Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 70 : (Akad) The Wedding


__ADS_3

"Sekarang sampailah kita ke acara yang selanjutnya yaitu nasihat pernikahan yang akan disampaikan oleh ustadz Fahri kepada beliau dipersilahkan," kata MC mempersilahkan ustadz Fahri maju kedepan.


"Bismillahirrohmanirrohim, assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. Saya ucapkan terimakasih karena telah mempercayain kepasa saya untuk menyampaikan nasihat pernikahan ini. Sebenarnya nasihat ini bukan hanya untuk kedua mempelai, melainkan sebagai intropeksi diri kita semua yang sudah berumah tangga. Dalam Islam, pernikahan dipandang sebagai suatu hal yang sakral dan luhur. Dan dalam pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang tertulis dalam Al-Quran. Dengan menikah, berarti seorang laki-laki dan seorang perempuan telah menghalalkan apa yang diharamkan sebelumnya oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ikrar untuk saling setia telah diucapkan dalam pernikahan. Untuk menjaga ikrar tersebut, perlu adanya nasehat pernikahan agar pernikahan mampu bertahan hingga maut yang memisahkan. Pernikahan mungkin terasa indah dengan janji-janji di awal. Namun, pernikahan tidak akan selamanya manis. akan ada pertengkaran, malam tanpa tidur, dan masa-masa sulit lainnya. Namun, saat-saat menyenangkan akan terasa begitu membahagiakan."


"Mungkin ada beberapa contoh yang dapat diambil pelajarannya. Pertama, ketika marah dengan pasangan, jangan pernah katakan anda membencinya. Ini akan menimbulkan penyesalan di kemudian hari. Kedua, katakan sejujurnya apa yang anda pikirkan dan rasakan setiap hari kepada pasangan. Ingat, pasangan bukan lah pembaca pikiran sehingga Anda tidak seharusnya mengharapkannya demikian. Ketiga, jangan membanding-bandingkan usaha. Anda mungkin telah bekerja, lantas siapa yang akan mengerjakan pekerjaan rumah? Anda merasa telah bekerja lebih keras dari pasangan sehingga mengharapkan pasangan melayani Anda. Ini tidak seharusnya terjadi karena akan menimbulkan pertengkaran. Keempat, selalu memberi dengan ikhlas, jika Anda terlalu keberatan dengan sikap pasangan, maka bicarakan baik-baik. Kompromi adalah hal yang wajib dilakukan. Katakan Anda menyayanginya bahkan sekalipun Anda sedang kesal kepadanya. Ini akan mengurangi kekesalan Anda, percayalah. Kelima, jika Anda berada dalam hubungan yang salah, jangan bertahan hanya karena telah nyaman. Anda berhak bahagia, maka hentikan jika hubungan tidak dapat diperjuangkan lagi. Dan yang terakhir, diskusi dengan kepala dingin. Anda perlu sama-sama menjernihkan pikiran sebelum dapat berdiskusi dengan pasangan. Untuk mendapatkan pikiran yang jernih, tentu Anda perlu memastikan waktu yang tepat. Anda bisa saja memilih waktu esok hari untuk meredam emosi sementara waktu untuk menyelamatkan pernikahan. Demikian nasihat pernikahan yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya mohon maaf. Wabillahitaufik wal hidayah, wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh," ucap ustadz Fahri panjang lebar.


"Kami ucapkan banyak terima kasih kepada ustadz Fahri atas siraman rohani atau nasihat pernikahan yang telah disampaikan. Dengan nasihat tadi yang sudah disampaikan semoga bisa bermanfaat bagi kedua mempelai dan juga kita semua serta membuat kedua mempelai tersebut menjadi sebuah keluarga yang bahagia, harmonis dan sakinah, mawaddah wa rahmah, aamiin aamiin Allahumma aamiin," kata MC tersebut.


"Dan selanjutnya acara yang sangat kita tunggu-tunggu yaitu akad nikah. Kepada bapak penghulu kami persilahkan," sambung MC.


"Baiklah mari kita mulai, silahkan pak Rukman menjabat tangan saudara Reza," kata bapak penghulu tersebut dan Rukman pun mengangguk sambil menyambut tangan Reza.


"Bismillahirrohmanirrohim, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Reza Alfiandara bin Vino Albiandara dengan anak kandung saya Agistha Sellysa Navanka binti Rukman Navanka Dewa dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan logam mulia seberat 88 kilogram serta uang sebesar delapan juta delapan ratus delapan puluh delapan ribu rupiah dibayar tunai," ucap Rkman mantap sambil menggenggam erat tanga Reza.


