Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 71 : Malu-Malu Meong


__ADS_3

Setelah menikmati hidangan, para tamu pun satu persatu berpamitan untuk pulang.


"Za, gue mau keluar dulu ya sama Kania, good luck Za udah jadi suami sekarang, dijaga yang bener istri lu," kata Riko terkekeh.


"Kado buat gue ada gak?" tanya Reza santai.


"Yaelah udah punya duit banyak juga masih aja nanyain kado," jawab Riko terkekeh.


"Kado buat lu sama Agis dari gue udah gue taruh di kamar Agis tadi minta tolong sama pelayan," sambung Riko.


"Makasih ya udah dateng Ko dan juga kadonya kalau begitu, semoga segera menyusul sama Kania," ucap Reza.


"Sama-sama Za, aamiin aamiin," kata Riko sambil menepuk bahu Reza.


"Agis selamat ya udah jadi istri, saya mau keluar dulu ngajak Kania jalan," ucap Riko pada Agistha.


"Makasih ya pak Riko, dijagain Kania nya oke," ucap Agistha tersenyum.


"Jangan panggil bapak, panggil Riko aja kan sekarang udah jadi istri bos," jawab Riko terkekeh.


"Udah sana! jangan lama-lama didepan istri gue Ko," kata Reza ketus membuat Riko merengus.


"Iya, selamat ya sekali lagi buat kalian," ucap Riko kemudian pergi dari hadapan Reza dan Agistha.


"Selamat mas Reza dan Agis semoga pernikahan kalian sakinah, mawaddah, warohmah," kata Kania tersenyum tulus tak lupa ia pun memeluk Agistha erat.


"Agis semoga pernikahan kalian bahagia, sekarang gak ada temen belajar lagi kalau malam," kata Kania dipelukan Agistha menangis.


"Sudah jangan menangis, kan kita masih bisa belajar bersama kalau siang hari Kania, lagi pula besok kita UKOM loh," kata Agistha berbisik pada Kania kemudian Kania pun melepaskan pelukannya karena sudah dipanggil oleh Riko.


"Kania ayok, tuh dibelakang kamu sudah mengantre mau memberi selamat pada pengantin baru," kata Riko terkekeh.


"Agis aku pergi dulu ya," pamit Kania pad Agistha dan Agistha pun mengangguk, "hati-hati kalian," kata Agistha.


Acara pun telah selesai, Agistha dan Reza pun berganti baju di kamar Agistha. Reza pun dengan sigap membantu Agistha berjalan ke kamarnya.


Sementara Rachima dan Yusti masih asik berbincang-bincang.


"Jeng setelah ini jeng Yusti masih akan disini atau kembali ke Singapura?" tanya Rachima sambil memakan cemilamnya.


"Mungkin sampai Reza benar-benar sembuh total aku akan disini lagi pula butikku masih belum bisa ditinggal jeng," jawab Yusti.

__ADS_1


"Iya juga sih jeng, oh iya butik kamu kenapa gak diserahin ke Kania aja? aku sering lihat Kania design gaun cantik-cantik loh," kata Rachima antusias.


"Oh iya, hmm.. nanti aku tanya Kania dulu deh mau atau tidaknya jeng," jawab Yusti.


~Ditempat lain


Kania dan Riko sedang menuju ke suatu tempat.


"Mas kita mau kemana sih?" tanya Kania pada Riko, sedangkan Riko hanya menjawab dengan senyumannya.


"Mas ditanya kok malah senyum sih," kata Kania kesal.


"Nanti juga kamu akan tahu sendiri," ucap Riko sambil terus menyetir memperhatikan jalan.


~Kamar Agistha


Agistha dan Reza baru saja memasuki kamar. Perasaan keduanya begitu canggung karena baru pertama kalinya mereka berada dikamar yang sama dan hanya berdua.


Agistha pun duduk di depan meja riasnya, perlahan ia buka hiasan yang berada dikepalanya. Reza melihat Agistha begitu kesulitan ia pun menghampiri Agistha.


"Sini biar aku bantu," ucap Reza membuat Agistha merasa malu.


"Ya Allah jantungku kenapa bedebar lebih cepat begini," kata Agistha dalam hatinya.


"Biar aku saja mas," kata Agistha sambil tersenyum, Reza yang diberikan senyuman yang begitu manisnya membuat dirinya ingin memeluk Agistha saat itu juga namun ia masih tetap harus menahannya.


