Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 105 : Sebuah Rumah Baru


__ADS_3

Mobil Reza berhenti di halaman rumah yang sangat mewah dan sejuk. Sejak tadi Reza tidak menjawab pertanyaan Agistha yang selalu menanyakan kemana mereka akan pergi.


"Ayok turun sayang," ajak Reza setelah membukakan pintu untuk Agistha.


"Sayang ini rumah siapa? bagus sekali," tanya Agistha namun tiba-tiba Reza menutup mata Agistha.


"Eh kok ditutup sih, sayang kenapa sih? ih sebel deh," ucap Agistha sambil menghentak-hentakkan kedua kakinya.


"Sudah menurut saja, sini tangannya genggam aku terus ya jangan pernah lepas. Rasakan aku dihatimu, walau duniamu terasa gelap," jawab Reza tersenyum.


"Aih! kenapa kata-katamu terlalu menyentuh hatiku? kamu memang paling bisa deh," pekik Agistha .


Reza pun membawa Agistha masuk kedalam rumah tersebut. Setelah mereka tiba di ruang tamu, Reza melepaskan ikatan penutup mata Agistha.


Mata Agistha langsung membulat dengan sempurna.


"Sayang ini keren sekali dekorasinya, seperti di cafe. Tapi ini rumah siapa?" ucap Agistha kemudian bertanya pada Reza.


"Hemm.. rumah siapa ya," jawab Reza sambil berpura-pura berpikir


Agistha langsung memberikan tatapan tajam kepada Reza. Tiba-tiba dua orang laki-laki pun datang menghampiri Reza dan juga Agistha.


"Permisi tuan, nyonya silahkan duduk untuk mempersingkat waktu karena kami juga sudah ada janji dengan yang lain," ajak salah satu laki-laki tersebut.


Mereka pun duduk, Agistha masih menoleh ke sekeliling ruang tamu tersebut.


"Dengan pak Reza Alfiandara dan bu Agistha Sellysa Navanka?" tanya salah satu laki-laki itu.


"Iya pak benar," jawab Reza.


"Ini surat tanah dan kepemilikan atas rumah ini, dan sesuai keinginan pak Reza sendiri rumah ini sudah kami renovasi ulang dari bangunan awal menjadi bangunan baru, dan furniture pun sudah lengkap sesuai design yang pak Reza kirimkan kepada kami. Dan ini kunci rumah dan juga kunci kamarnya," ucap salah satu laki-laki itu lagi.


"Baik pak terima kasih atas kerjasamanya," kata Reza sementara Agistha masih terdiam dia masih belum menyadari sepenuhnya.


Kedua laki-laki itu kemudian pergi dari rumah tersebut. Setelah kepergian kedua laki-laki itu, Agistha langsung menatap tajam kepada Reza.


Reza merasa mati kutu hanya menggarukkan kepalanya yang tidak gatal.


"Aku bisa jelaskan sayang," ucap Reza sambil memeluk mesra Agistha.


Niat ingin menjelaskan namun Reza malah membawa Agistha ke kamar mereka. Keduanya saling beradu dalam pautan panas. Lama-kelamaan terjadilah hal yang sewajarnya dilakukan oleh sepasang suami istri.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian, Agistha terbangun dan masih tidak berpakaian. Ia pun menggoyang-goyangkan bahu Reza.


"Sayang bangun, bukankah ini sudah sore?" ucap Agistha.


"Iya ya sayang, yuk pakai baju dulu setelah itu kita pulang," jawab Reza kemudian mengajak Agistha.


Tak lama mereka pun keluar dari kamar. Agistha melihat beberapa orang yang ia yakini orang itu dari dimensi lain. Karena mereka hanya berdiam diri dan mematung di beberapa tempat.


Agistha tak menghiraukan itu. Karena ia sadar dirinya sekarang sedang berbadan dua. Jadi ia tak ingin terjadi sesuatu kepada anaknya.


Mereka pun mengunci kembali rumah tersebut tak lupa membawa surat-surat yang tadi diberikan kedua orang laki-laki tersebut.


"Sayang ini rumah kamu?" tanya Agistha yang masih penasaran.


"Rumah kita sayang," jawab Reza santai saat keduanya telah masuk ke dalam mobil.


"Rumah kita?" tanya Agistha memastikan.


"Iya rumah kita, jadi aku beli tuh beberapa bulan yang lalu setelah renovasi vila selesai. Niatku setelah kita memiliki anak, kita akan pindah ke rumah ini," jawab Reza kemudian melajukan mobilnya.


