
"Mih, kok Agis lama banget ya ke makannya. Udah hampir 1 jam loh ini," ucap Reza pada Yusti.
"Kamu sih bohongin dia, ngambek kan jadinya. Perempuan itu hatinya sensitif, bisa-bisa rasa percayanya padamu bisa berkurang loh," kata Yusti mengompori Reza.
"Ih mamih jangan dong! tapi Reza sih gak masalah kalau Agis hanya ngambek. Yang Reza khawatirkan, tau sendiri Agis mata batinnya udah kebuka lagi. Reza takut Agis kenapa-kenapa mih," imbuh Reza membuat Yusti mengerutkan kedua alisnya.
"Kenapa-kenapa gimana maksud kamu Za?" tanya Yusti penasaran.
"Waktu Reza koma, Reza merasa saat Agis menemui Reza, Agis merasa ketakutan mih. Dan dia selalu menyebut nama om Andre. Reza ingin memeluk Agis tapi rasanya jauh sekali mih," jelas Reza membuat mamihnya tercengang.
"Apa kamu sudah tau soal kebangkrutan perusahaan Andre Za?" tanya Yusti serius.
"Belum mih, masih diselidiki sama Riko ngomong-ngomong si Riko kemana mih kok belom kesini sih!" kata Reza sedikit kesal.
"Tadi waktu mamih baru sampai, Riko juga baru sampai katanya mau ke kamar rawat Kania dulu, kan Kania udah bisa pulang hari ini Za, kamu tau gak? masa ya si Riko bawa bucket bunga mawar gede banget, mamih curiga sama gelagat Riko ke Kania Za," kata Yusti sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Oh ya mih? kenapa feeling aku bilang kalau Riko punya perasaan sama Kania ya mih, ah yasudahlah nanti tanya langsung aja ke Riko sama Kanianya mih," ucap Reza terkekeh.
"Ya mamih sih gak apa-apa, apalagi kalau Riko juga masih single terus Kania kan udah gak punya orang tua, jadi kalau emang Riko orang yang tepat buat Kania kenapa enggak? iya kan?" tanya Yusti dan Reza hanya menganggukkan kepalanya.
TOKTOKTOK (suara ketukan pintu)
"Assalamualaikum," ucap Agistha dan Rachima saat masuk ke kamar rawat inap Reza.
"Waalaikumsalam," jawab Reza dan Yusti bersamaan sambil menoleh ke arah pintu.
"Eh jeng baru sampai?" ucap Yusti pada Rachima sambil cipika-cipiki.
__ADS_1
"Iya jeng, tadi Agis telepon katanya Kania sore ini udah bisa pulang jadi aku kesini deh," jawab Rachima tersenyum.
"Za gimana keadaan kamu sekarang?" tanya Rachima pada Reza yang sedang duduk bersandar di ranjangnya.
"Ada yang pura-pura amnesia mah," celetuk Agistha sambil menatap tajam ke arah Reza.
"Pura-pura amnesia?" tanya Rachima bingung.
"Iya tadi Agis udah nangis-nangis pas mas Reza gak kenal sama Agis, eh taunya dia bilang sama dokter dia baik-baik aja gak amnesia sama sekali, huh! menyebalkan," jawab Agistha sambil mengerucutkan bibirnya membuat Reza tertawa lepas karena Agistha terlihat menggemaskan.
"Maaf calon istriku, karena aku terlalu mencintaimu," ucap Reza membuat pipi Agistha merona dan salah tingkah.
"Mas Reza ih bikin Agis malu aja," kata Agistha menundukkan kepalanya.
"Kok malu sih?" tanya Reza memasang wajah sepolos mungkin.
"Tau ah!" jawab Agistha kemudian langsung pergi ke ruang tamu di kamar Reza tersebut.
"Kamu sih Za usil banget jadi orang!" sahut Yusti membuat Reza hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Sudah, Agis tuh kalau marah gak bisa lama. Nanti juga baik sendiri kok anaknya," ucap Rachima membuat Reza sedikit lega hatinya.
"Oh iya mah, tadi Agis gak cerita apa-apa kan ke mamah?" tanya Reza pada Rachima.
"Cerita soal?" tanya Rachima memastikan.
"Soal yang dia lihat mah," jawab Reza.
__ADS_1
"Oh, tadi sih dia mama lihat biasa saja. Dan kelihatan lebih tenang. Ya, walaupun mamah tahu pasti banyak yang Agis lihat disini," jawab Rachima.
"Syukurlah mah, Reza hanya takut Agis merasa gak tenang jiwanya," ucap Reza lirih.
"Tenang Za, sekarang Agis udah lebih bisa mengendalikan dirinya kok gak seperti dulu. Bahkan kemarin ia cerita, saat mau menemuimu malah ia melihat sosok Andre yang sedang berusaha masuk ke ruang ICU dengan wajah yang penuh dendam," jelas Rachima membuat Reza dan Yusti tercengang.
"Oh ya mah? Astagfirullah, mungkin urusan soal perusahaan om Andre masih ada yang belum tuntas sepertinya mah. Nanti aku coba tanyakan pada Riko," kata Reza.
"Ngomong-ngomong papih sama papah pada kemana? kan ini hari minggu gak mungkin ke kantor bukan?" tanya Reza.
"Tadi papah Rukman janjian sama papih Vino ke rumah ustadz Fahri, mau ngomongin soal om Andre,Za," jawab Rachima dan Reza pun hanya mengangguk.
"Ya sudah kalau begitu, aku sama Agis mau ke kamar rawat Kania dulu ya Za, jeng," pamit Rachima.
"Iya jeng, oh iya Riko minta tolong suruh ke sini ya," ucap Yusti.
"Oke jeng, assalamualaikum," ucap Rachima.
"waalaikumsalam," jawab Reza dan Yusti bersamaan.
Rachima pun berjalan menemui Agis yang masih di ruang tamu sibuk bermain game.
"Agis ayok antar mamah ke kamar rawat Kania," ajak Rachima dan Agistha pun menyimpan ponselnya kembali kedalam tasnya.
"Mamih, Agis keluar dulu ya," ucap Agistha dari depan pintu.
"Gak pamit sama Reza nak?" tanya Yusti terkekeh.
__ADS_1
"Nanti aja mih," teriak Agistha lalu menutup pintu dan pergi dari kamar rawat Reza.
Bersambung...