Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 76 : UKOM


__ADS_3

~SMK Betari


Mobil yang dikendarai oleh Riko pun telah sampai di depan lobby sekolah.


"Mas, aku sekolah dulu ya, doakan aku supaya UKOM nya lancar," ucap Agistha pada Reza kemudian ia pun mencium punggung tangan Reza.


"Iya, semangat ya sayang. Aku yakin kamu pasti bisa," kata Reza kemudian mencium kening Agistha.


Kania dan Riko yang melihat adegan sepasang kekasih halal itu pun hanya saling bertukar pandang dan tersenyum.


"Lagi-lagi dibikin baper," ucap Riko dan Kania pun terkekeh.


Sedangkan Reza dan Agistha tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh RIko. Kania dan Agistha pun turun dari mobil kemudian melambaikan tangannya. Keduanya pun berjalan menuju kelas mereka.


"Agis, bagaimana mata batinmu setelah menikah dengan mas Reza?" tanya Kania berbisik pada Agistha sambil berjalan.


"Setelah ijab kabul kemarin, aku hampir lupa dan tidak melihat apa-apa kalau mata batinku ini terbuka," jawab Agistha yang juga berbisik pada Kania.


"Alhamdulillah, aku senang mendengarnya Agis," ucap Kania penuh syukur.


"Oh iya kamu sendiri bagaimana Kan, apa nafasmu masih terasa sesak?" tanya Agistha.


"Alhamdulillah karena aku sering check up rutin ditemani mas Riko jadi sekarang sudah mulai berkurang," jawab Kania tersenyum.


Tak terasa mereka pun sampai di depan kelas mereka. Semua teman-teman Agistha di kelasnya sedang sibuk memoles wajah.


"Agis, kok kamu make upnya biasa aja sih? kan penguji kita katanya ganteng banget loh," ucap Suri sambil terus memakai bedaknya.


"Tidak perlu setebal itu kali Suri, emangnya kita mau manggung apa," jawab Agistha santai sedangkan Suri tidak menghiraukan ucapan Agistha dan terus menambah memoles wajahnya dengan bedak tersebut.


Ketika semua murid sedang bersiap-siap, pak Johan pun datang ke kelas.


"Astaghfirullah! kenapa kelas ini isinya ondel-ondel semua?" pekik pak Johan karena terkejut melihat hampir semua murid di kelas Agistha memakai makeup tebal.


"Anak-anak yang saya panggil langsung ke ruang aula ya, karena berhubung penguji kita kali ini jadwalnya sangat padat jadi waktunya kita majukan," ucap pak Johan membuat hampir semua murid protes.


"Yah pak saya belum kelar makeup ini," ucap Suri.


"Saya juga pak belum bener hijabnya," ucap Karina.


"Apalagi saya pak belum ngapa-ngapain ini," ucap Tiva.


"Kalian emang dari rumah ngapain aja? masa sampai sekolah masih gak siap juga," tanya pak Johan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Mandi aja pak dirumah mah," jawab Suri namun tidak dihiraukan oleh pak Johan.


"Yasudah yang siap siapa sekarang?" tanya pak Johan.


"Saya pak," jawab Agistha membuat semua siswi menoleh kearah Agistha.


"Yaudah Gis kamu duluan biar pengujinya gak ngambek sama kita," kata Tiva terkekeh.


"Saya juga pak," ucap Kania sambil mengangkat satu tangannya.

__ADS_1


"Yasudah kalian berdua ikut saya, yang lainnya segera menyusul ke sana ya, Laras kamu atur masing-masing 10 orang," perintah pak Johan pada Agistha dan Kania kemudian memberitahu Laras sebagai KM.


Agisha dan Kania pun mengikuti pak Johan menuju ruang aula sekolah yang hari ini digunakan khusus untuk peserta UKOM kelas XII AP. Sesampai di ruang aula, Agistha maupun Kania tidak ada yang merasa aneh ataupun curiga. Padahal Reza dan Riko sudah berada didalam ruangan tersebut.


"Agistha di dalam ada pak Bustomi dan seorang penguji, kamu langsung masuk saja ya," kata pak Johan dan Agistha pun mengangguk.


Agistha membuka pintu perlahan, pertama yang ia lihat adalah pak Bustomi.


"Permisi pak, saya Agistha Sellysa siswi kelas XII AP 2," ucap Agistha.


"Silahkan masuk Agis," kata pak Bustomi.


Saat Agistha menutup kembali pintunya ia melihat Reza sedang duduk sambil tersenyum manis pada Agistha. Mata Agistha pun langsung membulat dengan sempurna.


Flashback on


Saat Agistha dan Kania turun dari mobil, Riko perlahan hanya memutar mobilnya saja.


"Udah aman Ko?" tanya Reza.


Riko turun dari mobil dan mengintip dari luar gerbang, ternyata Agistha dan Kania sudah tidak ada disana. Riko pun masuk kembali ke dalam mobil.


