Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 23 : Masih Prasangka


__ADS_3

~Kediaman Navanka


TOKTOKTOK (suara ketukan pintu)


ceklek.


"Agis ayok sarapan sebentar lagi Reza pasti jemput," ajak Rachima.


"Iya mah, Agis pakai sepatu dulu ya," ucap Agistha dan dijawab anggukkan oleh Rachima.


Setelah Agistha telah rapih kemudian mereka pun turun ke bawah menuju meja makan.


"Agis kepalamu masih pusing?" tanya Rukman saat semuanya telah berkumpul di meja makan.


"Sedikit pah, ini seperti ada yang sengaja melakukan ini padaku," jawab Agistha.


"Sengaja? kok kamu bisa tau kalau ini sengaja?" tanya Rachima khawatir.


"Semalam aku bermimpi bertemu dengan kak Alika dan Alfian, mereka bilang aku harus lebih hati-hati dengan Kania, terus juga mereka bilang kalau Kania itu adalah anak dari dalang semua ini," ucap Agistha dengan polosnya.


"Nanti mamah coba ke komite sekolah untuk minta identitas Kania, memangnya selama ini kamu gak tau orang tua Kania itu siapa?" ucap Rachima.


"Enggak mah, pah. Aku bersahabat dengan Kania gak mau mencampuri kehidupan pribadinya, tapi seinget aku dia pernah cerita kalau orang tuanya bercerai beberapa tahun belakangan ini, aku gak pernah nanya sih pah kenapa orang tuanya bercerai," jelas Agistha.


"Kalau anak dalang dibalik semua ini berarti dia anaknya Andre omnya Reza?" tanya Rukman mencoba memahami mimpi pada anak gadisnya semalam.


"Assalamualaikum," ucap Reza yang telah berada di ruang makan.

__ADS_1


"Waalaikumsalam," jawab Rachima, Rukman dan Agistha.


Reza mencium punggung tangan Rukman dan Rachima.


"Siapa pah yang anaknya om Andre?" tanya Reza pada calon papah mertuanya.


"Agis cerita semalem Alika dan Alfian masuk ke dalam mimpinya, Agis bilang mereka memperingatkannya harus hati-hati dengan Kania, karena dia adalah anak dari dalang semua ini," jelas Rukman membuat Reza tercengang.


"Za, kamu sudah sarapan?" tanya Rachima mencairkan suasana.


"Sudah mah, Agis ayok berangkat," ajak Reza kemudian Agistha bangun dari duduknya dan menyambar tasnya.


"Agis sama mas Reza berangkat ya mah, pah assalamualaikum," kata Agistha dan mereka berdua pun pergi setelah mencium punggung tangan Rukman dan Rachima.


~Dalam mobil


"Agis, kamu merasa aneh gak dengan sikap Kania?" tanya Reza memecah keheningan membuat Agistha mengerutkan kedua alisnya.


"Selama ini orang yang mengetahui kamu memiliki mata batin siapa saja?" tanya Reza kembali.


"Setau aku hanya mamah, papah, kamu, mamih, papih, pelayan rumah, mang Ujang dan Kania," jawab Agistha.


"Mau gak kerjasama denganku?" tanya Reza membuat sorot mata Agistha bertanya-tanya.


"Kerjasama? bagaimana maksudnya?" tanya Agistha.


"Jadi kamu mau atau enggak?" tanya Reza lagi.

__ADS_1


"Ma-mau mas," jawab Agistha ragu.


"Jadi gini 5 hari kan kita akan menikah," belum sempat Reza melanjutkan perkataannya Agistha langsung memotongnya terlebih dahulu.


"Tunggu! menikah? 5 hari lagi? kok mamah sama papah gak bilang aku sih, aku kan belum lulus bukannya tunggu setelah aku lulus?" protes Agistha membuat Reza gelagapan untuk menjawabnya.


"Sabar dulu calon istriku, jadi kemarin sewaktu kamu masih tertidur di rumah ustadz Fahri, papah lah yang memajukan pernikahan kita demi keselamatanmu. Demi kita Agis. Om Andre sudah menggunakan cara yang licik, ia menyuruh seseorang untuk membuka kembali mata batin kamu, dan jalan satu-satunya kita menikah minggu ini. Yang jadi masalahnya, saat kami semua membicarakan soal pernikahan, aku melihat Kania lewat pantulan kaca sedang menguping dibalik pintu kamar," jelas Reza membuat Agistha berpikir keras.


"Lalu Kania selama ini bersahabat denganku karena dia ingin memanfaatkan kesempatan yang dia ketahui soal diriku?" tanya Agistha dengan tatapan yang sulit sekali diartikan.


"Mungkin persahabatan kalian murni dan tulus awalnya sebelum dia tau tentang kamu yang sebenarnya dan tentang aku, apa kamu gak pernah main ke rumahnya?" tanya Reza.


"Dari awal aku kenal dia aku gak pernah main ke rumahnya, dan dia pun gak pernah aku ajak ke rumahku. Tapi waktu ulang tahunku dia ke rumah itu mamahku yang menyuruhnya datang karena dia bilang kalau dia sahabat aku. Aku bahkan jarang cerita apapun kecuali kalau emang penting banget, bahkan dia sendiri yang sering cerita tentang kehidupannya dan aku hanya jadi pendengar yang baik saja," kata Agistha.


"Lalu kita bekerjasama seperti apa?" tanya Agistha.


"Bagaimana kalau hari ini kita ikuti Kania saat pulang dari sekolah, aku hanya ingin memastikan keberadaan om Andre sekarang dimana, setuju?" usul Reza membuat Agistha berpikir keras.


"Baiklah, yang penting sama mas aku mau," jawab Agistha mantap.


"Ehem, kamu gak lagi gombalin saya kan?" tanya Reza pura-pura serius.


"Ih kamu mah, nyebelin," kata Agistha memukul-mukul lengan Reza.


Tak terasa mobil yang Reza kendarai sudah sampai di lobby sekolah Agistha.


"Aku sekolah dulu ya mas, sampai ketemu nanti. Semangat kerjanya hati-hati dijalan ya mas, assalamualaikum," ucap Agistha yang sudah turun dari mobil Reza sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


"Iya semangat juga belajarnya, waalaikumsalam," kata Reza kemudian menutup jendela mobil dan melajukan mobilnya menuju ke kantor.


Bersambung..


__ADS_2