"Mas, mau mandi sekarang? biar aku siapkan air hangat nya," tanya Agistha malu-malu pada Reza.


"Tapi aku gak bawa baju ganti," jawab Reza.


"Itu disana koper punya siapa mas? punya mas bukan?" tanya Agistha sambil menunjuk ke arah koper yang berada di ruang ganti .


"Oh iya itu punyaku, ah mungkin mamih yang membawanya," jawab Reza sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kamar Agis rapih sekali, memang tidak salah pilih istri kalau begini," kata Reza dalam hatinya saat memasuki ruang ganti yang berada di kamar Agistha tersebut.


Sementara Agistha sedang berada di kamar mandi mengisi bathtub dengan air hangat tak lupa juga menaruh essensial dengan aroma lavender dan mint membuat pikiran menjadi lebih tenang.


"Mas airnya sudah siap, nanti biar aku saja yang membereskan barang-barang mas Reza ke lemari," kata Agistha dari ambang pintu yang menuju ruang gantinya.


Reza pun menoleh dan menganggukkan kepalanya kemudian berdiri lalu menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Oh iya mas handuknya ada di laci bawah wastafel ya," kata Agistha saat Reza belum menutup pintu kamar mandinya.


"Iya istriku," jawab Reza tersenyum membuat pipi Agistha merona memerah dan ia pun menutup pintu kamar mandinya.


Sementara Reza mandi, Agistha langsung membuka kebayanya dan berganti pakaian dengan pakaian rumahan serta menghapus makeupnya. Setelah selesai, Agistha membereskan baju Reza yang berada didalam koper serta memasukkannya ke dalam lemari. Tak lupa Agistha membawa satu stel pakaian serta pakaian dalam untuk dipakai Reza dan ia taruh di atas kasurnya.


Beberapa saat kemudian Reza pun keluar dengan hanya melilitkan handuknya bagian bawah saja membuat Agistha tersentak kaget.


"Aaa!" pekik Agistha sambil menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangannya.


"Yaampun itu roti sobek kenapa pas banget ada di depan mata begini," kata Agistha dalam hatinya dan jantungnya pun berdetak sangat cepat sampai ia harus mengatur nafasnya menjadi normal kembali.


"Kenapa kamu berteriak Agis? kan kita sudah sah jadi suami istri," tanya Reza namun tidak membuat Agistha lepaskan kedua telapak tangannya dari matanya.


"Mas kenapa gak dipakai kimononya?" tanya Agistha yang masih mematung.


"Aku gak biasa pakai kimono setelah mandi, rasanya badanku gatal semua," jawab Reza santai.


Agistha pun dengan cepat pergi ke kamar mandi membuat Reza menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Istri kecilku memang sangat menggemaskan, dia begitu terlihat lebih cantik saat tidak memakai hijab yang biasa ia pakai. Terlihat lebih dewasa dan seksi,' kata Reza dalam hatinya tanpa sadar ada sesuatu yang membuat hasratnya menginginkan lebih.


Reza pun cepat-cepat tersadar dari lamunannya. Ia pun tak ingin Agistha menjadi takut padanya. Reza langsung memakai baju yang telah disiapkan oleh Agistha.


Setelah selesai ia menggantung handuk di rak yang berada di depan kamar mandi. Reza pun duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya.


Beberapa menit kemudian Agistha pun keluar dan sudah memakai pakaian lengkap namun tidak memakai hijabnya.


"Agis sini duduk," ajak Reza sambil menepuk sebelahnya.


Agistha berjalan menghampiri Reza dengan ragu-ragu.


"Apa iya harus hari ini juga? kalau aku hamil masih sekolah bagaimana kata orang nanti? aku masih takut, ya Allah tolong aku," kata Agistha dalam hatinya.


"Mas aku sudah wudhu, apa mas mau sholat berjamaah denganku?" tanya Agistha ragu-ragu saat sudah berada dihadapan Reza.


"Astaghfirullah kita kan belum sholat dzuhur ya, yasudah kamu tunggu sebentar ya aku mau ambil wudhu dulu," kata Reza kemudian berlari ke kamar mandi.


Tak lama Reza pun keluar dari kamar mandi dan sajadah pun sudah terpasang rapih dengan Agistha yang sudah memakai mukenanya tersenyum ke arah Reza.


Reza memakai sarungnya dan mereka pun sholat berjamaah untuk yang pertama kalinya sebagai suami istri. Perasaan Agistha sedikit lega kali ini karena Reza tidak meminta haknya saat ini juga.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2