
Agistha mencoba menetralkan kondisi wajahnya yang sudah memerah karena malu di perhatikan Reza yang sejak tadi tak berkedip saat melihat Agistha.
"Mas Reza, apa ada yang salah dengan penampilanku?" tanya Agistha membuyarkan lamunan Reza, sampai Reza tak sadar kalau Agistha sudah berdiri tepat di hadapannya.
Mata mereka saling bertemu, tanpa sadar mereka pun saling menyunggingkan senyuman penuh cinta.
"Ehem," Yusti berdehem dari lantai atas saat melihat Reza dan Agistha bertatapan.
Dua sejoli itupun langsung terkesiap membuat Yusti terkekeh.
"Astaghfirullah," ucap Agistha dan Reza bersamaan.
"Belum mukhrim, gak baik terlalu lama memandang. Nanti kalau ada setan yang jahil bisa-bisa terhanyut lagi," kata Yusti sambil menuruni anak tangga.
"Mamih membuat kita kaget aja," gerutu Reza pada Yusti.
"Biar halal, lebih baik minggu ini kita adakan saja pernikahan kalian, bagaimana?" tanya Yusti pada Reza dan Agistha.
"Kalau Reza gimana Agis aja mih, Agis menurutmu bagaimana?" jawab Reza pada Yusti dan bertanya pada Agistha.
"Ah iya mih, Agis gak keberatan kok," jawab Agistha malu-malu.
"Baiklah biar mamih yang bicara sama papih serta Rukman dan Rachima," kata Yusti.
"Baiklah takut keburu malam, kami berangkat dulu ya mih, assalamualaikum," pamit Reza kemudian mencium punggung tangan Yusti diikuti oleh Agistha.
__ADS_1
Setelah Reza dan Agistha pergi tak lama Vino pun pulang dari kantor.
"Assalamualaikum mih," ucap Vino saat memasuki rumah.
"Waalaikumsalam, papih bagaimana dikantor hari ini?" jawab Yusti dan bertanya pada Vino.
"Alhamdulillah lancar gak ada masalah, tadi Riko sudah memberitahukan pada Reza mih?" jawab Vino dan bertanya balik pada Yusti.
"Sudah pih, papih mandi dulu yah setelah itu sholat lalu makan malam," ucap Yusti lembut sambil mengambil tas serta jas Vino.
"Tadi papih lihat mobil Reza keluar, mau kemana dia mih bukannya baru pulang dari rumah sakit?" tanya Vino membuat Yusti terkekeh.
"Oh itu, di dalam mobilnya ada Agis juga pih. Tadi mamih habis make over Agis katanya Reza mau ngajak Agis dinner," jawab Yusti dan Vino pun ber oh ria.
"Kalau mereka bagaimana mih?" tanya balik Vino.
"Mereka? Agis sama Reza?" tanya Yusti memastikan.
"Iya dong mih masa iya Rukman sama Rachima kan mereka sudah menikah," jawab Vino terkekeh.
"Hehe kalau Agis sama Reza setuju pih, kasian pernikahan mereka kemarin ditunda karena kecelakaan semoga tidak ada masalah dan tidak ada musibah lagi ya pih," ucap Yusti memasang raut wajah sedih.
"Aamiin ya Allah, kita serahkan semuanya sama Allah ya mih," kata Vino dan ia pun pergi ke kamar mandi sedangkan Yusti keluar kamar untuk menyiapkan makan malam setelah selesai menyiapkan baju ganti untuk Vino.
~Nature Resto
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Agistha tak berani menatap Reza yang saat ini duduk di sebelahnya. Pikirannya bergelut mengenai pernikahan. Agistha berharap semoga pernikahannya lancar dan tak ada halangan apapun.
Walaupun ia masih sekolah dan baru akan lulus beberapa bulan lagi, namun cara berpikir Agistha yang begitu dewasa dan sikapnya yang hangat membuat Reza selalu nyaman didekat Agistha.
Tak lama mobil pun sampai di sebuah restoran yang bertema alam. Suasanya begitu alami dengan suara gemercik air, lampu-lampu terpasang sangat indah menjadikan restoran ini paling banyak diminati oleh pengunjung yang berpasangan.
Berbeda pada pandangan Agistha.
"Ini hutan atau restoran kenapa banyak sekali pohon bambu dan banyak sekali makhluk tak kasat mata disini, dimana tempat makannya? kenapa begitu sepi," guman Agistha namun masih terdengar oleh Reza.
"Kenapa Agis kamu takut?" tanya Reza sambil memegang tangan Agistha dan menggenggamnya.
"Mas ini gak salah pilih tempat?" tanya Agistha memastikan.
"Enggak kok Agis, tuh liat banyak mobil disini," jawab Reza santai.
"Mas tunggu jangan turun dulu, sepertinya kita salah tempat deh," ucap Agistha kemudian membaca ayat kursi dan mengusapkannya ke wajah Reza.
Entah kenapa Agistha begitu paham meski ada ketakutan di dalam dirinya. Terlihat dari pak supir yang membawa Agistha dan Reza pun tidak ada ditempat.
Sekuat mungkin Agistha menyadarkan Reza, raga Reza masih terasa lemas karena baru saja keluar dari rumah sakit.
"Astaghfirullah kita dimana ini Agis? dan bukankah yang disana seharusnya restoran yang akan kita datangi," tanya Reza yang kelimpungan mendadak kepalanya terasa sakit, tanpa menjawab pertanyaan Reza. Agistha pun memilih untuk pulang kembali ke rumah Reza dengan mengendarai mobil Reza sendiri.
Bersambung..
__ADS_1