pun semalam langsung tertidur karena merasa sangat lelah setelah seharian berdiri untuk menyambut para tamu. Dan siang ini keduanya akan pergi ke Yogyakarta, mereka memilih untuk menggunakan kereta api.


"Jeng anak-anak belum pada bangun ya?" tanya Rachima ketika ia menghampiri Yusti di dapur.


"Iya jeng sepertinya mereka kecapekan," jawab Yusti dan Rachima pun mengangguk.


"Pagi mah, mih," ucap Reza dan Agistha bersamaan.


"Iya mih soalnya kan Riko cuti selama 2 minggu kedepan jadi Reza yang harus handle semuanya," jawab Reza.


"Yasudah yuk sarapan dulu," ajak Rachima.


Agistha seperti melihat-lihat hidangan yang berada di atas meja makannya.


"Mah aku pengen roti bakar isi keju mozarella," ucap Agistha dengan nada manja kepada Rachima.


"Baiklah, mamah buatkan terlebih dahulu ya?" tanya Rachima kemudian Agistha pun mengangguk sambil tersenyum.


Rachima langsung menuju dapur untuk membuatkan sarapan sesuai keinginan Agistha. Sementara itu, Agistha menyiapkan sarapan untuk Reza.


"Terima kasih istriku," ucap Reza tersenyum sambil mengambil piring yang diberikan oleh Agistha.


"Sama-sama sayang," kata Agistha.

__ADS_1


"Sayang nanti ke kantorku ya, aku sepertinya lembur hari ini," ucap Reza dengan memasang wajah murung.


"Jangan!" pekik Yusti dan Rachima bersamaan.


"Jangan apa sih mih? Rachima?" tanya Vino yang baru saja berada di ruang makan.


"Ituloh pih masa Reza nyuruh Agis ke kantor, kan kasia takut kecapekan apalagi kemarin seharian Agis ikut acara ditambah kehamilannya yang masih rentan," jawab Yusti.


"Lagian kamu kenapa sih Za semenjak Agis hamil manja banget," timpal Vino sambil duduk di kursi.


"Mungkin hormon kehamilan Vin, dulu waktu Rachima hamil Agis juga gitu aku jadi manja banget, malah lebih manja dari Alika," ucap Rukman yang juga baru tiba di ruang makan.


Agistha dan Reza hanya saling bertukar pandang melihat kedua orangtua mereka berbicara.


"Ya sudah Agis dirumah aja, tapi temani aku video call ya sayang," ucap Reza pada Agistha dan Agistha pun tercengang dengan ucapan Reza.


Sedangkan kedua orangtua mereka hanya menepuk kening mereka masing-masing sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Sepertinya anak kalian nanti wajahnya sangat mirip dengan kalian deh, wong lagi hamil saja gak mau berjauhan sama sekali," ucap Vino dan mereka semua pun tertawa.


Setelah sarapan bersama, Reza pun pamit untuk berangkat ke kantor begitupun dengan Rukman.


Berbeda dengan pengantin baru, keduanya baru saja terbangun dari tidurnya.


"Astagfirullah, mas," ucap Kania terkejut saat melihat Riko tertidur pulas disebelahnya. Riko pun ikut terbangun karena pekikan Kania.


"Ada apa dek?" tanya Riko sambil menyipitkan matanya.


"Maaf mas, aku lupa kalau kita sudah menikah," jawab Kania sambil tersenyum memperlihatkan gigi gingsulnya yang membuatnya tambah manis.


"Mas sepertinya kita harus mandi, karena kereta kita akan berangkat 2 jam lagi," ucap Kania sambil mengingat-ngingat jadwal kereta mereka.


"Oh iya kamu benar, ayok kita siap-siap. Pakaian kita sudah kamu masukkan ke koper kan dek?" ajak Riko kemudian bertanya pada Kania.


"Sudah kok mas tadi setelah sholat shubuh aku merapihkanya ke dalam koper," jawab Kania.


Dan mereka pun mandi bergantian. 30 menit kemudian keduanya telah rapih. Lalu keluar dari kamar untuk berpamitan pada Yusti, Vino dan juga Rachima.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2