Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 21 : Harus Menikah!


__ADS_3

Kania pun langsung menelepon mang Ujang untuk menjemput Agistha di sekolah.


"Hallo, mang Ujang jemput Agis disekolah sekarang ya, Agis sakit kepala," kata Kania.


"Iya neng mang Ujang ke sana sekarang," ucap mang Ujang.


Beberapa menit kemudian, mang Ujang sampai di depan sekolah, Agistha yang menunggu di temani Kania di pos satpam langsung membawa Agistha masuk ke dalam mobil.


"Neng Kania ikut aja ya, ke rumah sakit biar mang Ujang kasih tau tuan dan nyonya," kata mang Ujang dan Kania menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Kania kenapa sakit sekali kepalaku hiks hiks hiks," ucap Agistha dengan matanya yang terpejam.


Kania masih menggenggam erat tangan Agistha supaya lebih tenang.


"Kania kenapa banyak sekali orang disini, siapa mereka semua," Agistha terus meracau membuat Kania bergidig merinding.


"Agis istighfar, Agis disini kok sama aku ada mang Ujang juga," kata Kania.


Mang Ujang yang mulai paham arah pembicaraan Agistha tanpa ragu langsung menuju ke pondok pesantren milik ustadz Fahri.


Tak lama sampailah mobil yang dikendarai mang Ujang di kediaman ustadz Fahri.


"Assalamualaikum, ustadz ustadz," ucap mang Ujang yang mulai panik.


"Wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh, ini supirnya pak Rukman kan? loh kok ada Agistha juga?" ucap ustadz Fahri saat melihat wajah Agistha sudah berbeda, "mari masuk ke dalam," ajak ustadz Fahri.


"Ustadz tolong Agis pak ustadz," kata mang Ujang memohon.


"Insyaallah saya akan menolong Agis pak, tapi sekarang bapak bisa menghubungi pak Rukman untuk datang ke sini ya," kata ustadz Fahri.


Mang Ujang menelepon pak Rukman yang sedang di kantor bersama istrinya.


"Assalamualaikum tuan," ucap mang Ujang.


"Waalaikumsalam, ada apa mang?" tanya Rukman.

__ADS_1


"Saya sekarang sedang di kediaman ustadz Fahri karena non Agis sewaktu di sekolah merasa pusing kepalanya," kata mang Ujang.


"Kok pusing ke ustadz Fahri? kenapa gak ke rumah sakit mang Ujang," kata Rukman.


"Masalahnya ini bukan pusing biasa tuan, tadi sewaktu saya bersama neng Kania akan mengantar Agis ke rumah sakit, non Agis terus meracau. Sepertinya sedang ada yang mengganggu jiwanya tuan," kata mang Ujang membuat pak Rukman terkejut bukan main. Pasalnya mata batin Agis telah ditutup oleh ustadz Fahri saat insiden penemuan jasad Maura di kantor Reza.


"Baik, saya akan kesana bersama Reza," kata Rukman dan menutup teleponnya.


~Navanka Corp.


"Ada apa pah?" tanya Rachima karena melihat raut wajah suaminya tampak panik.


"Kita harus ke rumah ustadz Fahri mah, biar papah telepon Reza dulu ya," kata Rukman sambil mencari kontak Reza di ponselnya.


"Assalamualaikum Za," ucap Rukman.


"Waalaikumsalam pah, ada apa ?" jawab Reza.


"Kamu sibuk gak? bisa ke kantor saya sekarang? Ada masalah sama Agis Za," kata Rukman membuat Reza terkejut.


"Hayo mah kita tunggu dilobby," ajak Rukman. Tak lupa ia juga memberitahu kepada Gigih.


"Gih handle urusan saya hari ini ya, saya ada urusan dulu keluar," kafa Rukman dan Gigihpun menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


~Andara Corp.


Reza langsung menyambar kunci mobilnya dan langsung ke ruangan Riko untuk memberitahunya.


"Ko gue ada urusan, lu handle hari ini ya. Penting banget ini, menyangkut nyawa seseorang," kata Reza, belum sempat Riko menjawab tapi Reza sudah menutup pintunya.


"Dasar bucin yaampun dosa apakah diriku yang jomblo ini," Riko bermonolog diruangannya.


~Navanka Corp.


Reza telah sampai di perusahaan Rukman, Reza melihat Rukman yang telah menunggu di lobby langsung memarkirkan mobilnya didepan lobby.

__ADS_1


"Pah, mah," sapa Reza sambil mencium punggung tangan Rukman dan Rachima.


"Hayo Za kita berangkat ke kediaman ustadz Fahri sini biar saya yang menyetir," kata Rukman dengan tergesa-gesa.


"Biar aku saja pah, kelihatannya papah begitu panik sekali nanti bisa bahaya," usul Reza dan mau gak mau Rukma pun menurut karena tidak baik menyetir mobil pada saat pikiran sedang tidak fokus.


1 jam kemudian, mobil yang dikendarai Reza telah sampai di kediaman ustadz Fahri.


"Assalamualaikum," ucap Rukman, Rachima dan Reza bersamaan.


"Waalaikumsalam," jawab ustadz Fahri.


"Mari masuk, Agis masih tertidur karena tadi saya di bantu mbak Kania untuk proses meditasi," lanjut ustadz Fahri.


Semuanya pun berkumpul di ruang tamu kecuali Kania yang masih menemani Agistha di kamar tamu.


"Begini bapak dan ibu, saya melihat ada yang sedang berniat jahat kepada Agis. Bukan secara fisik tapi secara batin. Menurut penerawangan saya, orangnya itu sama pada saat membunuh mantan kekasih Reza," jelas ustadz Fahri membuat Reza tersentak kaget bukan main.


"Maksud pak ustadz, om Andre? tapi mana mungkin om Andre mengerti soal ilmu batin," kata Reza ragu.


"Andre gak sendiri mas Reza, dia dibantu seorang dukun yang dibayar mahal. Sepertinya jiwa dendam yang sudah mendarah daging dihidupnya itu akan sulit dihilangkan. Bukan tidak mungkin, tapu kemungkinan itu pasti ada yang penting kita semua yakin," kata ustadz Fahri.


"Lalu bagaimaa solusinya ustadz?" tanya Rachima yang sudah menangis dengan apa yang telah terjadi pada anak gadisnya .


"Jalan satu-satunya dengan menikah, pernikahan yang menguatkan Agis. Karena Agis tak lagi sendiri saat sudah menikah," kata ustadz Fahri mantap.


Rukman dan Rachima langsung melirik ke Reza, membuat Reza salah tingkah.


"Jadi?" tanya Reza yang salah tingkah.


"Harus menikah!" jawab Rukman dan Rachima bersamaan.


"Baiklah saya akan bilang pada mamih dan papih untuk segera melangsungkan pernikahan dengan Agis," kata Reza mantap.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2