Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 123 : Pendidikan Tetap Utama


__ADS_3

2 bulan kemudian


~Kediaman Agistha dan Reza


Seperti biasa, Agistha sudah sibuk dipagi hari untuk mengurus Adney dan juga Reza. Hari ini ia, Vania dan juga Kania akan masuk keperguruan tinggi yang sama.


Mereka sudah daftar 2 minggu setelah pernikahan Vania. Walaupun usia Vania 1 tahun lebih muda dari Kania dan Agistha. Namun kecerdasannya tida kalah dengan Agistha maupun Kania.


Reza sudah rapih untuk pergi ke kantor. Keduanya sarapan bersama, sementara Adney masih tertidur di kamarnya.


Sejak 1 bulan yang lalu, Adney sudah terbiasa tidur dikamarnya sendiri. Dan juga sudah ada baby sitter yang menjaganya.


Usia Adney saat ini menginjak 5 bulan itu artinya sebulan lagi Adney akan masuk masa MPASI. Agistha begitu antusias membeli barang-barang keperluan MPASI Adney mulai dari sekarang.


Setelah selesai sarapan, Reza pamit untuk berangkat kerja. Tak lama Reza berangkat, ponsel Agistha pun berbunyi. Tertera dilayar ponselnya ternyata Kania.


"Assalamualaikum Kan," sapa Agistha setelah menerima panggilan Kania.


"Waalaikumsalam, Gis ini mas Riko. Sepertinya Kania tidak bisa ikut kuliah bareng kalian sekarang. Karena mas Riko sekarang sedang di rumah sakit, Kania akan melahirkan," ucap Riko dengan nada sedikit panik.


"Oh iya mas tidak apa-apa, mas Riko jangan panik ya, setelah pulang dari kampus kami akan berkunjung ke rumah sakit. Semoga persalinan Kania lancar ya mas," kata Agistha.


"Iya Gis makasih ya, mas tutup dulu. Assalamualaikum," ucap Riko.


"Waalaikumsalam," kata Agistha dan sambungan telepon pun terputus.


Agistha langsung mencari kontak Reza di ponselnya dan memberitahukan bahwa Kania akan melahirkan. Ternyata Reza sudah lebih dulu diberitahukan oleh Riko saat dirinya sedang dalam perjalanan menuju kantor.


Setelah itu, Agistha pun menghubungi Vania.


"Assalamualaikum Van," sapa Agistha.


"Waalaikunsalam Agis, ada apa?" tanya Vania.


"Sepertinya kita hanya berdua saja masuk kulih tahun ini karena Kania sekarang sedang di rumah sakit, ia akan melahirkan," jawab Agistha.


"Benarkah? yasudah kalau begitu tidak apa-apa Agis. Oh iya aku hampir lupa, kak Kalila semalam juga habis melahirkan anaknya perempuan," ucap Vania.


"Oh ya, alhamdulillah, nanti setelah pulang dari kampus kita pergi menjenguk Kania dan kak Kalila ya Vania. Kak Kalila sekarang masih dimana ?" tanya Agistha.


"Oke, kak Kalila masih di rumah sakit. Tadinya mau melahirkan di klinik tapi ia sempat pingsan dan dilarikan ke rumah sakit Kartika Betari. Alhamdulillah kak Kalila bisa melahirkan secara normal," jawab Vania.


"Alhamdulillah, berarti satu rumah sakit dengan Kania," ucap Agistha.


"Yasudah aku tutup dulu ya Agis, sampai bertemu di kampus, assalamualaikum," kata Vania.


"Waalaikumsalam," ucap Agistha dan sambungan telepon pun terputus.

__ADS_1


Agistha langsung pergi ke kamarnya dan bersiap untuk pergi ke kampus. Beberapa menit kemudian, Agistha telah rapih. Tampilannya bahkan tidak seperti sudah menikah dan punya anak. Hanya tubuh Agistha yang berisi serta lebih terbentuk.


Tak heran jika sekarang Reza semakin mencandu Agistha setiap malam. Kadang saat Adney terbangun, Reza terpaksa harus menuntaskan sendiri di kamar mandi.


Sebelum berangkat Agistha pun selalu berpesan kepada baby sitter Adney dan memberitahukan kepulangannya.


🌾


~Kampus Renjana Betari


Kampus ini masih termasuk kampus milik keluarga Navanka. Agistha sengaja tidak ingin keluar dari lingkungan keluarga, karena ia juga bisa mengontrol apapun yang ada di kampus ini.


Agistha dan Vania bertemu di lobby. Semua mata tertuju pada mereka apalagi kaum laki-laki. Walaupun Agistha dan Vania memakai set syar'i namun kecantikan keduanya sangat terpancar bahagia.


Jurusan yang mereka ambil adalah International Pubric Relation. Alasan Agistha maupun Vania hampir sama karena keduanya dari keluarga pembisnis yang sangat berpengaruh dan mereka pun menyukai tentang bisnis.


Andi, suami Vania pun sekarang telah memimpin di RivalSway. Perusahaan milik keluarga Vania yang sudah berdiri sejak lama. Namun saat ini Andi telah mendobrak dan memberikan gebrakan baru dan mengganti orang-orang yang pernah merugikan dulu.


