Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 51 : Belinda? Diani?


__ADS_3

Flashback on


~Rumah Sakit


Dokter baru saja selesai memeriksa kondisi Reza.


"Pak Reza, alhamdulillah kondisi anda saat ini sudah bisa dikatakan pulih namun dengan catatan untuk 2 bulan ini jangan terlalu memikirkan masalah yang berat, dikhawatirkan sakit kepala yang pak Reza alami akan kambuh kembali sebagai efek benturan saat kecelakaan beberapa waktu lalu. Untuk itu saya akan memberikan obat pereda nyeri untuk berjaga-jaga jikalau sakit kepala pak Reza itu kambuh. Dan hari ini pak Reza sudah bisa pulang ke rumah," ucap dokter yang merawat Reza.


"Terima kasih dok, saya akan pulang sekarang," ucap Reza mantap.


"Baik kalau begitu, silahkan bapak menyelesaikan administrasinya ya, saya permisi dan semoga lekas sembuh," pamit dokter tersebut kemudian pergi dari kamar rawat inap Reza.


"Za, apa sebaiknya kita beritahu Agis?" tanya Yusti sambil menghampiri Reza.


"Nggak usah mih, aku mau jemput Agis sore ini ke sekolahnya," jawab Reza membuat Yusti menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Pakai supir ya Za, kan kamu baru aja sembuh," ucap Yusti dengan tatapan tajam. Bagaimana pun kondisi Reza masih sangat riskan.


"Iya mamih," jawab Reza lirih.


TOKTOKTOK (suara ketukan pintu)


"assalamualaikum," ucap Riko dari balik pintu.


"Waalaikumsalam," jawab Yusti dan Reza bersamaan.


"Eh Ko, ada apa?" tanya Reza.

__ADS_1


Riko pun menghampiri Reza. "Begini pak, nyonya saya sudah mendapat informasi mengenai keberadaan Diani. Menurut informasi dari orang suruhan tuan Vino, Diani sebenarnya ada di kota ini, dan sekarang dia mengganti identitasnya menjadi Belinda Snov, dia adalah istri simpanan dari Mr. Snov rival dari Andara Corp. . Dan juga, Belinda atau Diani ini memiliki anak angkat laki-laki yang bernama Andi Heriawan, anaknya sekolah di SMK Betari yang berarti satu sekolah dengan Agistha," jelas Riko membuat Reza tercengang.


"Baiklah Ko, terima kasih atas informasinya. Terus selidiki dia, saya tidak ingin Agis menjadi korbannya juga," ucqp Reza tegas.


"Baik pak, saya akan laksanakan perintah bapak untuk itu saya permisi, assalamualaikum," Reza mengangguk dan Riko pun pamit lalu pergi dari kamar Rawat inap Reza.


Sedangkan Vino sedang meeting dengan client penting mewakili Reza. Beruntung client tersebut sangat pengertian, dan tidak bermasalah jika Vino yang menggantikan Reza sementara.


"Za, mamih mau urus administrasi kamau dulu ya, kamu bersiap-siap sana," perintah Yusti dan langsung dikerjakan oleh Reza.


Setelah Yusti keluar dari kamar, Reza pun bersiap-siap. Ada senyuman yang terukir di wajahnya karena akan bertemu dengan Agistha.


"Udah selesai Za?" tanya Yusti setelah sudah selesai menyelesaikan administrasi Reza.


"Udah mih, oh iya aku mau langsung ke sekolah Agis ya mih soalnya udah lama sekali aku gak bertatap muka dengan Agis," jawab Reza sambil senyam-senyum.


"Dasar bucin!" pekik Yusti kemudia mereka pun tertawa bersama.


"Za, mamih duluan ya mau ketemu jeng Rachima," pamit Yusti kemudian masuk ke dalam mobil dengan menyetir sendiri.


"Hati-hati ya mih jangan ngebut loh," imbuh Reza terkekeh.


Yusti pergi ke kediaman Navanka. Reza masih di rumah sakit berjalan dengan santai.


Flashback off


Beberapa saat kemudian, mobil Reza telah terparkir rapih. Reza memperhatikan ke arah lobby. Reza bahkan sudah melibat saat keduanya sedang memperhatikan Agistha dan Kania yang seperti telah dikejar oleh hantu.

__ADS_1


Reza pun turun dari mobilnya, membawa bucket bunga yang telah ia beli di toko bunga yang dekat dengan sekolah Agistha.


"Mas Reza," sapa Agistha yang sudah berada di hadapannya.


"Hai, ini buat kamu," sapa Reza sambil memberikan bucket mawar.


"Mas sejak kapan udah bisa pulang?" tanya Agistha lembut.


"Dari 3 jam yang lalu, aku sangat merindukanmu," ucap Reza tersenyum simpul dan Agis pun tersipu malu saat Reza bilang merindukannya.


"Alhamdulillah wa syukillah," ucap Agistha.


"Agis aku mau langsung pulang ya sama mang Ujang, kalau kamu mau pulang sama mas Reza gak apa-apa nanti biar aku yang bilang sama mamah," kata Kania dan Agistha pun mengangguk


Tiba-tiba mereka akan menarik lengan Agistha saat ia ingin mengikuti Reza.


"Siapa lo?" tanya Andi nyolot.


"Wes, santai lah bro," jawab Reza santai.


"Dia kan orang yang bersama mamih di foto itu," ucap Andi dalam hatinya.


Andi hanya berdecak, "gue cowoknya! mau apa lo!" ucap Andi puas.


"Mas jangan dengerin dia! dia itu bohong mas," imbuh Agisha sambil berusaha melepaskan cengraman tangan Andi di lengannya.


"Bocah ingusan berani-beraninya melawanku," kata Reza dalam hatinya.

__ADS_1


"Sorry sebaiknya anda pulang ke rumah, atau saya akan membuatmu keluar dari sekolah ini," ucap Reza menatap tajam Andi sambil menghempaskan dengan kasar tangan Andi sehingga Andi hampir terjatuh.


Bersambung..


__ADS_2