Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 95 : Check Up


__ADS_3

Setelah selesai makan Agistha dan Reza pamit untuk check up kondisi Reza saat ini dan diam-diam tanpa sepengetahuan Agistha, Reza sudah membuat janji dengan dokter obgyn untuk memeriksakan rahim Agistha.


Sedangkan Riko pamit mengajak Kania untuk berjalan-jalan di taman yang dekat dengan rumah sakit.


"Permisi dok," ucap Reza saat memasuki ruangan dokter Ganjar.


"Silahkan masuk pak Reza," kata dokter Ganjar kemudian Reza dan Agistha pun masuk kedalam dan duduk dihadapan dokter tersebut.


"Apa kabar bapak, ibu?" tanya dokter Ganjar.


"Alhamdulillah baik dok," jawab Reza dan Agistha bersamaan.


"Mari pak ikut saya," ajak dokter Ganjar pada Reza.


Agistha pun menunggu sementara Reza diperiksa oleh dokter Ganjar. Beberapa menit kemudian, Reza telah selesai di periksa.


"Begini, kondisi pak Reza sudah normal sebenarnya dan sudah diperbolehkan untuk mengendarai mobil namun dengan catatan suasana hati pak Reza harus happy. Karena sistem motorik pak Reza sempat terganggu, jadi kalau suasanan hati sedang tidak membaik lebih baik memaki supir pribadi untuk berkendara. Itu bisa menyebabkan otot bisa seketika kaku dan menjalar ke otak. Dan itu bisa memicu pak Reza mengalami pusing yang sangat hebat," jelas dokter Ganjar panjang lebar.


"Pantas saja waktu saya berhubungan dengan istri saya, saya benar-benar merasa lebih ringan dok," ucap Reza dan langsung mendapat cubitan di perutnya dan tatapan tajam dari Agistha membuat Reza meringis kesakitan.


"Sayang sakit," pekik Reza.


Agistha merasa malu karena Reza bisa segamblang itu pada dokter Ganjar. Sedangkan dokter Ganjar hanya terkekeh melihat tingkah suami istri tersebut.


"Tak apa bu wajar, karena berhubungan juga bisa membantu pemulihan pak Reza bu jadi sangat disarankan juga. Dengan begitu pak Reza akan terus merasa relax dan bahagia," ucap dokter Ganjar , dengan sengaja Reza langsung mengedipkan sebelah matanya pada Agistha.


Agistha hanya tersipu malu mendapat kedipan mata dari Reza. Setelah konsultasi dan Reza sudah diberikan izin oleh dokter untuk mengendarai mobilnya sendiri. Mereka pun pamit untuk keluar dari ruangan dokter tersebut.


"Mas setelah ini kemana lagi?" tanya Agistha.


"Kita ke dokter obgyn sayang," jawab Reza santai.


"Dokter obgyn? kan aku lagi gak hamil mas," ucap Agistha.


"Untuk memeriksakan aku dan kamu dan kita bisa menentukan tanggal subur dan tidaknya kamu sayang," kata Reza kemudian Agistha pun mendadak menghentikan langkahnya. Agistha merasa ketakutan karena ia punya riwayat PCOS.


"Ada apa sayang?" tanya Reza lembut.

__ADS_1


"Aku, aku takut mas," jawab Agistha sambil menundukkan wajahnya.


"Ta-takut kenapa sayang? kan ada aku," tanya Reza lebih lembut lagi.


"Aku punya riwayat PCOS mas," jawab Agistha ragu-ragu.


"Aku sudah tau sayang, makanya sekarang kita periksa ya biar tau sejauh apa yang kamu derita yah," bujuk Reza dan Agistha pun mengangguk.


Flashback on


Saat itu Agistha duduk dibangku SMK, ketika Agistha baru saja selesai sarapan pagi dan akan berangkat ke sekolah, Agistha tiba-tiba pingsan. Rachima pun panik. Rukman langsung membawa Agistha ke rumah sakit.


Pemeriksaan pun cukup lama karena melibatkan dokter obgyn juga, Rachima dan Rukman saling bertukar pandang saat melihat dokter obgyn masuk ke dalam ruang IGD.


Hampir 1 jam periksaan berlangsung, para dokter itupun keluar dengan membawa hasil lab juga. Dokter obgyn menyatakan bahwa Agistha mengalami PCOS atau gangguan hormon yang terjadi pada wanita di usia subur.


Dan saat ini Agistha memang sedang menstruasi. Rachima langsung lemas mendengar pernyataan dokter obgyn tersebut.


"Mah, Agis kok ada dirumah sakit sih?" tanya Agistha saat dirinya sudah sadarka diri.


"Sayang, kenapa kamu gak pernah bilang kalau haid kamu tidak pernah teratur dan sering mengalami nyeri hebat?" tanya Rachima lembut.


