
~Kediaman Navanka
Seminggu sudah Reza berada di rumah dan berkumpul dengan Agistha dan juga baby Adney setelah kepergiannya dari Singapura. Hari ini akan diadakan acara aqiqah untuk baby Adney.
Segala persiapan kali ini Agistha yang merancang sendiri sedemikian rupa karena ia tak ingin selalu merepotkan Rachima maupun Yusti. Usia kandungan Kania dan Kalila pun sama-sama sudah memasuki bulan kelima.
Baby Adney sudah rapih dan tampan dengan baju koko dan juga peci. Berat badannya pun semakin bertambah.
"Jagoan daddy yang sholeh, ikut daddy ya," ajak Reza kemudian menggendong baby Adney keluar dari kamar. Sementara Agistha masih bersiap di ruang ganti.
Sesampainya di ruang tamu yang digunakan untuk tempat acara, baby Adney langsung di kerumunin oleh kedua eyang nya yaitu Yusti dan Rachima.
"Please mamih dan mamah, biar Reza saja yang menggendong Adney, okey," ucap Reza namun Yusti dan Rachima hanya mengerucutkan bibirnya.
Reza sangat bangga sekali memiliki penerus untuk perusahaannya kelak. Para tamu pun berdatangan termasuk keluarga ustadz Fahri, Vania dan juga Andi.
Kania ikut menyambut kedatangan tamu.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Mari masuk ustadz, ustadzah, Kalila, Emil, Vania, Andi," ajak Rachima sambil bersalaman dengan mereka secara bergantian.
Agistha yang baru saja hadir di tempat acara langsung ikut bersalaman dengan para tamu.
"Kak Kalila, kemarin diakan 4 bulanan gak sih? aku kok gak ada kabar ya ?" tanya Agistha setelah bersalaman dengan Kalila.
"Tidak Agis, selama 4 bulan kemarin aku mabok parah jadi akhirnya acaranya nanti saja kalau sudah 7 bulan," jawab Kalila dan Agistha ber oh ria.
Acara pun dimulai, suara sholawat bergemuruh di kediaman Navanka. Acara aqiqah baby Adney berjalan dengan lancar.
🌾
1 bulan kemudian
Agistha telah terlepas dari masa nifasnya setela melahirkan. Luka jahitan bekas sesar pun telah mengering sempurna. Reza memberikan perawatan terbaik untuk Agistha supaya Agistha tidak merasakan sakit terlalu lama.
Agistha sudah mulai beraktifitas kembalu tanpa merasakan linu dibagian perut bawahnya. Rencananya siang ini Yusti dan Vino akan kembali ke Singapura.
Vino sudah diminta para pemegang saham untuk segera memegang perusahaan kembali. Agistha yang sedari pagi sudah sibuk mengurus Adney dan juga Reza. Sekarang gantian Reza memegang Adney selama Agistha bersiap-siap.
__ADS_1
"Selamat pagi semuanya," ucap Reza menirukan seolah Adney yang berbicara.
"Pagi, eeh cucu eyang sudah tampan sekali," kata Rachima dan juga Rukman bersamaan.
"Iya dong eyang," jawab Reza seolah Adney yang berbicara.
"Za papih sama mamih kamu jam berapa berangkatnya?" tanya Rachima.
"Awal rencana mereka siang ini, tapi sepertinya jadwal penerbangan mereka diubah mah jadi jam 9 pagi," jawab Reza.
"Kenapa bisa begitu Za?" tanya Rukman.
"Iya soalnya para pemegang saham disana kan melakukan meeting penting pah," jawab Reza.
"Selamat pagi," ucap Agistha yang baru saja menuruni anak tangga.
"Pagi," jawab yang ada di meja makan bersamaan.
"Agis, Kania ikut juga gak ke Bandara? soalnya dari semalam mamah coba telepon dia ponselnya gak aktif," tanya Rachima.
"Ikut mah kemarin siang bilang sama aku, katanya ponselnya eror. Dia belum sempat membelinya lagi karena mas Riko masih sibuk," jawab Agistha dan Rachima pun ber oh ria.
"Ya sudah ayok kalian sarapan lebih dulu sebelum berangkat, sini biar baby Adney mamah yang pegang," ucap Rachima.
Setelah selesai sarapan, mereka pun pergi bersama ke Bandara untuk mengantar Yusti dan Vino. Sepanjang perjalanan Reza dengan tangan hangatnya menggendong Adney, dan Adney pun tampak nyaman saat berada di pelukan Reza.
Beberapa jam kemudian mereka pun sampai di Bandara. Yusti dan juga Vino telah menunggu di ruang tunggu penumpang.
