
~Ponpes Al-Kahfi
Setelah Rukman menjemput Rachima setelah makan siang begitupun dengan Vino menjemput Yusti. Kini mereka sudah berada di kediaman ustadz Fahri.
Rukman menceritakan apa yang telah terjadi begitupun dengan Vino. Ustadz Fahri mencoba mencerna apa yang diceritakan Rukman dan Vino.
Ustadz Fahri berdiam sejenak sambil memejamkan kedua matanya. Mencoba melihat dari sisi mata batinnya. Tak mudah jika sudah berurusan dengan mata batin karena mengikatnya bukan kepada Tuhan melainkan kepada makhluk Tuhannya sendiri. Tak heran yang sudah mengikat dan banyak yang ingin melepaskan ikatan itu sendiri tapi sulit. Alhasil, bisa terjadi gangguan pada jiwanya sendiri.
"Lawan kita sekarang seperti keruhun yang sudah berabad-abad tahun lamanya. Tapi jangan khawatir, soal keruhun tersebut bukan salah nenek moyang melainkan kesalahan pada manusia yang menjalankannya saat ini. Orang ini menyalah gunakan sesembahannya untuk kepentingan pribadinya. Snov, iya namanya Snov. Bukan begitu bapak-bapak?" jelas ustadz Fahri kemudian bertanya pada Rukman dan Vino.
"Iya ustadz benar," jawab Rukman dan Vino bersamaan.
"Kapan kalian akan menangkap istrinya snov?" tanya ustadz Fahri pada Rukman dan Vino.
__ADS_1
"Secepatnya ustadz, biar saya persiapkan pasukan terlebih dahulu dan saya mohon bantuannya ustadz supaya tidak terjadi hal-hal yang diluar nalar manusia," jawab Vino.
"Baiklah, insyaAllah saya akan bantu sebisa saya, kalau saran saya lebih baik besok malam, karena yang saya lihat kelemahan keluarga Snov ada di hari itu. Karena Diani adalah istri simpanan Snov maka posisi Diani tidak terlalu berat jika kita mengambilnya. Namun yang saya lihat Snov begitu mencintai Diani, dan anak angkat Diani itu hanya sebagai pionnya saja. Target utama Diani saat ini adalah keluarga pak Rukman, karena usaha pak Rukman jauh diatas Snov. Sepertinya kabar mengenai pernikahan anak-anak kalian juga mulai banyak yang tau apalagi kelebihan Agistha. Jadi kalian harus tetap berwaspada," jelas ustadz Fahri.
"Baik ustadz insyaAllah besok malam kami akan bergerak untuk menangkap Diani dan menjebloskannya ke penjara," ucap Rukman mantap.
"Bagaimana soal kejadian Reza dan Agistha semalam ustadz? apakah ada hubungannya?" tanya Vino penasaran.
"Iya benar sekali, tapi disini saya justru tidak merasa khawatir. Yang saya lihat kini Agistha sudah mengetahuinya terlebih dulu siapa pelakunya. Saya hanya bisa membantu dari jauh. Semoga Agistha yang sekarang bisa menjadi semangat untuknya dan tidak mudah untuk percaya pada orang. Indra penciumannya pun saat ini lebih tajam, dan sudah bisa membedakan mana manusia di dunia asli dan manusia dari dimensi lain tersebut, jadi kalian tenang saja," jelas ustadz Fahri membuat Rukman dan Vino mengangguk mengerti.
Saat ini Riko baru saja sampai di kediaman keluarga Andara karena ada berkas penting yang harus ditanda tangani oleh Reza mengingat Vino sedang ada keperluan mendesak.
"Sore Za," sapa Riko pada Reza yang tengah santai di samping kolam renang rumahnya.
__ADS_1
"Sore, eh Ko. Ada apa kemari?" tanya Reza sambil mengubah posisinya dari tiduran menjadi duduk.
"Ini ada berkas yang harus lo tanda tangani, soalnya tuan Vino sedang ke rumah ustadz Fahri," jawab Riko dan Reza pun mengangguk karena tadi sebelum berangkat Vino memang mampir ke rumah untuk menjemput Yusti.
"Soal permasalahan om Andre apa sudah ada titik terangnya Ko?" tanya Reza serius.
"Tadi setelah gue ngobrol sama bokap lo, dalam waktu dekat ini kita harus segera melakukan penangkapan Diani, sebelum dia pergi dari negara ini," jawab Riko.
"Benar sekali, apa kamu sudah menyiapkan pasukan Ko?" tanya Reza serius.
"Belum Za, tunggu perintah dari bokap lo dulu kan belom pulang orangnya," jawab Reza.
"Ya sudah kalau begitu tunggu papih pulang deh, ini berkasnya," ucap Reza kemudian menyerahkan berkas yang telah ia tanda tangani pada Riko.
__ADS_1
Bersambung..