Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 120 : Teror untuk Agistha


__ADS_3

Reza begitu tersentak ketika ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Reza pun berusaha untuk melepaskan pelukan itu tapi seseorang yang memeluk Reza semakin mengeratkan pelukannya.


"Siapa sih kamu! berani-beraninya memeluk saya seperti ini!" bentak Reza membuat mood nya buruk kembali.


"Tenanglah pak, saya tau bapak merindukan istri bapak yang baru saja melahirkan kan? bahkan bapak tidak bisa menikmatinya. Saya bisa kok membantu bapak," ucap Maria sambil melepaskan pelukannya.


"Astaghfirullah Maria! berani sekali kamu bicara seperti itu kepada saya!" bentak Reza pada Maria namun tidak membuat Maria takut.


Maria semakin mendekatkan tubuhnya pada Reza lalu mengeluarkan ponselnya dan memotret dirinya bersama Reza.


"Apa-apaan kamu sini kembalikan ponsel kamu!" kata Reza yang masih meninggikan nada suaranya berusaha mengambil ponsel Maria.


"Oow, bapak tenang saja ini hanya untuk kenang-kenangan selama bapak disini," ucap Maria.


"Shit! awas saja kalau kamu berani berbuat macam-macam terhadap keluarga saya!" ancam Reza namun tidak dihiraukan oleh Maria. Ia justru langsung keluar dari ruangan Reza.


"Yes berhasil, aku akan kirim ini ke ponsel istrinya," ucap Maria dalam hatinya saat dirinya telah kembali ke mejanya.


🌾


Hari mulai beranjak sore namun Reza masih fokus mencari tahu permasalahan yang begitu fatal saat ini. Reza pun berniat untuk menghubungi Riko namun ponselnya lowbatt.


"Yassalam, aku sampai lupa mambawa charger, satu jam lagi deh aku pulang," kata Reza bermonolog.


Reza pun langsung menyuruh Maria keruangannya untuk memberikan berkas yang 3 jam yang lalu Reza minta. Tak lama Maria pun masuk ke dalam.


Maria tersenyum smirk kepada Reza karena rencananya mulai berjalan dengan mulus. Ia menaruh berkas di atas meja Reza namun tidak mengatakan sepatah katapun dan ia keluar kembali dari ruangan Reza.


~Kediaman Navanka

__ADS_1


Agistha yang baru saja selesai memperhatikan suster memandikan baby Adney, ia meraih ponselnya karena sejak tadi ponselnya berbunyi tanda pesan masuk.


Agistha menyalakan layar ponselnya dann matanya langsung membuat dengan sempurna saat ada nomor baru yang mengirimkan beberapa foto Reza dipeluk seorang wanita yang ia lihat saat videocall tadi.


Perasaab Agistha seketika kacau. Suasana hati seorang wanita yang baru saja melahirkan itu sangat sensitif. Ia pun refleks menjatuhkan ponselnya ke lantai.


Baby Adney yang baru saja tertidur pulas mendengar suara pecahan ponsel Agistha langsung terbangun kembali. Agistha tidak tahu harus bagaimana, hatinya begitu kacau dan pikirannya sedang tidak jernih.


Rachima yang mendengar baby Adney menangis terus menerus langsung masuk ke dalam kamar Agistha tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Sayang ada apa? loh kok ponselmu sampai hancur gini? baby Adney di gendong dulu sayang," tanya Rachima namun Agistha masih berdiri sambil memandang kosong ke depan.


Rachima menggoyang-goyangkan bahu Agistha namun tidak ada respon darinya. Rachima panik, ia pun segera memanggil para asisten rumah tangganya.


Agistha dipapah Rachima untuk duduk di tepi ranjang.


"Ya Allah sayang apa yang telah terjadi denganmu? kenapa kamu bisa seperti ini?" tanya Rachima sambil menggendong baby Adney dan tak lama tangis baby Adney pun berhenti.


"Ya Allah kenapa wanita itu menggoda mas Reza. Semoga mas Reza tidak tergoda ya Allah," ucap Agistha dalam hatinya.


"Mah tadi siang aku videocall dengan mas Reza lalu aku melihat ada seorang wanita yang memakai pakaian seksi, aku melihat ada gelagat aneh dengan wanita itu. Lalu barusan ada yang mengirim foto ke ponselku yaitu foto wanita itu sedang memeluk mas Reza dari belakang. Aku hanya takut mas Reza tergoda mah. Mas Reza bilang kalau dia sekretaris papih di sana," jelas Agistha membuat Rachima tercengang.


