Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 115 : Sulit Diartikan


__ADS_3

~Kediaman Navanka


Suara adzan shubuh telah berkumandang. Membangunkan semua penghuni rumah dari tidurnya. Tak terkecuali di kamar Agistha. Setelah pergulatannya semalam dengan Reza, Agistha merasa tubuhnya sangat lelah sekali ditambah baby yang ada dikandungannya.


Agistha membangunkan Reza dengan lembut sambil mengelus kepala Reza.


"Daddy, bangun yuk kita sholat shubuh sama-sama," ucap Agistha menirukan suara baby seolah baby yang sedang berbicara.


Reza perlahan membuka matanya lalu tersenyum.


"Assalamualaikum istriku yang cantik dan sangat seksi," ucap Reza sambil memeluk pinggang Agistha.


"Waalaikumsalam suamiku sekaligus calon daddy," kata Agistha sambil tersenyum.


"Mandi bareng yuk sayang, setelah itu kita sholat shubuh berjamaah," ajak Reza dan Agistha pun mengangguk senang.


Reza dan Agistha pun pergi ke kamar mandi bersama. Setelah 30 menit mereka pun keluar dari kamar mandi lalu menuju ruang ganti pakaian.


Tak lama mereka pun telah siap untuk melaksanakan sholat shubuh berjamaah. Karena hari ini adalah hari minggu dan juga acara 4 bulanan Kania. Jadi Reza maupun Agistha memakai pakaian senada untuk datang ke acara Kania da Riko.


Setelah keduanya telah rapih, mereka keluar dari kamar menuju ruang makan untuk menikmati sarapan bersama. Reza dengan siaga menggenggam tangan Agistha saat menuruni anak tangga.


"Pagi semuanya," ucap Reza dan Agistha bersamaan.


"Pagi," jawab Rachima, Rukman, Yusti dan juga Vino.


"Loh mamih dan papih sejak kapan sampainya?" tanya Reza pada Yusti dan Vino sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya sementara Agistha langsung duduk di kursi makan karena sudah lebih dulu mencium punggung tangan Yusti dan juga Vino.


"Sejak 10 menit yang lalu Za, kan kita mau sama-sama berangkat ke rumah Riko dan Kania," jawab Yusti sambil mengambil nasi goreng untuk dirinya sendiri.


"Oh, ya sudah ayok sarapan," ajak Reza dan merek apun sarapan bersama.


Setelah selesai sarapan, mereka pergi ke rumah Riko dan juga Kania dengan menggunakan mobilnya sendiri-sendiri.


🌾


~Kediaman Riko dan Kania


Setelah menempuh perjalanan selama hampir 1 jam karena sempat ada kemacetan akibat perbaikan jalan, akhirnya mereka pun tiba di kediaman Riko dan Kania

__ADS_1


"Assalamualaikum," ucap mereka bersamaan saat memasuki rumah.


Pintu rumah Kania dan Riko sudah terbuka lebar dan dekoras pun sudah terpasang sebagus mungkin. Dari dalam Kania pun keluar untuk menyambut kedatangan keluarganya.


"Waalaikumsalam," kata Kania lalu mencium punggung tangan Rachima, Rukman, Yusti dan Vino secara bergantian.


"Apa semuanya sudah siap Kania?" tanya Rachima.


"Sudah mah, tadi orang-orang dari EO nya langsung yang mempersiapkan semua ini," jawab Kania dan Rachima pun mengangguk.


10 menit kemudian acara pun dimulai. Para tamu sudah duduk rapih di tempat acara yang telah disediakan oleh tuan rumah. Acara pun dipimpin oleh ustadz Fahri. Namun kali ini Kalila dan Emil tidak ikut serta hanya ada Vania dan juga Andi. Kalila mengalami morning sickness yang cukup parah walau usia kandungannya saat ini masuk 5 bulan, sehingga ia beberapa kali masuk rumah sakit untuk opname.


Kehamilan yang dialami Kalila juga cukup lemah jadi, Kalila tidak bisa bepergian jauh. Beruntung ada Emil yang senantiasa selalu ada disampingnya.


Acara 4 bulanan kehamilan Kania berjalan sangat lancar. Para tamu pun dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang telah di sediakan tuan rumah.


🌾


Hari pun beranjak siang, para tamu termasuk ustadz Fahri dan keluarga pamit untuk pulang ke kediamannya. Begitupun dengan Agistha dan Reza yang memilih pulang lebih dulu karena Agistha ingin membeli sesuatu.


Namun saat tiba di halaman rumah Kania dan Riko, tiba-tiba Agistha merasakan nyeri hebat di perutnya.


"Aw! sayang kenapa rasanya sakit sekali ya? aw! tolong sayang," pekik Agistha sambil menitikkan air matanya.


Mendengar jeritan Agistha dari halaman rumah Kania, Rachima dan yang lainnya langsung keluar rumah.


