
"Hai Kania, welcome back to our class," ucap semua murid yang sudah hadir di kelas kemudian memeluk Kania.
"Makasih banget Laras, dan semuanya juga," kata Kania tersenyum haru.
Beberapa menit kemudian, pelajaran pun dimulai. Semua murid sangat fokus mengikuti pelajaran hari ini. Karena sekarang bukan saatnya lagi untuk main-main. Kelas XII, dimana menjadi kelas terberat untuk bisa lulus dari sekolah ini.
Pelajaran semakin padat ditambah dengan bimbel serta try out yang akan Agistha dan teman-temannya hadapi terutama ujian akhir. Waktu istirahat pun tiba.
"Kania kantin yuk laper banget nih aku," ajak Agistha sambil memegangi perutnya yang sudah berbunyi.
"Iya sama, ayoklah," kata Kania.
"Gaes, aku mau traktir kalian nih di kantin kuylah," ajak Agistha pada semua teman di kelasnya.
"Asik, ada acara apa nih kita di traktir?" tanya Laras.
"Gak apa-apa, pengen aja. Ayok pesen aja yang kalian pengen nanti aku yang bayar," jawab Agistha dengan senyuman merekah.
__ADS_1
Entah apa yang membuat Agistha ingin mentraktir semua teman dikelasnya. Semuanya pun menuju ke kantin, sampai pas tiba di kantin. Kursi pun langsjng terisi penuh dengan semua teman-teman Agistha.
"Bu soto 1 pakai nasi sama es teh manis."
"Bu ayam geprek pakai nasi sama es jeruk."
"Bu pempek sama es jeruk."
Begitulah sekiranya teman-teman Agistha memesan makan siang mereka. Ada rasa kebahagiaan tersendiri di hati Agistha saat melihat kebahagiaan teman-temannya karena mendapat traktiran dari dirinya.
Setelah selesai, semua teman-teman Agistha pun mengucapkan terima kasih padanya tak terkecuali Kania.
"Hahaha sama-sama Kania, aku juga seneng melihat teman-temanku senang," kata Agistha terkekeh.
"Ngomong-ngomong kamu habis terkena angin surga ya bisa jadi malaikat kayak gini?" goda Kania.
"Apaan sih hahaha enggak tapi aku merasa bersyukur aja mas Reza sudah sadar dari komanya kemarin," jawab Agistha sambil tertawa.
__ADS_1
"Oh jadi seperti itu," ucap Kania. Dan bel masuk pun berbunyi, semua murid kembali masuk ke kelas masing-masing.
Disela-sela pelajaran, tiba-tiba Agistha ingin buang air kecil karena tidak bisa ditahan lagi akhirnya Agistha meminta izin pada guru yang sedang mengajar di jam pelajaran saat ini.
Padahal Agistha paling gak mau ke toilet sendirian karena pasti melihat hal-hal aneh. Sesampai di toilet , Agistha tak lepas dari dzikirnya dalam hati. Suasana toilet sepi, dan hanya dirinya seorang.
Agistha memasuki toilet yang paling dekat dengan kelasnya tersebut sambil membaca doa. Karena tidak tahan Agistha pun masuk kedalam salah satu toilet yang kosong.
Agistha masih tidak menyadari, bahwa saat ia masuk ada sesosok perempuan berambut panjang sedang bercermin. Saat Agistha telah selesai buang air kecil, ia pun membuka pintu. Betapa terkejutnya tepat di hadapannya sosok perempuan tadi berdiri membelakanginya.
Dengan sekuat apapun Agistha mencoba menenangkan dirinya supaya bisa jadi biasa saja. Beruntungnya ada 2 orang murid perempuan yang masuk ke dalam toilet tersebut. Agistha langsung pergi keluar dari toilet menuju ke kelasnya.
"Ya Allah siang bolong gini masih aja bikin kaget, untungnya kuat. Alhamdulillah makasih ya Allah," ucap Agistha bermonolog sepanjang jalan saat akan ke kelasnya.
"Bahagia banget sampai mengucap syukur," ucap seorang laki-laki saat Agistha lewat didepannya.
Agistha memang tidak sadar ada Andi yang sedang berdiri saat Agistha lewat. Seketika langkahnya langsung berhenti sejenak namun tidak menghiraukan ucapan Andi. Agistha pun melanjutkan langkahnya kembali.
__ADS_1
Bersambung..