Ditangan Andi, RivalSway sudah semakin maju selama 2 bulan ini. Walau ia memegang perusahaan namun jadwal ia untuk mengajar di Ponpes Al-Kahfi masih ia jalani sesuai permintaan ustadz Fahri. Sebisa mungkin Andi mengatur jadwalnya dibantu dengan Vania.


Walaupun mereka sudah berumah tangga dan memiliki anak, namun pendidikan tetap nomor satu. Karena bagi mereka ilmu takkan habis walaupun beribu-ribu kali di bagi, justru akan semakin bertambah.


~RS Kartika Betari


Setelah selesai mata kuliah hari ini, Agistha dan Vania langsung pergi ke rumah sakit tempat Kalila dan Kania melahirkan. Sebelum ke rumah sakit, keduanya mampir ke toko perlengkapan bayi untuk membeli buah tangan yang akan diberikan kepada Kalila dan Kania.


Sesampainya di rumah sakit, Vania dan Agistha ke ruangan Kalila terlebih dahulu. Disana sudah ada ustadzah dan Kalila yang sedang menyusui baby nya.


"Waalaikumsalam," jawab ustadzah dan Kalila.


"Sini nak masuk," ajak ustadzah yang sedang menikmati makan siangnya.


Agistha dan Vania mencium punggung tangan ustadzah dan juga Kalila.


"Ummi sehat?" tanya Agistha.


"Alhamdulillah ummi sehat nak, kamu sendiri?" jawab ustadzah lalu bertanya pada Agistha.


"Alhamdulillah Agis juga sehat ummi," jawab Agsitha.


"Anakmu gak dibawa Agis?" tanya ustadzah.


"Tidak ummi, Adney di rumah karena Agis baru pulang dari kampus jadi langsung mampir dengan Vania," jawab Agistha.


"Oh ya? kalian satu kampus?" tanya ummi.


"Benar ummi, dan juga kami pun satu kelas," jawab Vania dan ummi pun tersenyum sambil mengucap syukur.

__ADS_1


"Semoga pendidikan kalian lancar ya sampai lulus nanti," ucap ustadzah dan di aamiin kan oleh Agistha dan juga Vania.


"Kak Kalila bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Agistha.


"Alhamdulillah sudah membaik Agis," jawab Kalila.


"Anaka kakak cantik sekali persis seperti ibunya, tapi kalau dilihat dari wajahnya seperti fotokopian kak Emil," ucap Agistha sambil terkekeh.


"Iya kamu benar sekali Agis," kata Kalila sambil tertawa.


"Namanya siapa kak?" tanya Vania.


"Namanya Milka Az-Zahra," jawab Kalila sambil menatap bayi perempuan mungilnya.


"Namanya cantik sekali, masyaAllah. Kalau begini Adney paling tampan diantara anaknya kak Kalila dan juga Kania. Hanya tinggal menunggu Vania yang belum tahu," ucap Agistha sambil terkekeh.


"Oh iya ini ada hadiah untuk baby Milka, semoga suka ya," kata Vania.


"Terima kasih ounty Agis dan ounty Vania," ucap Kalila sambil menirukan gaya bicara bayi seolah Milka yang berbicara.


"Sama-sama anak cantik," kata Vania dan Agistha.


Setelah cukup lama berbincang-bincang, Agistha dan Vania pamit untuk ke ruangan Kania. Sesampainya di ruang rawat inap Kania, disana sudah ada Riko dan Rachima yang sedang menemani Kania.


"Assalamualaikum," ucap Vania dan Agistha bersamaan saat membuka pintu ruang rawat inap Kania.


"Waalaikumsalam," kata Kania, Riko dan juga Rachima.


"Loh mamah ada disini sejak kapan?" tanya Agistha.


"Sejak 1 jam yang lalu sayang mamah tadi ke kantor papah untuk makan siang bersama terus kesini deh," jawab Rachima.


"Memangnya Kania melahirkan jam berapa?" tanya Vania.


"Jam 10 pagi Vania, tadi pagi sampai dirumah sakit sudah bukaan 4 terus kami menunggu di ruang rawat ini sampai bukaan 8 setelah itu dibawa ke ruang bersalin dan alhamdulillah tak lama Kania pun melahirkan," jawab Riko.


"Alhamdulillah akhirnya kamu sudah jadi ibu, nama baby nya siapa nih?" tanya Agistha.


"Namanya Niari Anggara," jawab Kania sambil tersenyum.


"Baby Niari belum dibawa kesini Kania?" tanya Agistha.


"Belum Agis, karena setelah keluar baby Niari menguning dan harus di observasi untungnya mamah membantu aku supaya ASI ku keluar banyak," jawab Kania.


"Semoga baby Niari cepat normal kembali ya Kan kondisinya, aku jadi ingat waktu lahiran Adney," ucap Agistha dan di aamiin kan oleh semuanya.


"Nih ada hadiah dari kami berdua semoga suka ya," kata Vania sambil memberikan 2 buah kado yang cukup besar, sama besarnya seperti yang di berikan kepada Kalila.

__ADS_1


Merekapun berbincang-bincang dan akhirnya Agistha pamit untuk pulang kerumah karena sudah kangen dengan Adney. Sementara Vania kembali ke ruang rawat inap Kalila.


Bersambung..


__ADS_2