"Bukankah kamu punya rumah?" tanya Agistha.


"Iya tapi itu rumah mamih sama papih, ya walaupun mereka akan tinggal di Singapura tapi sepertinya mereka akan tetap berada disini jika anak kita sudah lahir. Dan aku membeli rumah itu deh. Sebenarnya itu rumah awalnya masih bangunan lama bawaan perumahan disini terus aku bilang sama kontraktornya untuk design ulang ya jadilah seperti itu," jawab Reza menjelaskan panjang lebar.


"Oh ya? kamu melihatnya sayang?" tanya Reza.


Agistha mengangguk cepat, "tapi mereka diam saja dan sepertinya hanya karena rumahnya kosong. Semoga saja tidak ada yang jahil," jawab Agistha.


"Aamiin sayang, masing-masing aja ya dunia kita kan berbeda dengan dunia mereka. Hello my baby apa kamu baik-baik saja?" ucap Reza kemudian mengelus perut Agistha yang masih rata.


"Aku baik-baik aja ayah, aku kuat kok biar bisa ikut lindungi bunda," jawab Agistha sambil menirukan gaya bicara anak kecil.


Keduanya pun tertawa. Sebelum mereka pulang ke rumah, mereka menjemput Kania terlebih dahulu di butik milik Yusti.


~Butik Yusti


"Sayang aku pengen rujak yang disana, kamu duluan aja ya ke dalamnya," ucap Reza sambil menunjuk kearah tukang rujak disamping butik Yusti dan Agistha pun mengangguk.


Agistha masuk kedalam sementara Reza membeli rujak.


"Assalamualaikum," ucap Agistha.

__ADS_1


"Waalaikumsalam, Agis," jawab Yusti.


"Loh mih Kania kemana? kok gak ada ?" tanya Agistha sambil menoleh kekanan dan kekiri mencari keberadaan Kania.


"Kania sudah pulang tadi bersama mamahmu dijemput papahmu sama mang Ujang," jawab Yusti dan Agistha ber oh ria sambil mencium punggung tangan Yusti.


"Reza mana Gis?" tanya Yusti.


"Tuh lagi beli rujak mih," jawab Agistha sambil menujuk ke arah tukang rujak.


"Yaampun kamu yang hamil dia yang ngidam," ucap Yusti sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.


"Kamu gimana ujiannya hari ini? tadi sudah periksa ke dokter Dina?" tanya Yusti kembali.


"Alhamdulillah lancar mih, sudah kok tadi dari dokter terus mas Reza ngajak ngeliat rumah baru kami katanya," jawab Agistha.


"Rumah baru? kan sudah ada rumah, bener-bener si Reza," tanya Yusti sedikit kesal sementara Agistha mengangkat kedua bahunya.


"Aku juga gak tau mih, aku tanya katanya rumah yang dia tempatin sekarang rumah mamih sama papih gitu," jawab Agistha polos.


Reza pun masuk ke dalam butik dengan membawa kantong plastik berisi rujak.


"Assalamualaikum," ucap Reza.


"Waalaikumsalam," jawab Agistha dan Yusti bersamaan.


"Za kamu beli rumah lagi?" tanya Yusti sambil melipat tangan didadanya.


"Hehe iya mih," jawab Reza sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.


"Za kan sudah ada rumah, lagian uangnya bisa kamu simpan untuk kebutuhan lain. Mamih sama papih juga sebentar lagi akan berangkat ke Singapura," ucap Yusti sedikit kesal.


"Iya mih, tapi Reza mau susana baru aja mih," kata Reza santai.


"Kan bisa di renov Za rumahnya yang sekarang, kamu mah benar-benar. Terus kalau nanti kamu pindah, mamih sama papih ke Singapura itu rumah kosong kan mubadzir Za," ucap Yusti mencoba mengatur nafasnya karena kesal terhadap Reza.


Reza hanya terdiam begitupun dengan Agistha keduanya tengah sibuk memakan rujak sementara Yusti masih mencoba menormalkan emosinya. Tiba-tiba Yusti pun ikut memakan rujak tersebut.


"Mih, ngidam juga?" tanya Agistha dan Reza bersamaan sambil menoleh kearah Yusti.


"Mamih juga mau kali, kalian makan rujak gak nawarin mamih," jawab Yusti merasa salah tingkah sambil memakan rujak tersebut.

__ADS_1


Agistha dan Reza saling bertukar pandang kemudian tertawa.


Bersambung..


__ADS_2