Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 58 : Fakta Orang Tua Andi


__ADS_3

~Navanka Corp.


Suasana perusahaan begitu genting karena ada yang hampir membobol sistem keamanan perusahaan. Rukman pun diminta untuk segera ke perusahaan.


"Gih, bagaimana apa kamu sudah dapat informasi yang saya suruh kemarin?" tanya Rukman yang baru saja tiba di kantor.


"Sudah pak, dia bekerja sebagai komisaris ketiga di Navanka Corp. cabang Kalimantan. Namanya Sudarso Heriawan dan istrinya bernama Sumiarti. Menurut info yang kongkret, dialah yang berusaha membobol sistem keamanan perusahaan kita pak, beruntungnya scanner pusat langsung bisa membacanya dan membatalkan pembobolan itu," jelas Gigih dan Rukman pun geram.


"Kerahkan orang-orang kita untuk menangkap Sudarso dan keluarganya yang terlibat, jangan sampai mereka lolos dan berikan pemecatan secara tidak terhormat untuknya, berani-beraninya dia menyentuh keluarga Navanka dengan tangan kotornya itu," ucap Rukman dengan amarah yang sudah menguasai dirinya.


~Andara Corp.


"Za, kamu sudah sehat?" tanya Vino saat melihat Reza sudah masuk ke kantor hari ini dan menemui Vino diruangannya.


"Sudah pih, bagaimana langkah kita selanjutnya?" jawab Reza kemudian bertanya pada Vino.

__ADS_1


"Papih sudah mengerahkan orang-orang kita untuk penangkapan Diani malam ini sesuai saran dari ustadz Fahri kemarin. Dan papih dapat info dari Rukman bahwa ayahnya Andi yang merupakan anak angkat Diani itu telah mencoba melakukan pembobolan sistem keamanan Navanka Corp.," jawab Vino membuat Reza berpikir keras.


Tiba-tiba ponsel Vino berdering, ada panggilan masuk dari nomor tak dikenal. Vino pun mengangkatnya namun sama sekali tak ada jawaban. Vino menyimpan nomor tersebut sebagai dugaan dan bisa jadi bukti kedepannya.


~SMK Betari


Pagi ini Kania tidak masuk sekolah karena semalam tubuhnya demam. Agistha pun berangkat ke sekolah bersama Rukman.


"Laras, Kania izin gak masuk hari ini ya dia sakit," ucap Agistha menghampiri Laras.


"Sakit apa emangnya Gis?" tanya Laras.


Semua murid pun duduk di kursi masing-masing karena bel masuk telah berbunyi. Pak Johan masuk ke dalam kelas untuk memberikan pengarahan UKOM.


"Asaalamualaikum semuanya, langsung saja ya. Saya disini ingin memberitahukan bahwa UKOM akan dilaksanakan minggu depan," kata pak Johan sedangkan semua murid pun langsung terkejut sambil membulatkan matanya tak terkecuali Agistha.

__ADS_1


"Biasa aja terkejutnya! jadi selama UKOm berlangsung, tidak boleh ada yang absen diusahakan semuanya dalam keadaan sehat, dan saya akan memberikan selembaran ini kepada kalian yang isinya tata tertib UKOM serta peralatan yang harus kalian bawa," sambung pak Johan kemudian memberikan satu persatu ke semua murid di kelas Agistha.


"Pak ada bocoran gak pengujinya dari mana?" tanya Rika pada pak Johan.


"Sedikit saja ya, pengujinya seorang pengusaha sukses dari perusahaan ternama di kota ini," jawab pak Johan membuat para murid mulai menebak-nebak sendiri.


"Sudah dapat semuanya?" tanya pak Johan.


"Sudah pak!" jawab semua murid.


"Ya sudah silahkan dilanjut pelajarannya, saya permisi, assalamualaikum," ucap pak Johan kemudian pamit dari kelas Agistha untuk masuk ke kelas lainnya.


Tiba-tiba Agistha mencium wangi seperti kejadian malam itu dan saat di kantin. Agistha mengintip ke arah jendela dengan pelan-pelan, matanya langsung membulat dengan sempurna.


"Andi!" pekik Agistha.

__ADS_1


Agistha langsung ke kursinya, pikirannya berkecambuk menerka-nerka tentang apa maksud Andi malam itu. Tak lama guru pun masuk ke dalam kelas Agistha untuk memulai pelajaran hari ini.


Bersambung..


__ADS_2