Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 19 : Lamaran (2)


__ADS_3

Para tamu undangan dan kedua keluarga telah berkumpul di ruangan yang telah disiapkan. Reza dengan memakai kemeja biru yang berpaduan dengan songket silver juga membuatnya tampak gagah dan tampan. Reza begitu santai padahal ini acara resminya, ia merasa lebih gugup 1 minggu yang lalu karena hanya dihadiri kedua belah pihak saja.


MC pun membuka acaranya, kemudian sambutan dari Rukman dan Vino, barulah kemudian acara intinya.


"Mas Reza apakah sudah siap melihat calon istrimu?" goda MC itu.


Reza tersenyum dan berkata, "siap."


Keluarlah wanita dengan tinggi semampai dengan menggunakan dress berwarna biru dengan hijab senada namun ditutupi wajahnya.


"Apakah mas Reza yakin ini calon istrimu?" tanya MC itu.


"Bukan! bukan!" kata para tamu bersamaan diakhiri dengan gelak tawa. Sedangkan Reza hanya menggelengkan kepalanya.


"Neng dibuka dong selendangnya," goda MC itu pada si wanita.


Setelah wanita itu membuka selendang yang menutupi wajahnya semua para tamu bersorak sorai. "Tuh kan bukan."


Lalu wanita kedua muncul dengan menggunakan dress biru dengan model yang sama persis dengan kemeja Reza.


"Kalau yang ini mas Reza yakin dia calon istrimu?" kata MC yang terus menggoda Reza.

__ADS_1


"Sepertinya iya!" kata Reza yakin.


"Wih sudah hafal sekali sepertinya mas Reza ini, coba dong neng buka selendangnya," kata MC dengan gaya bicara gemulainya.


Selendang itu dibuka ternyata benar wanita itu adalah Agistha Sellysa Navanka. Reza begitu terkagum-kagum melihat kecantikan Agistha dan Agistha pun tersenyum manis melihat makhluk Tuhan paling tampan di hadapannya.


"Kalau saja hari ini adalah hari pernikahan mungkin sudah aku terkam saat ini juga," batin Reza.


"Tampannya calon suamiku, membuat bibirku tak henti-hentinya tersenyum saat memandangmu," batin Agistha.


Agistha dan Reza sama-masa memegang microfon masing-masing dengan posisi saling berhadapan. Reza memberikan bucket bunga mawar berwarna merah dan pink yang sangat cantik.


"Kita sudah menjalin hubungan kedekatan 6 bulan, sebagimana yang kita impikan bersama khususnya saya. Besar harapan saya bisa menjalin hubungan yang lebih serius dengan Agistha dari sekarang hingga nanti masa tua kita," ucap Reza tulus.


"Atas izin Allah melalui ridho mamah dan papah, insyaallah Agis menerima lamaran mas Reza," kata Agistha dengan mata yang berkaca-kaca, begitu pula dengan Reza hatinya begitu bergetar saat Agistha menjawab kata-katanya.


Semua yang hadir langsung bertepuk tangan ada rasa bahagia di hati kedua orang tua Agistha dan Reza sendiri. Dan cincin pun dipasangkan di jari manis Agistha oleh Reza.


Ditempat duduk Riko sedang berusaha mendekati Kania.


"Ehem, boleh kenalan gak?" sapa Riko dengan mengeluarkan aura ketampananya.

__ADS_1


"Boleh," kata Kania tersenyum.


"Nama kamu siapa? nomor ponsel sekalian ya," kata Riko sambil memberikan ponselnya pada Kania.


"Mas kok baik banget sih ngajak kenalan langsung dikasih ponsel apalagi jadi istri ya," kata Kania polos sambil terkekeh.


"Bu-bukan begitu maksudnya, aku memberikan kamu ponsel karena supaya kamu bisa memasukkan nomor ponselmu ke dalam ponselku," jelas Riko yang sebenarnya gemas karena tingkah Kania.


"Eh hehe baiklah," kata Kania menggaruk lehernya yang tak gatal kemudian mengambil ponsel Riko dan memasukkan nomor serta namanya disana.


"Nih udah," kata Kania dan Riko langsung mengambil ponselnya kembali.


"Jadi nama kamu Kania?" tanya Riko sedikit terkejut.


"Iya memangnya kenapa?" kata Kania sedikit meninggikan suaranya.


"Sepertinya aku mengenalmu, ah tapi mana mungkin," kata Riko sambil mengingat-ingat.


Namun Kania tak menghiraukan Riko dia kemudian pergi ke tempat hidangan yang sangat menggiurkan lidahnya. Di tempat duduk Riko masih berfikir keras.


"Kania? seperti teman masa kecilku dulu yang tinggal di luar kota, tapi apa iya. Ah mungkin nama Kania kan banyak," batin Riko.

__ADS_1


Sedangkan Agistha dan Reza sedang asik menikmati makanan bersama kedua orang tua mereka dengan canda tawa. Tak terasa hari mulai beranjak sore. Semua para tamu yang hadir berpamitan kepada tuan rumah untuk pulang. Begitupun dengan Reza dan kedua orang tuanya.


Bersambung..


__ADS_2