"Aman Za," jawab Riko.


Kemudian Riko pun mengendarai mobilnya masuk kembali ke dalam sekolah dan memarkirkannya. Keduanya pun turun dan langsung masuk ke dalam ruang aula.


"Pak minta tolong untuk kelas XII AP 2 dimajukan saja ya jadwalnya, yang siap saja soalnya jadwal pak Reza hari ini padat," ucap Riko pada pak Bustomi, kemudian pak Bustomi meminta tolong pada pak Johan untuk memanggil para siswi XII AP 2 untuk ke ruang aula sekarang.


Flashback off


"Mengerti pak," jawab Agistha mantap.


"Bismillah, Agis pasti bisa!" kata Agistha dalam hatinya menyemangati dirinya sendiri.


Test 1


TLILILILIT (Telepon di meja Agistha berbunyi)


"Selamat pagi, PT. Kalimanjaya dengan Agistha. Ada yang bisa saya bantu?" ucap Agistha sambil tersenyum.


"Pagi, bisakah saya berbicara dengan pak Ario Sanjaya selaku direktur di PT. Kalimanjaya?" tanya Reza lembut.


"Baik, sebelumnya dengan bapak siapa saya berbicara?" tanya Agistha.


"Saya Reza dari Andara Corp.," jawab Reza tersenyum sementara Agistha langsung menunduk mendapat senyuman maut dari Reza.


"Baik pak Reza, mohon ditunggu," ucap Agistha.


"Terima kasih telah menunggu, mohon maaf pak Reza, Pak Ario saat ini sedang tidak ada ditempat. Mungkin ada pesan yang ingin ditinggalkan untuk pak Ario?" ucap Agistha kemudian bertanya pada Reza.


"Oh, baiklah. Tolong sampaikan pada pak Ario kalau hari Kamis saya mengajaknya untuk makan siang sekaligus membicarakan mengenai proyek kerjasama dengan perusahaan saya," jawab Reza.


"Baik pak pesan anda sudah saya catat, ada lagi yang ingin disampaikan?" tanya Agistha.

__ADS_1


"Tidak ada, terima kasih dan selamat pagi," jawab Reza.


"Baik pak, selamat pagi," ucap Agistha kemudian Reza menutup sambungan teleponnya.


 


Test 2


TLILILILIT (Telepon di meja Agistha berbunyi)


"Selamat pagi, PT. Kalimanjaya dengan Agistha, ada yang bisa saya bantu ?" ucap Agistha tersenyum.


"Pagi, saya Edrik Candra dari perusahaan Mega Sejati Company, bisakah anda sambungkan saya kepada kepala bagian purchasing?" tanya Reza.


"Baik, pak Edrik mohon ditunggu," jawab Agistha.


"Terima kasih telah menunggu. Mohon maaf pak Edrik saat ini kepala bagian purchasing kami sedang tidak ada ditempat, mungkin ada pesan yang ingin ditinggalkan?" ucap Agistha kemudian bertanya pada Reza.


"Yasudah, sampaikan padanya saya hanya ingin memastikan kalau email penawaran yang saya kirimkan sudah dibaca atau belum," jawab Reza.


"Baik pak, ada lagi yang ingin disampaikan?" tanya Agistha.


"Tidak ada bu, terima kasih. Selamat pagi," jawab Reza.


"Selamat pagi pak," kata Agisha dan Reza pun memutus sambungan teleponnya.


 


Test 3


TLILILILIT (Telepon di meja Agistha berbunyi)


"Selamat pagi, PT. Kalimanjaya dengan Agistha, ada yang bisa saya bantu ?" ucap Agistha tersenyum.


"Selamat pagi, bisa bicara dengan pak Ario?" tanya Reza.


"Maaf pak, dengan siapa saya berbicara?" tanya Agistha.


"Saya Marcell dari Binara Company," jawab Reza.


"Baik pak Marcell, mohon ditunggu," ucap Agistha.


"Terima kasih pak Marcell sudah menunggu, tapi mohon maaf pak Ario sedang ada meeting di luar kantor. Mungkin ada pesan yang ingin ditinggalkan?" tanya Agistha.


"Baiklah, minta tolong sampaikan padanya kalau besok pagi saya ingin bertemu dengannya pukul 9 di Cafe Damaskus untuk membicarakan properti yang PT. Kalimanjaya pesan dari perusahaan saya," jawab Reza.


"Baik pak, pesan bapak akan saya sampaikan. Ada lagi pak?" tanya Agistha.


"Tidak ada, terima kasih dan selamat pagi," kata Reza.


"Baik pak, selamat pagi," kata Agistha kemudian Reza memutuskan sambungan teleponnya.


Akhirnya Agistha bernafas lega karena telah menyelesaikan tesnya kali ini. Agistha pun langsung mencatat di buku agenda. Setelah itu dia pun langsung ke luar ruangan aula tersebut tanpa menoleh ke arah Reza karena masih kesal.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2