
"Kania ada apa dengan dirimu?" tanya Riko, mereka baru saja mendarat di bandara kota Jakarta dan sekarang sedang menuju apartemen Riko.
"Nafasku sesak sekali kak," jawab Kania dengan nafas yang tersengal-sengal membuat Riko menjadi panik.
"Cepat lajukan mobilnya ke rumah sakit sekarang!" perintah Riko pada anak buah Rukman yang sedang menyetir mobil.
Tak lama sampailah mereka di salah satu rumah sakit terbesar di kota Jakarta. Kania di gendong ala bridestyle oleh Riko dengan tergopoh-gopoh masuk ke dalam pintu masuk IGD.
"Suster tolong cepat tangani adik saya!" teriak Riko dan kemudian 2 orang suster langsung bergerak.
"Silahkan rebahkan pasien disini pak," ucap salah satu suster tersebut dan yang lainnya memanggil dokter.
Tak lama dokter pun masuk ke ruang IGD untuk memeriksakan kondisi Kania, sedangkan Riko diluar bersama 4 orang anak buah Rukman.
~Kediaman Andre
"Sial! bisa-bisanya Kania kembali kesini! pasti ada orang yang sengaja membantunya!" ucap Andre bermonolog dengan emosi yang sudah tak terelakkan lagi saat anak buahnya memberitahukan keberadaan Kania saat ini.
Andre pun langsung menghampiri mbah Goro di kediamannya. Akal sehatnya sudah tidak bisa berpikir dengan baik, yang Andre inginkan saat ini hanya ingin melihat keluarga Vino hancur.
__ADS_1
Saat tiba di kediaman mbah Goro, Andre mencari kesana dan kemari namun tidak menemukan keberadaan mbah Goro.
"Mbah! dimana mbah!" teriak Andre menelusuri setiap ruangan rumah mbah Goro.
Namun ada satu yang belum Andre lihat yaitu ruangan semedi milik mbah Goro yang tidak boleh ada orang yang memasukinya kecuali dirinya sendiri. Dengan sedikit menahan amarahnya, Andre mencoba membuka perlahan pintu tersebut. Namun mbah Goro telah lebih dulu mengetahuinya.
"Sedang apa kamu diruanganku!" tegas mbah Goro menepuk baru Andre tiba-tiba dari belakang membuat Andre terkejut setengah mati.
"Astaga! mbah mengagetkanku saja," ucap Andre sambil mengelus dadanya.
"Ada apa kamu kemari?" tanya mbah Goro.
"Mbah ada yang membantu anak saya kembali ke sini, bukankah itu berbahaya untuk kita? saya meminta bantuan mbah Goro malam ini karena menurut saya malam ini adalah malam yang tepat untuk membuat keluarga Vino hancur," jelas Andre dan mbah Goro pun mengangguk.
"Baik, akan ku kerjakan malam ini juga," jawab mbah Goro sambil mengelus jakunnya.
"Kalau bisa buat anaknya Vino, Reza juga celaka supaya hartanya langsung pindah ke tangan saya," kata Andre dengan mata yang membulat sempurna.
~Andara Corp.
__ADS_1
Setelah menjemput Agistha tadi ke sekolahnya. Reza tak langsung pulang karena ada berkas penting yang harus segera ia tanda tangani, mengingat Riko sedang menjemput Kania ke Samarinda.
Malam mulai larut, di kantor hanya ada cleaning service yang masih membersihkan ruangan. Reza turun ke lobby dengan perasaan yang tiba-tiba tidak enak. Ia lalu memutuskan untuk segera pulang.
Didalam perjalanan Reza merasa begitu mengantuk, tak biasanya ia sudah mengantuk padahal masih pukul 9 malam.
Dengan hati-hati Reza mengendarai mobilnya, namun rasa kantuknya begitu besar. Hingga di persimpangan jalan dia begitu tersentak saat matanya melihat seperti seseorang yang akan menyebrang.
Reza langsung membanting stir ke arah pohon.
BRAAAKKK
Reza tak sadarkan diri, kepalanya mengalami benturan yang sangat kencang walaupun memakai seatbelt. Beruntung ada beberapa warga yang lewat, mereka langsung menghampiri mobil Reza yang hampir meledak. Dengan dibuka paksa pintu mobilnya warga berhasil menyelamatkan Reza sedangkan mobilnya hangus terbakar.
Reza langsung dilarikan ke rumah sakit yang sama dengan tempat Kania dirawat. Saat mobil ambulance terparkir di depan pintu masuk IGD, Riko yang masih menunggu Kania di periksa tak sengaja melihat seseorang yang terluka parah keluar dari mobil ambulance tersebut.
"Reza!" pekik Riko sambil mengusap wajahnya kembali kemastikan kalau itu benar Reza, ternyata ia tak salah lihat.
Riko langsung menghampiri Reza. "Za! bangun Za, ada apa sama lo! kok bisa kayak gini Za!" ucap Riko yang seketika menangis melihat Reza dipenuhi luka dikepalanya.
__ADS_1
Riko langsung menghubungi orang tua Reza dan juga keluarga calon istrinya.
Bersambung..