
"Gue peringatin sama lo ya Andi, jangan pernah ngedeketin gue lagi!" teriak Agistha pada Andi. Kali ini Agistha benar-benar geram pada Andi. Reza begitu tercengang saat melihat Agistha marah.
"Mengerikan melihat Agis marah seperti itu, jadi takut deh," ucap Reza terkekeh dalam hatinya.
"Astaghfirullah, ternyata begini marahnya Agis. Padahal yang aku tau selama ini ia orang yang sabar banget," ucap Kania dalam hatinya sambil menghentikan langkahnya dan berbalik melihat Agistha.
Kania yang tadinya berniat untuk pulang terlebih dahulu ia urungkan setelah melihat Agistha benar-benar marah. Karena selama bersahabat dengan Kania, Agistha sama sekali tidak pernah semarah ini.
"Andi, apa dia anak angkatnya Diani?" tanya Reza dalam hatinya sambil memberi tatapan tajam pada Andi.
"Emang lo siapa sih ngaku-ngaku pacarnya Agistha?" tanya Reza santai sambil melipatkan kedua tangannya di dada.
"Asal lo tau! gue adalah anak pejabat tinggi di Navanka Grup!" jelas Andi sambil tertawa lepas.
__ADS_1
"Cih! hanya pejabat tinggi saja, bukan pemilik perusahaannya kan? gak usah belagu," ucap Reza santai, ia masih melihat sejauh mana Andi merendahkan dirinya.
"Iya dan Agistha adalah anak pemilik Navanka Grup yang itu berarti dia pewaris satu-satunya sekolah ini," teriak Andi membuat semua orang yang berada di sekitar parkiran dan lobby langsung tersentak kaget mendengar pernyataan Andi. Sedangkan Agistha membulatkan matanya sempurna begitupun Kania.
Selama ini Agistha telah berusaha untuk menutupi identitasnya termasuk kepada guru kecuali pak Johan, karena Rachima sering meminta laporan terkait sekolah ini kepada pak Johan. Padahal Kania tidak pernah membertahukan pada Andi siapa Agistha yang sebenarnya.
"Dan lo tau Agis, siapa orang yang memberitahukan tentang lo sama gue? Dia sahabat lo!" ucap Andi kemudian tertawa puas.
Agistha tak mudah percaya dengan perkataan Andi. Ia mencari sebuah kebohongan di mata Andi ternyata benar, itu hanya alasan Andi untuk memfitnah Kania. Agistha pun pura-pura percaya pada Andi.
"Karena gue cuma pengen semua tau kalau pacar gue ini anak pemilik sekolah ini," jawab Andi percaya diri.
"Ngga usah ngarep!" kata Agistha kemudian menarik tangan Reza untuk pergi dari hadapan Andi dan menghampiri Kania untuk mengajaknya pulang bersama.
__ADS_1
Kania sudah begitu takut Agistha akan marah padanya, pikirannya pun sudah berkecambuk tidak jelas. Dan Kania terkejut saat Agistha mengajaknya pulang.
"Kania ayok pulang, kamu mau ikut sama aku atau pulang sama mang Ujang?" tanya Agistha.
"A-Agis?" ucap Kania sedangkan Agistha mengedipkan matanya sebelah. Ada perasaan lega di hati Kania ternyata Agistha tidak mempercayai ucapan Andi.
"Aku bareng sama mang Ujang aja ya, aku tau kok kalian pasti saling kangen kan," lanjut Kania terkekeh.
"Ya sudah hati-hati dijalan ya," ucap Agistha tersenyum.
"Iya kamu juga, daah," kata Kania sambil melambaikan tangannya pada Agistha dan Reza.
"Sial! caraku gak berhasil membuat Agis jauh dari sahabatnya, bisa-bisa langsung kena hukuman ibu ini," gerutu Andi dalam hatinya saat melihat Agistha masih berlaku baik pada Kania.
__ADS_1
Agistha dan Reza pun masuk ke dalam mobil lalu keduanya duduk di kursi belakang karena Yusti menyuruhnya untuk memakai supir paling tidak selama 2 bulan ini.
Bersambung..