Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 88 : Gosip Pagi Hari


__ADS_3

~Kediaman Andara


Gemercik air hujan mengiringi pagi pengantin baru yang masih tertidur pulas di tempat tidur mereka. Agistha pun terbangun lebih dulu, ia berusaha menggerakkan tubuhnya namun dikunci oleh lengan Reza yang melingkar di pinggangnya yang ramping.


Dengan hati-hati Agistha melepaskan pelukan Reza namun ternyata Reza sudah bangun lebih dulu. Reza pun dengan cepat menarik Agistha kembali dalam pelukannya.


"Aw! mas," pekik Agistha.


"Aku kira masih tidur, taunya sudah bangun," kata Agistha dalam hatinya.


"Diamlah sayang, biarkan seperti ini sebentar saja. Kalau kamu banyak bergerak, kamu bisa membangunkan yang dibawah," ucap Reza yang masih enggan membuka matanya.


"Mas, aku mau mandi. Nanti waktu shubuh terlewat sayang," rengek Agistha.


"Baiklah lebih baik kita mandi bersama saja ya, kalau kamu tidak mau aku akan tetap memelukmu seperti ini," kata Reza santai sambil mengeratkan kembali pelukannya.


"Iya baiklah mas, ayok," ucap Agistha pasrah.


Sesampai dikamar mandi, keduanya pun melanjutkan kegiatan panas dipagi hari dibawah guyuran air dari shower. Walau Agistha masih terasa perih di bagian intinya karena ulah Reza, namun lama-kelamaan dirinya begitu sangat menikmati setiap sentuhan Reza. Alhasil tubuh Agistha pun sangat lemas.


1 jam kemudian, Reza dan Agistha pun keluar dari kamar mandi dan langsung bergegas untuk sholat shubuh. Beberapa menit kemudian, Agistha telah rapih dengan seragam sekolahnya. Walaupun tubuhnya tidak bisa dipungkiri sangat lelah sekali, namun sekarang sudah kelas XII jadi tidak boleh ada absen yang tertinggal.


"Sayang tolong pakaikan dasiku dong," ucap Reza sambil memberikan dasinya pada Agistha.


"Iya mas," jawab Agistha.


Dengan telaten, Agistha memakaikan dasi untuk Reza.


"Sayang masih sakit gak itunya?" tanya Reza lembut.


"Sedikit," jawab Agistha tersenyum.


"Apa gak sebaiknya hari ini libur dulu sekolahnya? biar aku temani dirumah," tanya Reza pada Agistha.


"Bahaya kalau seharian berdua sama mas Reza, bisa-bisa besok beneran gak bisa jalan ini," kata Agistha dalam hatinya.


"Aku sekolah saja mas, toh hanya tinggal beberapa bulan lagi lulus, jadi gak boleh ada absen biar tidak mempengaruhi nilaiku," jawab Agistha tersenyum manis.


"Baiklah kalau ada apa-apa langsung telepon aku ya," ucap Reza dan Agistha pun mengangguk.

__ADS_1


"Sudah rapih, tampan sekali suamiku," ucap Agistha sambil memeluk Reza dan Reza pun membalas pelukan Agistha.


Keduanya pun langsung keluar kamar dan menuju ruang makan untuk sarapan.


"Pagi mih, pih," ucap Reza dan Agistha bersamaan saling berpegangan tangan.


"Pagi," jawab Yusti dan Vino bersamaan.


"Ayok sarapan dulu, Agis makan yang banyak ya mamih tau kok semalam kamu sedang berjuang karena Reza," ledek Yusti sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Agistha.


Agistha langsung terkesiap saat mendapat kedipan mata dari mamih mertuanya. Ia pun langsung tersipu malu.


"Oh iya tadi pagi mamih dapat telepon dari mamahmu, dia bilang kalau papah Ruknan sudah siuman dan sudah dipindahkan ke kamar rawat inap," ucap Yusti.


"Alhamdulillah, aku bisa bernafas lega sekarang mih," jawab Agistha tersenyum begitupun dengan Reza.


"Mih nanti sebelum ke butik kita ke rumah sakit terlebih dahulu ya dan sepertinya aku mau menemani Rukman karena rencana Rachima kan hari ini akan sidak sekolah dadakan," ucap Vino pada Yusti.


"Iya pah mamih juga lagi malas menyetir mobil sendiri, nanti minta diantar pak Uus saja kalau begitu," kata Yusti dan Vino pun mengangguk.


"Za, Riko mana kok belum datang?" tanya Yusti pada Reza, belum sempat Reza menjawab Riko pun datang bersama Kania.


"Waalaikumsalam," jawab Reza, Agistha, Yusti dan Vino bersamaan.


