Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 55 : Failed Romantic Dinner


__ADS_3

Agistha memarkirkan mobil Reza tepat didepan gerbang kediaman Reza. Terlihat Yusti dan pak Uus supir Reza sedang mondar mandir dipenuhi kegelisahan.


TINTINTIN (Agistha membunyikan klakson mobil)


Yusti dan pak supir pun menoleh ke arah gerbang. Satpam rumah Reza pun langsung membukakan gerbang.


Sreeeet, setelah gerbang terbuka Agistha langsung menancapkan pedal gas dan melajukan mobilnya.


"Alhamdulillah sampai juga," ucap Agistha setelah menghentikan mobil Reza.


"Mas Reza ternyata tertidur," ucap Agistha memandang lekat wajah Reza lalu terukir sebuah senyuman di sudut bibir Agistha.


"Jangan terlalu lekat nanti aku bisa tak tahan Agis," kata Reza tiba-tiba membuat Agistha terperanjat menjauh dari Reza.


"Ma-mas udah bangun?" tanya Agistha gugup sambil menggaruk lehernya yang tak gatal.


"Hahaha wajahmu menggemaskan sekali sih, aku udah bangun sejak di depan gerbang tadi karena kamu membunyikan klakson mobilnya sangat keras sekali," jawab Reza tertawa sambil mencubit hidung Agistha.


"Aw! sakit mas ampun," pekik Agistha dan Reza pun melepaskan cubitannya.

__ADS_1


DOKDOKDOK (suara gedoran kaca mobil)


"Mamih, pak Uus," ucap Reza dan Agistha bersamaan.


Keduanya pun keluar dari mobil.


"Loh kok Agis yang nyetir Za? kamu gak kenapa-kenapa kan? Agis mamih baru tahu ternyata kamu bisa nyetir mobil nak," tanya Yusti khawatir sambil memegang wajah Reza dan Agistha bergantian.


"Mih jelasinnya didalam ya, sakit kepala Reza kambuh mih," jawab Reza sambil memegangi kepalanya.


Mereka pun masuk ke dalam. Reza merebahkan tubuhnya di sofa ruang keluarga.


"Agis minta tolong ambilkan obat Reza di dalam nakas samping ranjang ya," ucap Yusti dan Agistha pun mengangguk kemudian pergi ke kamar Reza.


"Jadi begini kamar Reza, nyaman sekali," ucap Agistha bermonolog kemudian dia pun ingat langsung mencari obat Reza. Setelah dapat Agistha turun ke bawah menemui Reza di ruang keluarga.


"Mas ini kamu minum obat tapi belum makan malam," ucap Agistha sambil duduk di sebelah Reza.


"Iya Za lebih baik kamu makan dulu ya," imbuh Vino yang baru saja tiba dari kamarnya.

__ADS_1


"Biar aku yang ambilin ya," sahut Agistha dan Reza pun mengangguk.


Sementara Agistha mengambil makan di dapur, Vino dan Yusti begitu penasaran apa yang telah terjadi pada Reza dan Agistha. Namun Vino maupun Yusti tidak bisa memaksakan karena kondisi Reza saat ini sedang tidak baik.


Yusti pun menghampiri Agistha di dapur dan menyuruh bibi untuk mengantarkan makan malam untuk Reza.


"Agis mamih mau tanya masih penasaran nih, kok bisa tadi kamu yang nyetir ?" tanya Yusti tida sabaran.


"Jadi awal kami berangkat, kami tidak tau dan entah siapa yang menyetir. Kami kira pak Uus ternyata setelah kami sadar tidak ada orang di dalam mobil. Tiba-tiba kami sampai di sebuah hutan dan sebuah rumah yang sangat kumuh sekali. Awalnya dalam pandangan kami itu restoran yang sudah mas Reza booking, setelah aku tersadar ternyata restoran yang kami maksud masih lumayan jauh dari lokasi kami berada. Untungnya aku dengan refleks langsung mengambil alih mengemudikan mobil mas Reza mih," jelas Agistha membuat Yusti semakin penasaran.


"Sepanjang jalan mas Reza terus berteriak kesakitan di bagian kepalanya, tapi feeling aku bilang lebih baik dibawa ke rumah dan tidak tahu kenapa aku gak yakin kalau dibawa ke rumah sakit. Apa ini masih ada hubungannya dengan om Andre ya mih?" sambung Agistha dan bertanya pada Yusti.


"Oh jadi seperti itu, tadi mamih sampai memarahi pak Uus karena mamih kira Reza menyetir mobilnya sendiri dan sewaktu kalian berangkat juga papih tidak melihat jelas orang yang mengendarai mobilnya juga. Besok mamih dan papih akan ke rumah ustadz Fahri mungkin aja beliau bisa bantu kita. Mamih juga akan mengajak papah dan mamahmu. Lebih baik sebelum larut malam, kamu pulang diantar pak Uus ya sayang," ucap Yusti panjang lebar.


"Tapi pakaian sekolah dan bukuku bagaimana mih?" tanya Agistha.


"Agis sebelum kamu pulang makan malam dulu ya disini, oh iya nanti setelah kamu makan, tasnya akan diambilkan oleh bibi," jawab Yusti dan Agistha pun menurut.


Setelah selesai makan , Yusti pun menyuruh bibi untuk mengambil tas dan pakaian Agis di kamar tamu.

__ADS_1


"Kita ke ruang keluarga dulu yuk," ajak Yusti dan Agistha pun mengangguk.


Bersambung ..


__ADS_2