Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 45 : Bertambah Anggota Keluarga


__ADS_3

Rukman baru saja sampai dikediamannya, langsung menuju kamar.


"Mah, aku pulang. Kamu dimana ?" ucap Rukman saat masuk ke kamarnya tidak menemui keberadaan Rachima.


"Ada apa pah? aku baru selesai mandi," jawab Rachima seraya keluar dari kamar mandi yang sudah memakai piyamanya menghampiri Rukman kemudian Rachima mencium punggung tangan Rukman.


"Aku kira kemana, oh iya tadi alhamdulillah masalah Andre sudah dibereskan mah. Tinggal kita mencari orang yang bernama Diani," ucap Rukman.


"Diani? seperti tidak asing pah namanya," kata Rachima.


"Apa kamu mengetahui sesuatu tentang Diani?" tanya Rukman serius.


"Dulu pernah ada temen arisanku yang membawa kabur uang arisan ituloh pah, kalau gak salah dia itu temen SMP ku dulu," jawab Rachima mulai mengingat-ingat kembali.


Flashback on


4 tahun yang lalu, sekumpulan ibu-ibu sosialita sudah berada di salah satu ruangan di restoran mewah dengan jamuan yang sangat menggiurkan.


"Jeng kumpulin jeng uanganya," ucap nyonya Merry.


"Sini biar aku saja yang pegang uangnya," kata Diani sambil mengambil uang dari tangan 7 orang ibu-ibu yang berada di sana dan menjadi 8 orang dengan Diani. Rata-rata usianya sama seperti Rachima.

__ADS_1


Para ibu-ibu termasuk Rachima pun mengeluarkan uang 5juta rupiah.


"Semuanya jadi 40juta ya jeng," ucap Diani setelah menghitunh ulang uang arisannya.


"Yuk dikocok kira-kira siapa yang dapat ya," kata nyonya Linda.


"Sebelum dikocok, sebaiknya kita makan dulu ya jeng jeng," usul Diani dan semuanya pun ikut menyetujui usul Diani.


Saat semuanya sedang asik makan, diam-diam Diani keluar ruangan dan pergi begitu saja.


"Ayok jeng jeng sekarang kita ngocok ya," ucap nyonya Siska.


"Wah iya jeng kemana ya, ya ampun masa iya dibawa kabur sih ini," kata nyonya Merry.


"Biar saya yang lihat ke luar restoran ya jeng siapa tau ada yang lihat keman perginya Diani," usul Rachima.


Rachima pun mencari ke toilet, sekitar restoran, taman serta parkiran namun keberadaan Diani tidak ada disana. Rachima bertanya pada pelayan restoran ternyata Diani telah pergi beberapa menit lalu dengan jemput oleh seseorang di depan restoran.


Rachima begitu tercengang mendengarnya. Ia pun memutuskan untuk kembali kepada teman-temannya didalam.


"Jeng, gawat! Diani pergi tadi kata pelayan restoran sini, Diani pergi dijemput dengan seseorang di depan restoran," ucap Rachima sedikit panik.

__ADS_1


Uang sebanyak 5juta mungkin hanya sedikit bagi mereka. Namun mereka tidak menyangka kalau Diani tega membawa uang arisan tersebut. Mereka sengaja untuk mengadakan arisan ini untuk menyambung tali silaturahmi, namun sekarang Diani malah mengkhianati pertemanan mereka.


Akhirnya mereka pun mengikhlaskan uang yang dibawa kabur Diani dengan syarat tak ingin menerima Diani lagi sebagai teman mereka.


Flashback off


"Oh iya mah aku ingat, apa mungkin yang dulu menjemput Diani itu Andre ya mah?" tanya Rukman.


"Entahlah pah, semoga saja keberadaan Diani cepat ditemukan ya pah, dan kasusnya cepat selesai. Kasian Andre dialam sana masih penasaran," jawab Rachima merasa tak tega dengan Andre.


"Iya kita doakan saja semoga Andre bisa mendapat ketenangan dialam sana ya mah," ucap Rukman.


"Aamiin pah," jawab Rachima.


Rukman pun mandi setelah itu sholat berjamaah dengan Rachima, Agistha dan Kania. Setelah selesai sholat, mereka lu. makan malam bersama.


"Kania, sekarang tak usah sungkan ya dengan mamah maupun papah karena sekarang kamu juga anak perempuan kami sama seperti Agis," ucap Rukman disela-sela makannya.


"Iya pah, makasih banyak ya," kata Kania tersenyum tulus.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2