Saat Yusti menoleh, ia melihat Reza yang sedang menggendong baby Adney.
"Pih, Reza dan yang lainnya sudah datang ayok kita hampiri mereka," ajak Yusti sambil menepuk lengan Vino.
"Iya mih, ayok," kata Vino
Keduanya bangun dari duduknya dan berjalan menghampiri Reza dan juga yang lainnya.
"Cucu eyang tampan sekali, sini Za. Mamih pengen gendong Adney," ucap Yusti sambil mengambil Adney dari tangan Reza.
"Jagoan eyang, jadi anak yang sholeh ya. Adney nanti sering-sering main ya ke rumah eyang. Eyang pasti kangen sekali sama Adney," kata Yusti sambil memberikan Adney kecupan lembut yang bertubi-tubi.
"Za, kamu sama Agis harus sering ke rumah kami loh. Apa Adney sama mamih dan papih aja ya? kalian bikin lagi aja yang lebih lucu, biar disana kami gak merasa kesepian," ucap Yusti merengek pada Reza dan Agistha.
__ADS_1
Reza dan Agistha pun saling bertukar pandang sambil tersenyum.
"Assalamualaikum, maaf kami telat," ucap Kania dan Riko yang baru saja tiba di Bandara.
"Waalaikumsalam."
"Iya tidak apa-apa Kania, kalian juga jaga kesehatan ya. Apalagi kamu Kania, jangan terlalu diforsir mengurus butik karena butik sudah ada yang mengelolanya kamu hanya perlu mengawasinya saja ya. Inget baby yang ada didalam perut kamu," ucap Yusti dan Kania pun mengangguk paham.
"Iya tante, siap. Makasih ya tante sudah mempercayai Kania untuk mengurus butik," kata Kania sambil memeluk Yusti yang masih menggendong Adney.
"Abang Adney tampan sekali, tante semakin gemas dengan kamu jagoan," ucap Kania sambil mengecup wajah Adney bertubi-tubi hingga akhirnya Adney menangis karena merasa tidak nyaman.
"Kania, kan jadi nangis. Tante nakal nak, cup cup cup," ucap Yusti dan semuanya pun tertawa. Kania hanya menggaruk lehernya yang tidak gatal.
Adney pun dipindahkan kembali ke tangan Agistha yang sudah tertidur kembali. Yusti dan Vino pun pamit kepada mereka, karena pesawat yang akan mereka tumpangi akan segera take off.
Ada rasa haru dan kehilangan, tapi demi tugas dan tanggung jawab Yusti dan Vino harus mengerjakannya.
🌾
1 bulan kemudian
Usia baby Adney sudah 3 bulan, tumbuh kembangnya pun sangat pesat. Bahkan baby Adney sudah bisa tengkurap sendiri. Agistha dan Reza lebih ekstra dalam menjaga Adney. Keduanya pun telah pindah ke rumah baru mereka yang berdekatan dengan Kania dan juga Riko.
Minggu ini akan sangat padat karena Kania akan mengadakan acara 7 bulanan kehamilannya. Walaupun kali ini tanpa Yusti dan Vino, namun Kania dan Riko menggelar acara tersebut sangat sederhana.
Setelah acara 7 bulanan Kania, keesokan harinya acara 7 bulanan Kalila. Suasana pondok pesantren sangat ramai sekali. Mengingat setela acara 7 bulanan Kalila, keesokan harinya adalah acara pernikahan Andi dan Vania yang digelar cukup sederhana.
Acara 7 bulanan Kalila berjalan dengan lancar. Para tamu yang hadir mengikutinya dengan hikmat.
🌾
Keesokan harinya, hari yang selama kurang lebih hampir 4 bulan ini Andi dan Vania tunggu. Sebuah pernikahan yang sangat mereka idam-idamkan.
Pernikahan yang sederhana namun sangat sakral. Ijab kabul Andi di walikan langsung dengan ayah Vania sendiri yaitu Rivaldi.
Tangis haru dan bahagia mengiringi pernikahan Andi dan Vania. Tak disangka, kedua orangtua Andi pun turut hadir namun masih dalam penjagaan pihak kepolisan.
Rukman sengaja mendatangkan kedua orangtua Andi, karena ia tahu pasti Andi sangat merindukan mereka.
Saat sungkeman, tangis Andi dan Vania pecah. Keduanya bahkan tak sanggup berkata-kata selain kata maaf dan juga terima kasih.
__ADS_1
Acara pernikahan mereka berjalan sangat lancar. Hingga kini akhirnya sudah resmi menjadi sepasang suami istri yang di ridhoi oleh Allah swt.
Bersambung..