Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 74 : Drama di Pagi Hari


__ADS_3

Malam pun semakin larut, semua penghuni di kediaman Navanka pun sudah masuk ke dalam kamarnya masing-masing.


🌾


Keesokan harinya, gemercik air hujan mengiringi pagi ini dengan begitu syahdu. Para pelayan sudah selesai menyiapkan sarapan pagi untuk para tuan dan nyonya.


Kamar Agistha


Sepasang kekasih yang baru saja menghalalkan hubungannya kemarin masih tertidur sangat nyenyak. Suara adzan shubuh berkumandang, Reza terbangun dari tidurnya terlebih dahulu. Dengan perlahan ia melepaskan pelukannya dari tubuh Agistha, kemudian pergi ke kamar mandi untuk bersiap.


Agistha pun terbangun karena mencari guling bernyawanya.


"Kemana mas Reza?" tanya Agistha bermonolog sambil meraba sisi tempat tidurnya dan mendengar bunyi air dari dalam kamar mandi.


"Oh mungkin mas Reza mandi, lebih baik aku persiapkan untuk sholat dan juga baju kantornya," sambung Agistha kemudian bangun dari tempat tidurnya.


Beberapa menit kemudian, Reza pun keluar dari kamar mandu masih menggunakan handuk dan rambut yang masih basah. Dilihatnya Agistha sudah tidak ada di tempat tidur. Ia pun menuju ruang ganti.


"Astaghfirullah!" pekik Agistha saat berbalik badan menabrak dada bidang Reza.


Reza pun hanya terkekeh, "kamu liat suami sendiri seperti melihat hantu saja," kata Reza sambil mengangkat dagu Agistha sementara Agistha hanya tersenyum sambil memperlihatkan barisan giginya yang putih dan bersih.


"Lagian mas bikin aku kaget saja!" imbuh Agistha sambil memukul pelan dada Reza.


Agistha pun hendak keluar dari ruang ganti namun ditahan oleh Reza kemudian Reza pun memeluk Agistha sangat erat.


"Biarkan seperti ini," ucap Reza dalam pelukannya pada Agistha.


"Mas nanti waktu shubuh keburu habis," kata Agistha mengingatkan kemudian Reza pun melepaskan pelukannya dan membiarkan Agistha pergi ke kamar mandi.


Tak lama Agistha pun telah selesai mandinya dan mereka berdua sholat shubuh berjamaah. Setelah selesai sholat, Reza langsung bergegas memakai baju kerjanya karena ia ingat dengan rencananya dengan Riko hari ini.


Agistha pun sama, ia memakai seragam dengan memoles makeupnya sedikit karena hari ini ada UKOM, dimana ujian kejuruan yang menentukan nilai atas kelulusan Agistha.


"Sayang kamu kok makeup sih?" tanya Reza saat dia berdiri tepat dibelakang Agistha.


"Iya mas, hari ini UKOM jadi harus seperti orang kantoran gitu," jawab Agistha sambil merapihkan kembali alat makeup nya.


"Oh gitu, baiklah. Semoga lancar ya UKOM nya, semoga pengujinya tidak lebih tampan dariku," kata Reza dengan percaya dirinya.

__ADS_1


Agistha pun membalikkan badannya berhadapan dengan Reza, dengan cepat ia mencubit perut Reza.


"Yaampun mas, paling pengujinya bapak-bapak yang sudah seumuran papah atau gak papih," kata Agistha sambil mencubit perut Reza.


"Aw aw aw! sakit sayang," pekik Reza kemudian ia menaikkan salah satu alisnya.


"Kalau pengujinya masih tampan sepertiku bagaimana dong sayang, aku gak rela kalau istriku yang cantik ini dilihat orang lain," kata Reza pura-pura merajuk.


"Ya enggaklah sayang, kan aku sudah milikmu," kata Agistha spontan membuat Reza membulatkan matanya dengan sempurna.


"Tunggu! tadi kamu bilang apa ?" tanya Reza menyelidik.


"Apa? aku emangnya bilang apa mas?" jawab Agistha yang bertanya kembali pada Reza.


"Tadi kamu bilang apa? aku kok gak denger sih," jawab Reza pura-pura tidak mengetahuinya.


Agistha pun tersadar kalau ia baru saya memanggil Reza dengan sebutan 'sayang'. Agistha pun tersipu malu.


