
~SMK Betari
Agistha dan Kania baru saja sampai di sekolahnya. Sebelum ke kelas, mereka pergi ke kantin terlebih dahulu.
"Kania, aku lagi pengen makan bubur ayam ibu kantin nih," ucap Agistha membuat Kania tercengang.
"Yaampun Agis, bukankah tadi di rumah sudah habis nasi goreng 1 piring? sekarang masih lapar?" tanya Kania tidak percaya dan Agistha mengangguk cepat.
"Agis kan kamu mau nikah nanti kalau gaunnya gak muat gimana?" tanya Kania berbisik pada Agistha.
"Iya juga ya, aku mau beli jus aja deh," jawab Agistha langsung berubah pikiran.
"Gitu dong, kalau kekenyangan kamu bisa gak fokus belajar nanti loh," kata Kania menakut-nakuti.
"Iya Kania makasih ya udah ingetin aku," ucap Agistha sambil menepuk-nepuk bahu Kania.
Setelah dari kantin, mereka pun pergi ke kelas. Beberapa menit kemudian pelajaran pun dimulai. Semua murid di kelas Agistha sangat fokus dan tertib saat mengikuti pelajaran.
"Sekarang ulangan ya, coba tasnya ditaruh di depan kelas semuanya dan ponselnya juga di taruh di meja saya, sekarang!" tegas ibu Surita yang mendadak mengadakan ulangan saat setengah jam sebelum pelajarannya berakhir.
"Pastikan dimeja kalian hanya ada alat tulis, yang sudah selesai bisa langsung istirahat," lanjut bu Surita.
Semua murid di kelas Agistha hanya memasang wajah pasrah, kecuali Agistha dan Kania . Keduanya terlihat santai, karena semenjak Kania tinggal di rumah Agistha semangat belajar keduanya pun meningkat. Apalagi Agistha yang sering mengajarkan dan menerangkan pelajaran yang mudah dimengerti oleh Kania.
Saat semuanya telah sibuk mengerjakan soal essay dari bu Surita. Tanpa sengaja Agistha dan Kania pun berdiri bersamaan dengan santainya.
"Hei kalian saling contek ya? kok bisa samaan selesainya?" tanya bu Surita tidak percaya.
Agistha dan Kania pun saling bertukar pandang.
"Maaf ibu, sepertinya ibu telah suudzon pada kami, buktinya kami memang tidak saling menyontek," ucap Agistha mantap. Namun tatapan bu Surita seolah masih tak percaya.
"Coba sini ibu lihat jawaban kalian, jangan kelur kelas sebelum saya menyuruhnya," perintah bu Surita, lalu Agistha dan Kania pun maju ke depan menghampiri meja bu Surita kemudian menyerahkan hasil ulangan mereka.
Bu Surita melihatnya dengan teliti. Ia begitu tercengang dengan jawaban Agistha maupun Kania. Walaupun inti isi jawaban mereka sama namun dari cara menjawab mereka berbeda. Dan akhirnya Agistha maupun Kania diperbolehkan untuk keluar kelas untuk beristirahat.
__ADS_1
"Huft, bisa juga keluar kelas cepet. Aku udah lapar banget Kania," ucap Agistha sambil mengempaskan nafas kasar.
"Iya sama, ke kantin yuk ah," ajak Kania.
🌾🌾🌾
Agistha dan Kania telah duduk di kursi yang kosong dan sudah memesan makanan serta minuman.
"Hai Agis, boleh gabung gak?" tanya Andi yang tiba-tiba duduk disebelah Agistha.
"Banyak kursi yang masih kosong kali," jawab Kania jutek sedangkan Agistha hanya terdiam tidak menghiraukan Andi.
"Agis nanti pulang bareng aku yuk," ajak Andi namun Agistha tidak menanggapi sama sekali.
"Kania pergi yuk, males banget disini. Selera makanku sudah hilang," ajak Agistha dan Kania pun mengangguk lalu berdiri dari kursinya.
"Sial! dia menghindar dari gue! Awas aja nanti anak pemilik sekolah ini akan bertekuk lutut sama gue," kata Andi dalam hatinya sambil mencibik.
