
~Navanka Corp.
Pagi ini Rukman sudah sampai kantor karena berangkat bersama Agistha. Ada sesuatu yang akan Rukman urus. Setelah mendapat cerita dari Agistha semalam tentang orang tua Andi bekerja di perusahaan miliknya.
"Gih, coba kamu cari tahu para petinggi di Navanka Grup yang memiliki anak laki-laki seumuran dengan Agis dan bersekolah yang sama dengan Agis ya," ucap Rukman pada Gigih lewat telepon ruangannya.
"Memangnya ada apa pak?" tanya Gigih penasaran dan Rukman pun menceritakan persis yang diceritakan Agistha semalam.
"Baik pak, saya akan lakukan segera perintah bapak," ucap Gigih dan menutup teleponnya.
~Andara Corp.
Sementara waktu Andara Corp. masih dipegang oleh Vino mengingat Reza belum pulih total. Vino pun semalam diceritakan mengenai Andi oleh Reza sebelum tidur. Dan Vino mengajak Rukman bekerja sama untuk memenyelesaikan masalah perusahan Andre.
"Riko, apa kamu sudah mendapat informasi mengenai kelanjutan tentang Diani?" tanya Vino pada Riko dengan wajah serius saat Riko memberikan berkas yang akan ditanda tangani oleh Vino.
__ADS_1
"Sudah pak, sebaiknya kita mulai bergerak cepat, mengingat orang yang membantu Diani adalah orang yang berpengaruh terhadap bisnis pak," jawab Riko tegas.
"Apa saja informasi yang telah kamu dapat Riko?" tanya Vino kemudian Riko mengeluarkan tablet miliknya.
"Menurut nara sumber yang dapat dipercaya, keluarga Snov adalah keluarga yang masih memegang erat tradisi serta ilmu halus pak. Walaupun secara keturunan mereka masih memiliki darah Belanda dari ayah Mr. Snov sendiri. Bahkan Mr. Snov ini punya "peliharaan" yang membuatnya cepat kaya raya. Mungkin bapak bisa meminta bantuan ustadz Fahri untuk hal seperti ini dan untuk jalur hukum serahkan semuaanya pada saya dan tim kuasa hukum pak Vino," jelas Riko namun Vino masih berpikir keras.
"Peliharaan yang kamu maksud itu semacam tuyul begitu ?" tanya Vino memastikan dan Riko pun mengangguk cepat.
"Baiklah biar saya hubungi Rukman setelah itu kami akan pergi ke ponpes Al-Kahfi bersama. Dan Riko sementara saya pergi kamu yang urus perusahaan ya," ucap Vino tegas.
Mau tidak mau kali ini keluarga Navanka dan Andara berurusan dengan hal gaib lagi. Dan kejadian Reza bersama Agistha semalam masih dalam tanda tanya besar.
Setelah menghubungi Rukman, Vino pun pergi dari kantornya menuju kediaman ustadz Fahri.
~SMK Betari
__ADS_1
Agistha dan Kania tengah menikmati makan siang mereka di kantin. Tiba-tiba Andi duduk di sebelah Agistha. Dan entah kenapa penglihatan Agistha semakin tajam dan sudah mengetahui maksud Andi menghampiri dirinya.
"Hai Agis, aku boleh dong gabung sama kamu," sapa Andi santai dan duduk disebelah Agistha.
Sementara Agistha tidak menanggapi sama sekali, Agistha merasa ada aura yang aneh saat berdekatan dengan Andi. Ingatannya yang semalam muncul. Aroma tubuh Andi persis dengan aroma supir yang membawa Reza dan Agistha ke dalam hutan.
Agistha masih memasang wajah biasa saja dan dengan cepat menghabiskan makanan serta minumannya begitupun dengan Kania.
"Kania udah selesai kan, balik yuk ke kelas," ajak Agistha yang sudah berdiri dari kursinya.
"Okey," jawab Kania singkat dan ikut berdiri.
Setelah membayar makanan dan minuman mereka, keduanya pun berjalan agak cepat menjauh dari kantin. Saat Agistha akan memberitahu Kania, tiba-tiba ia mencium wangi itu lagi. Agistha pun hanya terdiam dan mencoba menguatkan dirinya supaya tidak terbawa mengikuti wangi itu.
"Apa ini cara halus dari Andi? atau jangan-jangan Andi sengaja mengorek informasi tentangku untuk mencari kelemahanku," tanya Agistha dalam hatinya.
__ADS_1
Bersambung..