Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 60 : Mengasingkan


__ADS_3

"Mas emangnya Andi mau dibawa kemana ?" tanya Agistha penasaran.


"Ke tempat yang membuatnya menjadi lebih baik lagi calon istriku," jawab Reza santai.


Mendapat jawaban dari Reza Agistha pun langsung terdiam dan tidak banyak bicara lagi. Tiba-tiba ponsel Agistha berbunyi.


"Mamah telepon mas, aku angkat dulu ya," ucap Agistha dan dijawab anggukkan oleh Reza.


"Assalamualaikum mah, ada apa?" ucap Agistha saat menjawab telepon Rachima.


"Waalaikumsalam, Agis kamu dimana? apa sudah jalan pulang?" tanya Rachima.


"Agis sudah pulang mah tapi sama mas Rezamau diajak ke suatu tempat dulu, maaf ya mah Agis pulangnya telat," jawab Agistha.


"Iyasudah kalau begitu, hati-hati dijalan ya, mamah tutup teleponnya, assalamualaikum," ucap Rachima.


"Iya mah, waalaikumsalam," jawab Agistha kemudian memutuskan sambungan teleponnya.


~Kediaman Navanka


"Jeng, Agis lagi sama Reza katanya mau ke suatu tempat dulu, jeng Yusti mau nunggu atau bagaimana?" ucap Rachima setelah menutup telepon Agistha dan bertanya pada Yusti.


"Oh gitu, yasudah aku mau langsung pulang saja ya jeng, mungkin mereka masih sibuk menyelesaikan masalah Andre," jawab Yusti menghempaskan nafasnya pelan.


"Iya sepertinya begitu jeng, tadi saja mas Rukman berangkat pagi sekali bareng dengan Agis, kita doakan saja ya semoga masalah nya bisa selesai hari ini dan kita bisa segera melangsungkan pernikahan anak-anak kita," ucap Racima lembut.

__ADS_1


"Iya jeng aamiin, yasudah aku pulang dulu ya jeng, Kania tante pulang dulu ya kamu cepet sehat biar bisa sekolah lagi," pamit Yusti pada Rachima dan Kania.


"Iya tante makasih ya," ucap Kania.


"Sama-sama, assalamualaikum," kata Yusti tersenyum.


"Waalaikumsalam," jawab Rachima dan Kania bersamaan.


Yusti pun pergi meninggalkan kediaman Rachima. Sementara Kania di cek kembali suhu badannya oleh Rachima.


"Alhamdulillah sudah mulai stabil, Kania jangan mandi dulu ya cuci muka saja sama sikat gigi terus ganti baju ya nak, mamah mau ke kamar sekalian mandi juga," ucap Rachima.


"Iya mah, makasih ya udah ngerawat aku," ucap Kania sambil memeluk Rachima dan Rachima pun membalas pelukan Kania dengan penuh kasih sayang walaupun bukan ibu kandung tapi Kania merasa sangat di cintai oleh Rachima seperti anak kandungnya sendiri.


~Navanka Corp.


"Syukurlah, semoga para pengkhianat itu segera mendapat gajarannya, dan tinggal malam ini kita harus bisa meringkus Diani di apartemennya," ucap Rukman.


"Saya telah menyiapkan pasukan dari Mabes Polri sebagai backup kita pak, berjaga-jaga jika ada penggunaan senjata dalam penggrebekan kita," lanjut Gigih.


"Baiklah, terimakasih informasinya Gih, silahkan lanjutkan pekerjaan kamu," ucap Rukman kemudian Gigih keluar dari ruangan Rukman.


~Apartemen Diani


Diani mendapat kabar bahwa identitasnya sudah diketahui oleh target selanjutnya yaitu keluarga Navanka membuat Diani tidak tinggal dan langsung menghubungi suaminya Mr. Snov.

__ADS_1


"Beib, bantu aku nanti malam aku akan di tanggap oleh polisi karena ulahku dulu kepada Andre," ucap Diani dengan nada manja pada Mr. Snov di sambungan teleponnya.


"Tenang saja baby, aku akan selalu membantumu, kamu cukup diam saja di apartemen milikmu ya," jawab Mr. Snov santai karena dia berpikir tidak ada cara lain yang bisa mengalahkannya kecuali dengan cara halus.


~Ponpes Al-Kahfi


Mobil yang ditumpangi Reza, Agistha dan juga Andi telah sampai di kediaman ustadz Fahri. Andi terbangun masih setengah sadar. Tangannya di borgol layaknya sebuah tahanan.


"Dimana aku! aku mau pulang!" teriak Andi dari dalam mobil.


Andi pun di seret paksa untuk keluar dari mobil. Ustadz Fahri mendengar keributan dihalaman ponpes nya langsung keluar rumah. Dilihatnya ada Reza dan juga Agistha.


"Assalamualaikum ustadz," ucap Reza dan Agistha bersamaan.


"Waalaikumsalam, ada apa nak Reza?" tanya ustadz Fahri.


"Tapi sebelumnya mari kita bicara didalam saja, tidak enak kalau banyak yang lihat, mari masuk," sambung ustadz Fahri mengajak Reza dan yang lainnya masuk ke dalam rumahnya.


"Begini ustadz, ini Andi orang yang berusaha mengganggu Agistha. Dan saya kesini untuk mengasingkannya, karena tidak mungkin saya memasukkannya ke dalam penjara, maka menurut saya lebih baik saya bawa dia kesini supaya dia bisa mendapatkan ilmu agama yang benar," jelas Reza saat semuanya sudah berkumpul di ruang tamu.


"Bagus nak, pemikiranmu tepat, insyaallah saya berusaha untuk memperbaiki jiwanya kembali dan membimbingnya selama berada diponpes ini seperti para santri lainnya," ucap ustadz Fahri membuat Reza dan Agistha bernafas lega.


Sedangkan Andi menatap ustadz Fahri seperti tidak suka. Karena didalam jiwa Andi sudah tertanam sebagai budak roh jahat oleh keluarga Mr. Snov. Andi pun dibawa ke ruang pribadi ustadz Fahri didampingi Reza dan juga Agistha sedangkan orang-orang suruhan Reza menunggu di luar untuk berjaga-jaga.


Ustadz Fahri begitu susah payah mengeluarkan yang berada didalam jiwa Andi, dan akhirnya dengan seizin Allah, Andi berhasil dibersihkan kembali dan masuk ke dalam asrama khusus para santri di ponpes ini.

__ADS_1


Setelah selesai, Reza dan Agistha serta yang lainnya pun akhirnya pamit pulang ke rumah.


Bersambung..


__ADS_2