Flashback on
"Andi kok lo putusin gue sih! gue tuh udah sayang banget sama lo selama 2 tahun ini, gue udah ngasih segalanya sama lo sekarang lo tega mutusin gue, gue mau lo tanggung jawab! kalau gue hamil bagaimana?" ucap Cahya dengan air mata yang terus mengalir di pipinya sedangkan Andi hanya bersikap acuh pada Cahya.
Cahya adalah wanita yang dilihat Agistha 2 tahun lalu yang bermesraan dengan Andi. Saat itu Andi sengaja memilih Cahya karena Cahya anak dari pejabat tinggi di Navanka Corp. dan mengabaikan Agistha.
"Sorry Cahya," ucap Andi kemudian pergi meninggalkan Cahya yang masih menangis.
Andi baru mengetahui Agistha pemilik sekolah ini saat melihat Agistha tengah makan malam bersama Rachima dan Rukman di restoran yang sama sebelum Andi bertemu dengan Cahya.
Flashback off
"Bu, ini uangnya ya makanannya buat yang lain aja ya," ucap Agistha sambil memberikan uang pada ibu kantin dan pergi.
"Eh Gis kamu ngerasa aneh gak sih sama si Andi, tiba-tiba dia ngedeketin kamu lagi," kata Kania saat mereka sudah berjalan jauh dari Kantin.
"Iya aku juga ngerasa aneh, seperti ada maksud terselubung. Biarin aja deh selama dia gak berbuat nekat denganku Kania," jawab Agistha santai karena tak mau ambil pusing.
__ADS_1
"Eh udah bel masuk yuk ke kelas," ajak Kania saat mendengar bel masuk.
Jam pelajaran pun dimulai. Setelah beberapa jam akhirnya pelajaran selesai semua murid pulang ke rumah masing-masing karena jadwal bimbel masih longgar.
"Kania, aku ke toilet dulu ya," pamit Agistha dan Kania pun mengangguk kemudian mengikuti Agistha ke toilet.
Beruntungnya toilet ramai karena jam pulang sekolah. Setelah selesai dengan urusannya, Agistha dan Kania pun pergi menuju parkiran melewati lobby. Tiba-tiba Andi dari belakang langsung menarik tangan Agistha dan mencengkram tangan Agistha.
"Aw! sakit Andi!" pekik Agistha berusaha melepaskan genggaman tangan Andi.
Sekuat tenaga Agistha masuk ke dalam lobby namun usahanya gagal hingga Kania mengigit lengan Andi begitu kencang.
"Shit! lu cantik-cantik kayak drakula sih main gigit lengan orang aja!" pekik Andi melepaskan cengkramannya pada Agistha.
Dengan gerakan cepat, Agistha dan Kania berlari masuk ke dalam lobby. Sehingga sampai depan lobby mereka seperti orang dikejar hantu dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Gila itu cowok! udah gak waras kayaknya Gis," ucap Kania kesal.
"Makasih ya Kania," ucap Agistha yang masih mengatur nafasnya.
"Iya sama-sama," jawab Kania.
Agistha berdiri dan merapihkan baju seragamnya begitupun Kania. Saat melihat ke depan lobby ternyata mobil Reza sudah terparkir dengan rapih.
"Kania, itu bukannya mobil mas Reza," ucap Agistha sambil menepuk bahu Kania.
"Iya Gis, bukannya mas Reza masih dirawat ya? kok ada disini sih?" tanya Kania sambil berpikir.
Reza pun turun dari mobilnya dan membawa sebuah bucket bunga mawar yang di simpan di belakang tubuhnya berjalan dengan santai menghampiri Agistha, memakai baju casual yamg membuatnua terlihat sangat tampan.
Semua siswi yang berada di parkiran sekolah pun begitu terpukau melihat Reza.
"Mas Reza," sapa Agistha saat Reza sudah berada di hadapannya.
"Hai, ini buat kamu," sapa Reza sambil memberikan bucket bunga mawar tersebut.
__ADS_1
Bersambung..