"Agis, kok kamu gak bilang pulangnya kesini sih, sepi banget tau dirumah," ucap Kania merajuk sambil berjalan menghampiri Agistha.


"Maaf ya, kemarin dar kantor polisi capek banget. Eh karena jarak dari kantor polisi ke sini lebih dekat jadi pulang ke sini aja deh," ucap Agistha menjelaskan pada Kania dan Kania pun mengerti.


"Kania, Riko kalian sudah sarapan belum?" tanya Vino dan Kania serta Riko pun menggeleng bersamaan.


"Ayok sarapan dulu ya nanti keburu telat," ajak Vino dan mereka pun sarapan bersama.


Setelah sarapan mereka pun berangkat bersama dengan tujuan yang berbeda.


~RS Kartika Betari


"Pak, setelah sarapan jangan lupa diminum obatnya ya, supaya lekas pulih," ucap dokter saat telah selesai memeriksakan kondisi Rukman.


"Baik dok, terima kasih," ucap Rukman dan dokter pun membungkukkan tubuhnya kemudian pamit dari kamar rawat Rukman.

__ADS_1


"Pah, kemarin mamah sudah bilang pada Vino untuk menemani papah hari ini dan dia setuju karena mamah mau sidak dadakan ke sekolah pah biar tidak terjadi lagi kejadian seperti pak Johan kemarin," jelas Rachima.


"Iya mah tidak apa-apa, yang penting mamah tetap hati-hati ya. Apa perlu ditemani Maresha selama mamah sidak dadakan?" tanya Rukman membuat Rachima berpikir sejenak.


Maresha adalah kuasa hukum keluarga Navanka dan juga asisten Rachima untuk urusan pendidikan dan juga usaha ritel milik Navanka.


"Boleh pah, nanti mamah telepon Maresha. Karena seinget mamah 2 hari yang lalu mamah dapat kabar kalau anak Maresha yang nomor 2 sedang sakit," jawab Rachima.


"Yasudah dipastikan terlebih dahulu ya mah, papah gak mau kalau mamah ke sana sendirian," ucap Rukman khawatir dan Rachima pun tersenyum sambil menggenggam tangan Rukman.


"Papah tenang saja ya, semuanya akan kita lewati sama-sama. Sekarang papah harus pulih terlebih dahulu, biar kita selalu sama-sama menikmati masa tua kita dan melihat anak cucu kita dewasa kelak," kata Rachima mencoba menenangkan Rukman.


"Oh iya, aku telepon Maresha dulu ya pah," ucap Rachima kemudian mengambil ponselnya yang berada di atas nakas. Maresha pun setuju karena kondisi anak bungsunya sudah pulih. Dan akan segera menjemput Rachima ke rumah sakit. Setelah Rachima memutuskan sambungan teleponnya, tiba-tiba ada suara ketukan pintu kamar.


TOKTOKTOK (suara ketukan pintu)


"Sebentar ya pah," ucap Rachima kemudian turun dari tempat tidur Rukman untuk membukakan pintu kamar.


"Assalamualaikum," ucap Yusti dan Vino bersamaan sambil membawa buah tangan untuk Rukman.


"Waalaikumsalam," jawab Rachima dan Rukman yang sedang berada di tempat tidurnya.


"Ayok masuk, kalian baru sampai?" ajak Rachima kemudian bertanya pada Yusti dan juga Vino.


"Iya jeng, semalam Reza sama Agis menginap dirumah jadi tadi berangkatnya barengan," jawab Yusti membuat Rachima mengerutkan kedua alisnya.


"Jeng tau gak, semalam Reza sama Agis abis menikmati malam pertamanya loh, sebentar lagi kayaknya kita bakal punya cucu setelah Agistha lulus sekolah," bisik Yusti membuat Rachima membulatkan matanya dengan sempurna.


"Oh ya? ngomong-ngomong seminggu lagi Agis ulang tahun ke 18, kita kasih kejutan apa ya jeng?" tanya Rachima yang membawa Yusti ke ruang tamu didalam kamar tersebut. Sedangkan Vino menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istri dan besannya kemudian memilih menemani Rukman didalam kamarnya.


"Ibu-ibu pagi-pagi sudah gosipin anaknya saja," ucap Vino.


"Rukman bagaimana keadaanmu sekarag? sudah lebih baik?" tanya Vino yang langsung duduk di sofa.


"Alhamdulillah Vino sudah membaik, bagaimana kemarin? perusahaa kita sudah aman kah?" jawab Rukman kemudian bertanya pada Vino.


"Aman kok tenang saja, Rivaldi dan Devi sudah berada di penjara sekarang dan perusahaan mereka resmi ditutup pemerintah," jawab Vino santai.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2