Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 77 : Berpikir Positif


__ADS_3

Agistha keluar ruang aula dengan raut wajah yang sangat tidak bersahabat. Kania melihat raut wajah Agistha menjadi panik.


"Agis, muka kamu kenapa kok ditekuk gitu? pengujinya galak ya Gis? haduh aku takut jadinya," tanya Kania gelisah.


Agistha hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan Kania. Tak lama nama Kania pun dipanggil oleh pak Bustomi. Kania masuk kedalam dan sekarang dia tahu alasan yang membuat Agistha menekuk wajahnya.


"Jadi ternyata pengujinya mas Reza, jahil banget sih sampai menyembunyikan dari Agistha," kata Kania dalam hatinya sambil tersenyum terpaksa ke arah Reza.


Kania pun melakukan tesnya dengan lancar. Beberapa menit kemudian ia pun keluar ruangan dan menghampiri Agistha.


"Aku tau kenapa muka kamu bete begitu, pasti karena mas Reza didalam kan?" ledek Kania membuat Agistha hanya berdecak kesal.


"Sudah jangan kesal, kasian cacing diperut kamu minta diisi. Ayok ke kantin," kata Kania kemudian mengajak Agistha ke kantin.


Ketika baru saja Agistha bangun dari duduknya, tiba-tiba Riko menghampiri Kania dan juga Agistha membawa 2 kantong plastik berwarna putih.


"Eh kalian mau kemana? ini makanan buat kalian karena kalian sudah lancar UKOM hari ini," tanya Riko kemudian memberiman kantong plastik yang dipegangnya pada Agistha dan juga Kania.


"Ini apaan mas?" tanya Kania sambil melihat isi yang ada di dalam kantorng plastik tersebut.


"Cemilan sehat, disitu ada salad sama lasagna masih anget udah sana makan, daripada kesel terus," jawab Riko kemudian malah menyindir Agistha.


Mendapat sindiran dari Riko, Agistha langsung melempar tatapan tajam pada Riko. Dan Riko pun langsung menundukkan wajahnya.


"Maaf bu bos," ucap Riko lirih.


"Ayok Kan kita makan, enak kayaknya ini yummy," ajak Agistha yang raut wajahnya sudah berubah lagi menjadi ceria.


"Secepat ini berubah dari betenya, yaampun Agis, Agis," ucap Kania dalam hatinya.


Agistha pun menghabiskan makanannya dengan cepat, Kania menatap Agistha heran.


"Agis, pelan-pelan makannya nanti tersendak loh," kata Kania sambil membukakan air mineral milik Agistha.


Saat mereka sedang asik makan, datang 3 orang teman sekelas mereka yang baru selesai menyelesaikan tesnya.


"Gila! parah! ini mah namanya penjajakan hati tau gak sih," ucap Suri sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke arah wajahnya.

__ADS_1


"Apanya sih yang parah Sur?" tanya Tiva penasaran.


"Pengujinya ganteng gila, emang kalian gak merhatiin. Gue mau banget itu jadi istrinya, jadi yang kedua juga gak apa-apa deh," ucap Suri percaya diri yang didengar oleh Agistha.


"Uhuk.. uhuk.." Agistha tersendak saat mendengar ucapan Suri barusan.


"Minum Gis minum," ucap Kania sambil membatu Agistha minum.


"Awas aja kalau sampai jadi perusak rumah tanggaku, bisa-bisa aku bikin perhitungan dari sekarang," ucap Agistha dalam hatinya.


Semenjak menikah dengan Reza, Agistha begitu mudah cemburu dan lebih sensitif. Reza yang menyadari hal itu sebisa mungkin untuk selalu membuat mood Agistha baik. Saat Reza merasa Agistha marah padanya, ia pun ingat kalau Agistha suka sekali dengan salad dan juga lasagna jadi Reza mengirim pesan pada Riko untuk membelikannya saat Agistha telah keluar ruangan.


Beberapa jam berlalu, kini hasil ujian kelas XII AP 2 telah keluar. Sementara Reza dan Riko langsung menuju kantor karena ada meeting penting.


Semua murid berkumpul di kelas Agistha. Namun Agistha seperti tengah mencari seseorang, siapa lagi kalau bukan Reza.


