Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 62 : Hilang Kendali


__ADS_3

~Mansion Mr. Snov


Mr. Snov merasa frustasi setelah ia tau Diani atau Belinda telah berhasil di ringkus polisi.


"Sial! siapa yang membantu mereka untuk hal halus seperti ini? sepertinya dia bukan orang sembarangan!" racau Mr. Snov kemudian ia kembali tersenyum.


"Masih ada Andi, ya dia pasti bisa menggagalkan mereka," sambung Mr. Snov.


~Ponpes Al-Kahfi


Andi yang sedang tertidur pulas di pondok khusus santri laki-laki seketika langsung terbangun dan matanya berwarna merah. Ia berjalan keluar dari pondok tersebut dengan gaya tubuh seperti harimau yang akan menerkam mangsanya.


Suami dari Kalila yang baru saja pulang dari masjid melihat Andi yang berjalan merangkak langsung tercengang.


"Bukakah itu Andi santri baru yang tadi sore? kenapa dia seperti orang kerasukan?" tanya suami Kalila bermonolog.


Kemudian ada 2 orang santri laki-laki yang juga baru keluar dari masjid.


"Akhi, bisa temani saya menghampiri santri yang di sana?" tanya suami Kalila pada 2 orang santri tersebut sambil menujuk ke arah Andi.


Kedua santri tersebut langsung tersentak kaget.


"Astaghfirullah ustadz, dia sepertinya kerasukan ayok kita bantu dia ustadz," ucap salah satu santri tersebut.

__ADS_1


Dan mereka pun menghampiri Andi yang sudah hampir mendekat ke gerbang Ponpes. Dengan cepat kedua santri itu memegang masing-masing tangan Andi.


Sontak, Andi langsung mengarahkan tatapan yang sangat tajam kepada kedua santri itu. Suami Kalila dengan sebisa mungkin mengeluarkan arwah yang ada di tubuh Andi.


Ustadz Fahri merasa lega sekarang Rukman dan Vino telah berhasil menangkap Diani. Namun saat ia sedang ingin masuk ke kamar untuk beristirahat, ia mendengar suara gaduh di halaman Ponpes. Ustadz Fahri pun melihat keluar melalui jendela, dirinya begitu tercengang melihat Andi yang hilang kendali.


Ustadz Fahri pun akhirnya keluar rumah.


"Ada apa ini Emil?" tanya ustad Fahri pada menantunya.


Kemudian Emil pun menceritakan apa yang ia lihat tadi sampai akhirnya Andi hilang kendali seperti ini.


"Mari ajak masuk ke dalam rumah saja," ajak ustadz Fahri dan mereka pun masuk kedalam kediaman ustadz Fahri.


"Jangan halangi saya! mereka semua harua mati! kamu pasti yang sudah membantu mereka!" kata Andri dengan suara serak dan menujuk ustadz Fahri.


"Saya adalah peliharaan Snov, saya harimau putih yang sudah lama sekali membantu Snov, anak ini punya hutang budi dengan Snov jadi dia harus membayar hutangnya dengan keluarga Snov sekalipun dengan nyawanya!" ucap Andi yang sudah dikuasai roh jahat.


"Lebih baik kamu pergi ke alammu! tempatmu bukan disini!" tegas ustadz Fahri.


"Siapa kamu! beraninya menyuruhku! jangan berani menghalangi anak ini!" teriak Andi yang semakin memberontak.


Semua santri pun keluar dari kamarnya karena mendengar suara gaduh dan berkumpul di halaman Ponpes tersebut.

__ADS_1


"Semuanya kita bantu doa ya, bacakan surah Al-Fatihah berulang-ulang ya," kata ustadz Fahri mengarahkan para santrinya.


Dengan penuh keyakinan ustadz Fahri dan juga ustadz Emil berusaha mengeluarkan semua ruh yang berada di tubuh Andi. Hampir 1 jam mereka bergulat karena bukan hanya 1 ruh namun ada 500ruh yang berada di dalam tubuh Andi.


"Alhamdulillahirrobbil'alamin," ucap ustadz Fahri sambil mengusap wajah Andi, dan Andi pun pingsan karena kelelahan.


"Santri laki-laki minta tolong dibawa ke kamarnya ya, nanti saya akan menyusul," ucap ustadz Fahri dan 3 orang santri laki-laki pun mengangkat Andi dan membaringkannya di kamarnya.


"Umi, minta tolong buatkan teh manis hangat dan bubur ya nanti langsung temui abi di kamarnya Andi," ucap ustadz Fahri kepada istrinya.


"Baik abi," jawab istri ustadz Fahri kemudian masuk ke dalam rumah untuk membuatkan teh manis hangat dan juga bubur.


Ustadz Fahri pun bersama ustadz Emil pergi ke kamar Andi.


"Sungguh malang nasib anak ini ya Mil, dia harus menjadi pion atas kejahatan yang begitu keji," ucap ustadz Fahri saat sudah berada di kamar Andi sambil memandangi wajah Andi.


~Mansion Mr. Snov


Keadaan Mr. Snov begitu mengenaskan, tubuhnya membiru seperti habis di pukuli dan juga darah yang mengalir di telinga serta hidungnya. Saat ini masih belum ada yang menyadari keadaan Mr. Snov di ruangan pribadinya.


~Mabes Polri


Kini Rukman dan Vino baru saja sampai di Mabes Polri. Diani pun langsung dibawa ke dalam sel tahanan khusus karena ia telah terjerat pasal berlapis dari mulai penipuan, pembunuhn berencana serta kekerasan yang dilakukan kepada Andi.

__ADS_1


Kali ini keluarga Navanka maupun Andara bisa bernafas lega, berhubung sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Maka mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.


Bersambung..


__ADS_2