"Saya terima nikah dan kawinnya Agistha Sellysa Navanka binti Rukman Navanka Dewa dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," jawab Reza mantap dengan satu kali tarikan nafas.

__ADS_1


"SAH!" kata para saksi.


"Alhamdulillah," ucap semua orang yang hadir bersamaan.


Dengan penuh haru dan kebahagiaan, kini Agistha dan Reza sudah resmi menjadi suami istri. Agistha mencium punggung tangan Reza untuk yang pertama kalinya kemudian Reza membacakan doa diubun-ubun Agistha lalu menicum kening Agistha.


Bapak penghulu pun membacakan doa untuk kedua mempelai. Rachima yang duduk dikursinya sambil menggenggam tangan Kania menangis saat mendengar kata sah. Begitupun dengan Yusti, air mata kebahagiaan mengalir pada mereka berdua.


Setelah akad selesai, Reza dan Agistha pun menandatangani buku nikah mereka lalu kemudian berfoto.


Kini Kania sudah berdiri didepan untuk membacakan sebuah kata dengan penuh makna.


"Ayah, Ibu, menatap kilauan mata jernih yang ada padamu, sepasang  mata terindah yang tak pernah lepas menatap kami dengan cinta sejak masih dalam rahim suci, dalam buaian, hingga beranjak dewasa hari ini. Mata indah ayah ibu adalah sumber kekuatan, mata yang di dalamnya kami adalah dunianya, mata yang hanya ingin kami tertawa, mata yang terkadang kami buat menangis. Maafkan kami ayah, ibu…"


Agistha dan Reza pun bersimpuh pada Rukman dan Vino kemudian bergantian.

__ADS_1


"Sepasang tangan yang mulai kuyu itu juga yang merengkuh, memeluk, mengusap kepala kami, ketika dunia mulai kejam. Tangan-tangan yang selalu menerima, terbuka lebar, ketika kami pulang dengan kekecewaan, dengan tangisan. Tangan yang bekerja keras, rela teriris, terbakar, terluka, demi kami bisa bahagia dan meraih cita. Kami tak bisa membalas apa-apa, cinta kami bukan apa-apa ketimbang cinta kalian yang mengalahkan dunia dan seisinya. Maafkan kami ayah ibu, atas salah dan dosa, atas kesusahan yang kami buat . Tak kuasa kami memberimu seujung kuku balas yang pantas atas jasa-jasa, cinta tulusmu yang tak lekang oleh apapun."


Kini Agistha dan Reza bersimpuh pada Rachima dan Yusti. Air mata pun mulai mengalir derasnya mengiringi acara sungkeman ini.


"Ayah, ibu, kami mohon restu untuk pernikahan kami. Doakan kami agar mampu mengikat cinta kami dengan kuat, sebab kami tahu ini tak akan mudah. Tapi kami percaya, dengan restu tulus dari ayah dan ibu, pernikahan ini akan bahagia. Seperti pernikahan ayah ibu yang hingga kini makin rekat jalinannya, tak lekang oleh hujan dan tak rapuh oleh panas."


"Ayah ibu, kami mencintai engkau setulusnya. Kami menyayangi engkau, sangat-sangat sayang. Untuk itu, maafkan kami jika belum mampu menjadi anak yang ayah ibu maui. Jadi apapun kami setelah ini, kami adalah putra putri kecilmu yang tetap butuh tegur dan nasehat bilamana salah masih kami perbuat. Bimbing kami menjalani kehidupan baru. Semoga ayah dan ibu selalu dalam keadaan sehat, dan selalu bahagia. Percayalah, langit runtuh pun tak mampu, membunuh cinta kami untuk ayah dan ibu. Terima kasih, terima kasih, dan terima kasih," ucap Kania yang juga ikut menangis terhanyut terbawa suasana.


Acara sungkeman pun selesai. Kemudian acara penutup dan juga pembacaan doa dipimpin oleh ustadz Fahri.


"Semoga dengan do’a yang kita semua panjatkan bisa dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan terima kasih kepada ustadz Fahri yang telah memimpin do’a. Sekian acara yang dapat saya bawakan hari ini, saya pribadi mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati para hadirin sekalian. Terimakasih, selamat menikmati hidangannya, wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh, dan selamat menempuh hidup baru untuk Agistha dan Reza semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah," ucap MC menutup acara akad nikah pagi ini.


Setelah acara selesai, para tamu pun dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang telah di sediakan oleh keluarga Navanka.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2