"Maafin Agis mah, Agis gak mau mamah sama papah khawatir. Tapi Agis gak apa-apa kan mah?" jawab Agistha kemudian bertanya pada Rachima.


"Agis, kamu terkena PCOS yaitu gangguan hormon pada wanita saat diusia subur. Dan itu akan berpengaruh setelah kamu menikah nanti," jawab Rachima ragu-ragu, walau bagaimana pun Agistha harus tau tentang keadaan dirinya yang sebenarnya.


Mata Agistha langsung berkaca-kaca.


"Apa ini gak bisa disembuhkan mah?" tanya Agistha dengan tatapan kosong.


Rachima hanya menggeleng lemah, hati Agistha terasa hancur saat melihat Rachima menggelengkan kepalanya.


"Tapi kalau setelah menikah nanti kamu akan hamil, kamu bisa menggunakan cara lain sayang untuk mendapat keturunan. Kamu tenang saja ya," jelas Rachima membuat Agistha sedikit lega.


Beberapa hari sebelum acara lamaran Agistha dan Reza. Rachima menjelaskan secara detail tentang kondisi Agistha yang sebenarnya. Reza pun tampak berpikir cukup lama, namun rasa cintanya pada Agistha yang cukup besar akhirnya ia pun menerima.


Flashback off

__ADS_1


Agistha langsung memeluk Reza sangat erat.


"Makasih mas sudah mau menerimaku," ucap Agistha sambil menangis dipelukan Reza.


"Iya sayang sama-sama, ayok kita periksa. Jangan takut, aku selalu untukmu sayang," ucap Reza sambil melepaskan pelukan Agistha dan menggenggam erat tangan Agistha lalu pergi ke ruangan dokter obgyn.


Setelah nama Agistha di panggil, mereka pun masuk ke dalam.


"Permisi dok," ucap Reza seraya masuk kedalam diikuti oleh Agistha.


"Silahkan duduk pak,bu," ucap dokter.


"Saya dokter Dina," lanjut dokter Dina sambil mengulurkan tangannya pada Agistha dan Reza kemudian mereka pun duduk.


"Ada yang bisa saya bantu pak,bu?" tanya dokter Dina.


"Begini dok, saya mau memeriksakan kondisi istri saya. Soalnya istri saya punya riwayat PCOS, apa PCOS itu berbahaya dok?" tanya Reza sementara tangan Agistha terus menggenggam tangan Reza.


"Baik, disini akan saya jelaskan dulu ya apa itu PCOS, mulai dari gejala, akibat dan solusinya secara umum," jawab dokter Dina dan Agistha serta Reza pun mengangguk.


"Sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarian syndrom atau biasa disebut PCOS adalah gangguan hormon yang terjadi pada wanita di usia subur. Penderita PCOS itu sendiri mengalami gangguan menstruasi dan memiliki kadar hormon maskulin atau biasa disebut dengan hormon androgen yang berlebihan. Hormon androgen yang berlebih itu pada penderita PCOS dapat mengakibatkan ovarium atau indung telur memproduksi banyak kantong-kantong berisi cairan. Akibatnya, sel telur tidak berkembang sempurna dan gagal dilepaskan secara teratur."


"Akibat dari polycystic ovarian syndrome juga dapat menyebabkan penderitanya tidak subur, serta lebih rentan terkena diabetes dan tekanan darah tinggi. Tapi selama dalam pemantauan secara medis serta melakukan diet sehat dan gaya hidup sehat itu semua bisa diatasi."


"Sebenarnya gejala PCOS itu sendiri sudah muncul saat pertama kali menstruasi, namun penderita akan mengalaminya saat usia dewasa atau dalam periode tertentu. Dan ini saya memiliki buku tentang apa PCOS, gejala, akibat dan penanganannya secaralengkap bisa ibu atau bapak baca ya," jelas dokter Dina panjang lebar.


"Apa menstruasi ibu sering tidak lancar?" tanya dokter Dina pada Agistha.


"Iya dok, bahkan saya pernah pingsan dan sering mengalami nyeri hebat saat menstruasi," jawab Agistha.


"Ibu tak usah risau, walaupun PCOS itu sulit untuk disembuhkan namun jika Allah berkehendak lain, kan kita gak tau. Yang penting jika bapak dan ibu sudah siap memiliki keturuan terus berusaha dan berdoa ya," ucap dokter Dina yang membuat hati Agistha merasa lebih tenang begitupun dengan Reza.


Selama didalam ruangan dokter Dina, Reza tak sedikitpun melepaska genggaman tangannya pada Agistha. Karena tak ingin Agistha menjadi down. Setelah cukup penjelasan dari dokter Dina. Akhirnya Reza dan Agistha pun undur diri dan keluar dari ruangan dokter Dina.


"Sudah ya sayang, gak usah takut, ada aku," ucap Reza sambil berbisik pada Agistha. Seketika Agistha pun langsung menyunggingkan senyumannya.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2