"Aku kira mas Reza akan ke kelas ikut memberitahukan hasil ujiannya ternyata enggak," kata Agistha dalam hatinya kemudian memasang wajah tidak bersahabat kembali.


"Sudah nanti juga masmu akan jemput kok ke sekolah, mungkin sekarang lagi ada urusan di kantor jadi mereka ke kantor dulu," ucap Kania mengagetkan Agistha yang tiba-tiba muncul dari belakang Agistha.


"Tadi mas Riko yang ngasih tau, mas Reza sengaja gak pamit sama kamu, katanya mau ngasih surprise," bisik Kania membuat Agistha langsung tersenyum bahagia.


"Gitu dong senyum, cemberut mulu dari tadi. Gimana rasanya di uji sama suami sendiri?" sambung Kania kemudian bertanya pada Agis sambil berbisik kembali.


"Luar biasa," jawab Agistha dan mereka pun tertawa bersama.


Untuk kali ini supaya tidak ada yang merasa curiga, nilai semua murid hampir sama rata-rata. Agistha dan Kaniapun cukup puas dengan pencapaian mereka. Itu tandanya Reza adil membagi nilainya tapi tidak hatinya nanti Agistha bisa-bisa perang dunia ke 3 dengannya.


❣️


Setelah selesai semua murid pun pulang. beruntungnya menurut pak Johan ujian kali ini tidak sampai malam, dan saat ini pukul 4 sore pun sudah selesai.


Agistha dan Kania pun menunggu di depan lobby. Lagi-lagi ternyata yang menjemput adalah mang Ujang. Tapi Agistha tetap bepikiran positif. Mereka pun pulang ke rumah.


Sesampai dirumah tanpa sepengetahuan Agistha, Kania masuk lewat garasi karena sudah mengetahui rencana Reza lewat Riko. Agistha masuk ke dalam rumah ternyata sepi, ia pun memanggil Kania.


"Assalamualaikum," ucap Agistha namun tidak ada siapa-siapa dirumah.

__ADS_1


"Sepi banget ya Kan, pada kemana sih. Kan coba kamu.." ucap Agistha yang seolah berbicara pada Kania ternyata saat Agistha membalilkan tubuhnya disana sudah berdiri Reza dengan membawa bucket bunga mawar yang sangat besar.


"Mas Reza," ucap Agistha dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Reza pun berjalan mendekat ke arah Agistha.


"Maafin aku istriku," ucap Reza membuat Agistha begitu terharu.


Bucket bunga itu pun ditaruh oleh Reza, Agistha dengan sedikit berlari ke arah Reza dan memeluknya erat.


"Mas nyebelin hari ini, hiks hiks hiks," kata Agistha menangis dipelukan Reza.


Reza pun tertawa dengan perkataan Agistha sambil mengelus lembut kepala istri kecilnya itu.


"Hahah kok kamu nangis sayang? maafin aku ya," ucap Reza dengan menambah pelukannya semakin erat pada Agistha.


"Mas jangan kenceng-kenceng aku sakit tau," pekik Agistha karena hampir kehabisan nafas dipeluk oleh Reza.


Dan tiba-tiba muncul Kania, Riko, dan juga Rachima dari dalam.


"Ehem, bucin," ucap Riko sambil berdehem membuat Reza tambah mengeratkan pelukannya.


"Mas aku engap," pekik Agistha dan mereka pun tertawa.


"Ayok lebih baik kita makan bersama-sama, mamah udah buatin nasi kuning untuk kalian," ajak Rachima.


"Yeay makan nasi kuning," ucap Agistha sambil melompat-lompat.


Reza melihat tingkah istrinya hanya menepuk dahinya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Mereka pun makan bersama, saat mereka sedang menikmati nasi kuning mereka tiba-tiba telepon rumah pun berbunyi. Rachima bangun dari duduknya untuk menjawab telepon tersebut.


"Assalamualaikum, kediaman Navanka," ucap Rachima.


"Waalaikumsalam bu, saya dari pihak kepolisian ingin memberitahuka bahwa saudara Rukman mengalami kecelakaan di jalan Flamboyan, namun tersangka yang menabraknya sudah kami amankan. Dan pak Rukman sudah di bawa ke rumah sakit Kartika Betari," ucap polisi tersebut, Rachima langsung tercengang dan menjatuhkan teleponnya.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2