Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 32 : Menyerang Balik


__ADS_3

Ustadz Fahri menyuruh keluarga Navanka untuk terus berdoa berharap kepada Sang Maha Kuasa. Karena hanya dengan kuasa-Nya semua yang berasal dari niat buruk pasti akan kalah.


~Di tempat lain


Sosok perempuan tadi yang berbicara dengan Agistha kembali kepada sang majikannya. Mbah Goro masih fokus dengan sesajen yang ada didepannya.


DUAARRR!


Mbah Goro terpental sampai mengeluarkan darah dari mulutnya. Ledakan yang tak disangka sebelumnya oleh mbah Goro terjadi. Andre yang melihatnya langsung terkejut setengah mati.


"Mbah ada apa mbah?" tanya Andre yang mulai panik.


"Maafkan sa-ya, sa-ya ga-gal," ucap mbah Goro terbata-bata kemudian menghembuskan nafas terakhirnya. Semua makhluk yang sudah bersama mbah Goro sejak lama pun ikut pergi bersama jiwa mbah Goro.


Andre merasa sangat frustasi, lagi-lagi dia harus kalah dan gagal. Tak lama Andre merasakan sesuatu yang aneh di tubuhnya. Hawa panas menyerang seketika membuat Andre mengerang kesakitan.


"Tolong.. panas.. panas.. sakit sekali.. aku gak boleh mati sekarang!" teriak Andre yang masih bersikukuh untuk merampas harga keluarga Vino.


"Dia harus mati terlebih dahulu.. aaah panas sekali.. kepalaku sakit .. aaakkhhh!" Andre terus mengerang kesakitan. Hingga akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Tubuhnya banyak sekali bekas biru lebam seperti bekas cambukan, matanya terbuka lebar hinga darah yanh keluar dari telinga serta hidungnya.


~Kediaman ustadz Fahri

__ADS_1


"Innalillahi wa innaillaihi rojiun," ucap ustadz Fahri sambil membuka matanya membuat Rukman, Rachima dan Agistha bertanya-tanya.


"Ada apa apa ustadz?" tanya Rukman penasaran.


"Kita berhasil menyerang balik dukunnya Andre, dan sekarang dukun yang membantu Andre telah meninggal dunia. Dan juga," ustadz Fahri menarik nafas sebelum melanjutkan kata-katanya. "Andre juga meninggal dunia karena sebelumnya mbah Goro telah memasukkan ilmu hitam pada tubuhnya. Dan ilmu hitam itulah yang telah membawa Andre meregang nyawanya, sebaiknya pak Rukman segera hubungi pak Vino untuk mengurus pemakaman Andre. Bagaimapun Andre saudaranya pak Vino, walaupun Andre berbuat jahat, tapi kita jangan. Biarkan doa kita yang membuat Andre lebih ringan saat menghadap Sang Khalik," jelas ustadz Fahri dan Rukman pun mengangguk.


Mereka keluar dari ruangan ustadz Fahri dan duduk kembali di ruang tamu. Jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Keluarga Navanka pamit pulang ke rumah.


~Rumah Sakit


Yusti dan Vino masih setia menunggu Reza tersadar dari komanya. Benturan yang sangat keras membuat Reza masih pulas didalam mimpi panjangnya. Ponsel Vino pun berdering.


📞Rukman .. memanggil.


"Waalaikumsalam, ada yang ingin aku sampaikan Vino," jawab Rukman kemudian menceritakan apa yang sebenarnya telah terjadi pada Reza serta kedatangannya ke rumah ustadz Fahri dan tak lupa Rukman memberitahukan apa yang telah diusulkan oleh ustadz Fahri perihal pemakaman Andre.


Cukup lama Vino terdiam karena mulai naik pitam. Tapi Vino mencoba meredamnya perlahan dan berdamai dengan egonya untuk lebih berprikemanusiaan bukan hanya untuk dirinya sendiri namun juga untuk keluarganya.


"Baiklah, nanti biar anak buah saya yang urus jadi besok kita bisa bersama-sama pergi ke pemakaman," ucap Vino dengan merendahkan nada suaranya.


"Baiklah, apa kamu masih dirumah sakit Vino?" tanya Rukman yang baru saja sampai rumah dan merebahkan tubuhnya disofa.

__ADS_1


"Iya Rukman, Reza masih tak sadarkan diri, dokter bilang akibat benturan yang sangat keras membuat Reza kemungkinan sadar hanya 50%," kata Vino yang tak terasa airmatanya telah membasahi pipinya.


"Aku yakin kalian pasti kuat, kami sekeluarga akan selalu berdoa untuk kesembuhan Reza. Bagaimanapun Reza adalah calon menantuku. Besok setelah dari pemakaman kita ke rumah sakit lagi bersama-sama," ucap Rukman yang sebenarnya khawatir dengan psikis Agistha juga.


Vino hanya terdiam dalam isakan tangisnya.


"Ya sudah lebih baik kamu dan Yusti pulang ke rumah istirahat supaya tetap sehat. Oh iya bagaimana soal Kania apakah sudah bersama Riko?" tanya Rukman.


"Iya baiklah setelah ini kami akan pulang dan beristirahat di rumah. Kania sedang dirumah sakit yang sama karena kata Riko setelah turun dari pesawat Kania mengalami sesak nafas dan tak sadarkan diri. Alhamdulilla sekarang sudah berada diruang perawatan," jelas Vino.


"Iya, kalian hati-hati pulangnya, aku tutup ya teleponnya, assalamualaikum," ucap Rukman.


"Iya, waalaikumsalam," jawab Vino dan kemudian Rukman mematikan sambungan teleponnya.


Yusti merasa terusik dari tidurnya saat Vino sedang menerima telepon dari Rukman.


"Pih siapa yang meninggal?" tanya Yusti kemudian Vino menjelaskan kepada Yusti perihal kematian Andre. Seketika Yusti langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


"Innalillahi wa innaillaihi rojiun, kasihan Andre dan lebih kasihan Kania sekarang sudah gak punya orang tua. Aku berharap Riko bisa menjaganya ya pih," ucap Yusti.


"Iya mih aamiin, yasudah lebih baik kita pulang dulu ya besok kita kembali lagi ke sini setelah pemakaman bersama keluarga Rukman," ajak Vino dan Yusti pun mengangguk.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya pulang ke rumah dan beristirahat.


Bersambung..


__ADS_2