"Seperti suara Agis, pah, Yusti, Vino kita lihat yuk ke depan," ajak Rachima dan mereka pun bangun dari duduknya dan berjalan menuju halaman rumah.


Mata mereka langsung membulat sempurna melihat Agistha meringis kesakitan sambil memegangi perutnya di gendong oleh Reza.


"Za, Agis kenapa?" tanya Rachima khawatir sambil berjalan menghampiri mereka.


"Reza mau ke rumah sakit mah takut Agis dan bayi nya kenapa-kenapa nanti kalian menyusul saja ya ke rumah sakit Kartika Betari," jawab Reza sambil terbu-buru menyalakan mesin mobilnya.


"Iya kamu hati-hati dijalan ya Za, Agis. Kami akan segera menyusul," teriak Rukman saat melihat mobil yang dikendarai oleh Reza sudah melaju keluar dari gerbang rumah Kania dan Riko.


🌾


~RS Kartika Betari

__ADS_1


Reza akhirnya membawa Agistha selamat sampai di rumah sakit dengan kecepatan mobil hampir mencapai maksimal karena terlalu panik. Reza langsung membawa Agistha ke IGD. Tak lama dokter Dina pun datang memeriksakan kondisi Agistha.


"Pak, ibu Agistha harus segera di operasi. disini terlihat plasentanya menutupi jalan lahir jadi tidak memungkinkan untuk menunggu dan melahirkan secara normal," ucap dokter Dina sambil menunjuk ke arah monitor layar USG.


"Lakukan yang terbaik dok untuk istri saya dan juga anak saya," jawab Reza mantap sambil mengeluarkan keringat dingin.


"Baik, bapak harus urus administrasi dan menandatangani surat persetujuan operasi ya," kata dokter Dina dan Reza pun mengangguk lalu pergi ke konter administrasi.


"Dok kenapa bisa tiba-tiba plasenta menutupi jalan lahir, padahal sejak awal periksa tidak seperti itu?" tanya Agistha penasaran ditengah rasa sakit yang sedang ia rasakan.


"Saya juga baru melihatnya bu, dan disini saja juga melihat ada segumpal daging yang hampir mirip seperti kista. Ibu tetap tenang ya, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk kebaikan ibu dan juga si bayi," jawab dokter Dina.


Setelah selesai mengurus administrasi. Para suster langsung menggantikan baju Agistha dengan baju khusus operasi. Agistha terus meringis karena rasa sakit yang begitu dahsyat yang ia rasakan.


Agistha kemudian dibawa masuk ke dalam ruangan operasi ditemani oleh Reza. Dan operasi pun dimulai.


Diluar ruangan operasi, sebelumnya Vino bertanya pada pihak administrasi tentang keberadaan Agistha dan mereka menjawab bahwa Agistha saat ini tengah melakukan operasi sesar.


Semuanya telah berkumpul di depan ruang operasi dengan perasaan cemas. Kania dan Riko pun ikut pergi ke rumah sakit.


Didalam ruang operasi, selama proses operasi berlangsung Agistha pun hanya memejamkan matanya, pasrah dengan keadaan yang ia alami saat ini. Sementara Reza tak henti-hentinya berdoa dan beristighfar dalam hatinya.


2 jam proses operasi berlangsung, akhirnya Reza mendengar suara tangisan bayi mungil yang berhasil dikeluarkan dari perut Agistha. Hasil buah cinta mereka.


Rasa haru dan penuh rasa bersyukur tak henti-hentinya keluar dari mulut Reza. Agistha mengejapkan matanya sebentar lalu tak sadarkan diri.


"Dok, pasien kritis, detak jantungnya melemah," kata salah satu bidan yang ikut membantu dokter Dina.


Reza langsung terkejut, perasaannya langsung kacau.


"Sayang bangun sayang, anak kita sudah lahir. Apa kamu tidak ingin melihatnya dan memeluknya sayang? bangun sayang," ucap Reza sambil menciumi wajah Agistha yang mulai menguning.


"Pak, sebaiknya bapak keluar dulu dari ruang operasi. Karena anak bapak akan kami masukkan ke dalam tabung incubator karena berat badannya belum normal, lalu kami akan menangani ibu Agistha," ucap dokter Dina dan Reza pun mengangguk.


Reza melepas pakaian khusus tersebut lalu keluar dari ruangan operasi.


Seketika Rukman, Rachima, Yusti dan juga Vino langsung berdiri dan menghampiri Reza. Namun Reza hanya memasang wajah lesu dan murung.


"Bagaiaman Za? apa Agis baik-baik saja? apa anak kalian juga selamat? kenapa wajahmu terlihat murung?" tanya Rachima dengan seberondong pertanyaan.

__ADS_1


"Agis..."


Bersambung..


__ADS_2