"Oh seperti itu, yasudah kamu jangan berpikir macam-macam ya. Mamah yakin kok Reza tidak akan tergoda oleh wanita itu, sekarang lebih baik kamu istirahat ya atau menonton film kesukaan kamu sambil menemani baby Adney tidur. Mamah mau menbicarakan ini pada papah dan juga kedua mertua kamu," ucap Rachima dan Agistha pun mengangguk.


Rachima pun keluar dari kamar Agistha tak lupa menutup pintunya. Sementara Agistha memilih untuk bersholawat supaya baby Adney juga ikut tenang.


Kebetulan Rukman baru saja pulang dari kantor. Rachima langsung menghampiri Rukman dan mencium punggung tangan Rukman.


"Pah ada yang ingin aku bicarakan ini serius," ucap Rachima sambil menarik Rukman ke ruang keluarga dan duduk di sofa.

__ADS_1


"Ada apa sih mah? penting banget ya?" tanya Rukman penasaran.


Rachima pun menceritakan seperti apa yang Agistha ceritakan tadi tanpa ada yang terlewat satupun. Rukman begitu tercengang. Ia pun langsung mengambil ponselnya yang berada di dalam saku jasnya.


Rukman menelepon Vino. Ia menceritakan kembali apa yang telah Rachima ceritakan padanya. Vino sempat terdiam sejenak saat mengingat-ngingat sekretaris pengganti Diani.


"Rukman, seingatku sekretarisku itu sudah aku ganti dengan laki-laki. Kok aku merasa ada yang tidak beres ya. Aku akan menghubungi Riko terlebih dahulu untuk memastikan dan melacak semua data yang ada disana," ucap Vino sebelum mengakhiri panggilan teleponnya.


Rukman tampak berpikir keras, ia juga menyuruh Gigih untuk terus mengecek dan melacak beberapa saham yang bekerjasama dengan perusahaan Vino.


~Kamar Agistha


Sebisa mungkin Agistha terus menenangkan pikirannya. Ia tidak mau berpikiran yang tidak-tidak dengan keadaan suaminya yang jauh disana.


Sampai Agistha tak terasa menangis karena perasaannya semakin tak karuan. Semakin ia berusaha untuk tenang semakin tumbuh kekacauan dalam pikirannya. Seketika ia pun menyesali dirinya sendiri yang tidak bisa mencegah Reza untuk pergi waktu itu.


Tiba-tiba Rachima pun masuk ke dalam kamar Agistha. Ia langsung mempercepat langkahnya menghampiri Agistha yang tengah menangis di tepi tempat tidur.


"Sayang sudah ya jangan menangis nanti baby Adney merasakan apa yang kamu rasakan dan ia ikutan sedih melihat mommy nya sedih seperti ini," ucap Rachima sambil mengelus punggung Agistha.


"Mah kenapa kemarin Agis gak bisa cegah mas Reza, harusnya mas Reza sekarang ada disini sama Agis. Nemeni Agis dan baby Adney. Agis tak tahan mah kalau harus berjauhan dengan mas Reza," kata Agistha sambil menangis tersendu-sendu.


"Iya sayang, papah dan kedua mertua kamu sedang berusaha memperbaiki keadaan dan biar Reza segera pulang. Kamu yang sabar ya, kamu harus kuat. Mamah tahu ini tidak mudah, tapi berusahalah demi baby Adney. Dia itu nyawa kalian. Lihat deh wajahnya yang teduh dan tidak berdosa. Mamah yakin anakmu kelak akan menjadi orang yang hebat," ucap Rachima berusaha mengalihkan kesedihan yang tengah dialami oleh Agistha.


Agistha pun berhenti menangis kala ia melihat lekat wajah baby Adney.


"Benar apa yang dikatakan mamah, Adney kamu adalah nyawa kami. Sejauh apapun kami berpisah, kamulah yang mempersatukan kami," ucap Agistha dalam hatinya sambil menyunggingkan senyum tipis.


Adzan maghrib pun berkumandang, Rachima dan Rukman bergantian untuk sholat dan menjaga Agistha dikamarnya. Dan malam ini Rachima menemani Agistha tidur karena Yusti sudah kembali ke rumahnya karena Vino masih dalam masa penyembuhan.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2