"Kamu bilang apa tadi istriku?" tanya Reza lembut sambil memajukan wajahnya mendekat ke wajah Agistha. Wajah Agistha pun perlahan mundur ke belakang sambil menggelengkan kepalanya.


Reza semakin jahil, ia terus memajukan wajahnya sampai wajah Agistha begitu merah menahan malu. Saat Agistha hampir terjatuh dengan sigap Reza pun menahan tubuh Agistha.


CUP, kini bibir Agistha dan Reza bersentuhan. Mata Agistha membulat dengan sempurna sedangkan Reza malah menarik tengkuk leher Agistha hingga ia m****** nya namun bibir Agistha masih tertutup rapat karena merasa begitu sangat gugup.


Reza dan Agistha pun melepas pautannya.


"Mengganggu saja," kata Reza dalam hatinya sambil mengempaskan nafasnya kasar.


Sedangkan Agistha langsung menundukkan wajahnya.


"Mas aku bukain pintu dulu ya," ucap Agistha yang masih menahan malu sehingga ia tidak berani menatap wajah Reza.


Sementara Agistha membuka pintu, Reza pun memakai baju kantornya di ruang ganti. Dan di depan pintu ternyata Rachima yang mengetuk pintu kamar Agistha.


"Eh mamah, ada apa mah?" tanya Agistha dengan jantung yang masih berdegub begitu cepat.


"Maaf ya kalau mamah ganggu, mamah cuma mau ngajak kalian sarapan, bukankah hari ini kamu ada ujian kejuruan?" jawab Rachima merasa tidak enak pada Agistha kemudian bertanya.


"Tidak ganggu kok mah, iya nanti Agistha sama mas Reza akan segera turun ke bawah. Iya mah ujiannya mulai jam 7 pagi," kata Agistha.

__ADS_1


"Ya sudah kami tunggu dibawah ya nak," ucap Rachima kemudian pergi dari kamar Agistha.


Agistha pun mengempaskan nafasnya perlahan kemudian ia menutup pintunya. Saat berbalik badan ia begitu terkejut karena wajah Reza hanya berjarak beberapa senti saja dari wajahnya.


"Ma-mas aku mau siap-siap ke sekolah," ucap Agistha menundukkan wajahnya namun Reza langsung mengangkat dagunya.


"Morning kiss sayang," ucap Reza dengan tatapan yang sulit diartikan.


Bibir Reza dan Agistha pun bersentuhan kembali, kali ini Agistha membuka mulutnya dan menikmati permainan Reza.


Ruang Makan


"Jeng, Reza sama Agis beneran lagi siap-siap? kok lama sekali ya," tanya Yusti pada Rachima.


"Namanya juga pengantin baru mih," kata Vino sambil menikmati teh hijaunya.


"Duh Reza! kalau seperti ini dia beneran anak kamu Vin," ucap Rukman tertawa begitu juga Yusti dan Rachima, sedangkan Vino hanya menggaruk lehernya yang tidak gatal.


"Kania, ayok sarapan dulu. Duh cantiknya, kamu kelihatan berbeda sekali Kania," ucap Rachima saat melihat Kania yang sedang menuruni tangga.


"Pagi mah, pah, tante, om," sapa Kania.


"Pagi," jawab Rukman, Rachima, Yusti dan juga Vino bersamaan.


"Oh iya semalem si Riko pulang ya Kania? pulang jam berapa dia?" tanya Yusti memastikan.


"Iya tante, tadinya mau menginap disini tapi gak jadi katanya. Semalem kalau gak salah jam 11 tan," jawab Kania sambil duduk di kursi makannya.


"Agistha sama mas Reza belum turun mah?" tanya Kania sambil mengambil sarapannya.


"Belum, biasalah pengantin baru, malu-malu meong," jawab Rachima dan semuanya pun tertawa.


Kamar Agistha


Cukup lama mereka berpautan hingga keduanya kehabisan nafas. Namun Reza sama sekali tidak memberi jeda. Hingga akhirnya Agistha memukul dada Reza smapai mencubit perutnya untuk mengakhiri pautan mereka.


"Iya iya sayang maaf," ucap Reza saat melepaskan pautannya.


"Sayang nanggung nih, bantuin aku dong," sambung Reza memasang wajah sedih karena senjatanya sudah tegak berdiri membuat Agistha pun kebingungan.

__ADS_1


"Ba-bantuin gimana mas?" tanya Agistha gugup.


Bersambung..


__ADS_2