
Sesampai di kelas, Agistha pun bersikap biasa-biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa. Namun tidak pada Kania.
"Are you okay Agis?" tanya Kania berbisik pada Agistha.
"Yes, I'm okay Kania," jawab Agistha tersenyum dan Kania pun mengangguk. Walaupun dalam hati Kania merasa bahwa telah terjadi sesuatu pada Agistha.
Beberapa jam kemudian, pelajaran pun berakhir. Hari ini tidak ada jadwal bimbel jadi Agistha dan Kania pun pulang lebih awal.
"Agis, mau ke kantin dulu gak?" tanya Kania.
"Hemm, nggak kayaknya kita langsung pulang aja yuk nanti mang Ujang kelamaan nunggunya," jawab Agistha padahal ia sedang menghindar dari Andi.
Flashback on
Pagi hari, Agistha baru saja sampai di sekolah dengan ojek online yang ia pesan. Agistha berjalan melewati lobby sekolah.
BRUG! "aw!" pekik Agistha saat keluar dari lobby menabrak siswa laki-laki, entah siapa yang salah namun kejadian tersebut sangat cepat.
"Maaf saya gak sengaja," ucap laki-laki itu.
"Iya tidak apa-apa," kata Agistha.
__ADS_1
"Kenalin namaku Andi Heriawan, nama kamu siapa?" kata Andi memperkenalkan dirinya dan menanyakan nama pada Agistha sambil mengulurkan tangannya.
Agistha bersikap dingin dan tidak membalas uluran tangan Andi membuat Andi menarik tangannya kembali.
"Aku Agis," jawab Agistha.
"Aku permisi Andi," pamit Agistha kemudian pergi dari hadapan Andi.
"Cewel unik, aku harus mendapatkannya dan menjadikan dia pacarku," ucap Andi dalam hatinya sambil tersenyum simpul.
Keesokan harinya Andi menunggu Agistha di pintu keluar lobby. Saat ini Agistha berjalan bersama Kania. Ingin Andi menyapa Agistha namun ada rasa sungkan dirinya.
Saat jam istirahat Andi melihat Kania sendiri di kantin, Andi ingat kalau Kania bersama Agistha tadi pagi. Andi pun menghampiri Kania.
"Iya," jawab Kania singkat.
"Ternyata sama juteknya seperti Agis," ucap Andi dalam hatinya.
"Boleh minta nomor ponsel Agistha gak?" tanya Andi.
"Buat apa? minta aja sendiri ke orangnya itukan privasi, lagian kamu suka ya sama Agis?" tanya Kania jutek.
__ADS_1
"Kalau iya emang kenapa? nggak ada salahnya kan," jawab Andi santai.
"Minta aja sendiri deh ke Agis langsung," kata Kania kemudian meninggalkan Andi di kantin.
Keesokan harinya Andi terus meminta nomor ponsel lewat Kania, sudah 1 minggu Andi terus merengek pada Kania supaya diberikan nomor ponsel Agistha. Akhirnya Kania menyerah dan memberikan nomor ponsel Agistha pada Andi. Ada rasa bersalah didalam lubuk hati Kania, ia berharap Agistha tidak marah kepadanya dan Andi tidak menyakiti Agistha.
Setelah mendapat nomor ponsel Agistha malam harinya Andi menghubungi Agistha lewat telepon, awalnya tidak Agistha tanggapi, namun lama kelamaan Agistha merespon Andi. Karena Andi sering mengirimnya pesan perhatian pada Agistha membuat hati Agistha tersentuh.
"Apakah aku jatuh cinta?" tanya Agistha dalam hatinya.
2 bulan kedekatan Andi dan Agistha membuat Agistha yakin kalau ia sudah jatuh cinta pada Andi. Walaupun setiap di sekolah Agistha maupun Andi hanya bertegur sapa lewat senyuman saja. Berbeda dengan Andi, ternyata diam-diam dia juga punya teman dekat wanita lainnya.
Hingga suatu hari, Agistha memergoki Andi sedang menggandeng tangan perempuan didepan kelasnya, bercengkrama terlihat sangat bahagia. Disitu hati Agistha terasa sakit sekali. Tak jauh dari tempat Agistha berdiri, Kania juga ada disana sedang ikut melihat dua sejoli sedang jatuh cinta, tapi wanita yang bersama Andi bukan Agistha. Membuat Kania semakin merasa bersalah. Kania pun mendekati Agistha.
"Agis, aku minta maaf. Kalau saja dulu aku gak ngasih nomor kamu ke dia pasti kamu gak ngerasain sakit hati kayak gini," ucap Kania lirih yang ikut merasakan sakit hati yang dialami sahabatnya itu.
"Tak apa Kania, mungkin dengan kejadian ini aku bisa belajar untuk lebih menghargai hatiku lagi dan tidak mudah luluh pada laki-laki. Aku justru berterima kasih sama kamu, karena membuat aku sadar berharap pada manusia adalah patah hati yang disengaja, dan itu benar adanya," kata Agistha tersenyum namun air matanya tak bisa membohongi bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja.
Semenjak kejadian itu Agistha jadi sulit dekat dan di dekati laki-laki.
Flashback off
__ADS_1
Agistha dan Kania pun langsung pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan Agistha hanya diam saja, tak ada sepatah katapun yang keluar. Kania tak ingin mengganggu Agistha, karena Agistha tipe orang yang introvert. Jadi Kania membiarkan saja sampai Agistha merasa lebih baik, nanti juga Agistha akan bercerita dengan sendirinya.
Bersambung..