
~Ponpes Al-Kahfi
Pagi hari di Ponpes terasa sangat sunyi dan damai. Andi bangun dari tidurnya, pagi ini ia memiliki tugas untuk mengajar di kelas. Ya, semenjak Andi lulus dari sekolahnya, ia ditugaskan oleh Ustadz Fahri untuk mengajar di kelas. Andi pun tumbuh menjadi laki-laki cerdas dan dewasa.
Bimbingan dan binaan Ustadz Fahri yang lembut namun tegas sangat mudah untuk Andi masukkan ke dalam memori otaknya, sehingga ia mampu menerapkannya dengan baik. Tiba-tiba ia pun terbayang oleh Vania. Wanita yang akhir-akhir ini selalu membuat konsentrasinya berantakan ketika mengingatnya.
Sebelum masuk ke kelas, Andi pergi ke rumah ustadz Fahri terlebih dahulu.
TOKTOKTOK
"Assalamualaikum ustadz," ucap Andi dari luar rumah.
"Waalaikumsalam, Andi ayok masuk," ucap ustadz Fahri setelah iya membuka pintunya dan menyuruh Andi masuk kedalam.
"Terima kasih pak ustadz," kata Andi dan Andi pun masuk ke dalam rumah ustadz Fahri.
"Ada apa Andi pagi-pagi sudah berkunjung ke rumah? bukankah pagi ini ada jadwalmu untuk mengajar?" tanya ustadz Fahri.
"Jadi kedatangan saya kesini ada yang ingin saya sampaikan pada ustadz," jawab Andi sambil menghela nafasnya dan ustadz Fahri masih terdiam untuk mendengarkan apa yang akan Andi katakan selanjutnya.
"Sebenarnya saya sedang jatuh cinta ustadz dengan seorang santri disini. Saya berniat untuk meminangnya. Karena saya takut rasa cinta saya menjadi dosa untuk saya jikalau saya tidak segera menghalalkannya. Menurut ustadz bagaimana ?" sambung Andi kemudian bertanya pada ustadz Fahri.
"Siapa wanita yang telah membuatmu jatuh cinta Andi?" tanya ustadz Fahri.
"Namanya, Vania ustadz," jawab Andi sambil menundukkan wajahnya.
Ustadz Fahri terkekeh, sementara Andi langsung mengerutkan kedua alisnya.
"Apakah kamu sudah yakin Andi ?" tanya ustadz Fahri kembali.
"InsyaAllah saya yakin ustadz," jawab Andi mantap.
"Baiklah nanti ustadzah akan berbicara pada Vania, jikalau Vania bersedia. Kamu bisa segera mengkhitbahnya," ucap ustadz Fahri.
"Terima kasih ustadz, kalau begitu saya pamit mau kembali ke kelas," kata Andi dengan raut wajah yang bahagia.
"Assalamualaikum ustadz," ucap Andi.
"Waalaikumsalam," jawab ustadz Fahri kemudian Andi pun keluar dari kediaman ustadz Fahri.
Ustadzah tiba-tiba datang menghampiri ustadz Fahri.
"Abi, ada apa? sepertinya tadi ada tamu ya?" tanya ustadzah dengan nada lembut
"Iya ummi, tadi Andi kesini dan ia bilang ingin mengkhitbah Vania. Ummi bisa bantu abi? untuk berbicara dengan Vania?" jawab ustadz Fahri lalu bertanya pada ustadzah.
"MasyaAllah, iya abi. Ummi akan berbicara dengan Vania jikalau Vania sudah selesai belajar," jawab ustadzah sambil tersenyum.
__ADS_1
Sementara Andi yang berjalan dari kediaman ustadz Fahri tak henti-hentinya menyunggingkan senyumannya.
"Ya Allah mudahkan niat baikku ini," ucap Andi dalam hatinya.
🌾🌾
Sore pun tiba, ummi mendatangi kamar santri wanita yang ditempati oleh Vania.
TOKTOKTOK
"Assalamualaikum, Vania," ucap ummi dari depan kamar.
"Waalaikumsalam, ummi," jawab Vania setelah membuka pintunya lalu ia pun mencium punggung tangan ummi.
"Ummi boleh masuk?" tanya ummi dengan nada lembut.
"Tentu boleh ummi, silahkan," jawab Vania kemudian keduanya pun masuk ke dalam kamar.
Vania menutup pintunya kembali dan berjalan menghampiri ummi lalu duduk di samping ummi.
"Ada apa ummi?" tanya Vania.
"Vania, tadi pagi Andi kerumah menemui abi. Ia mengutarakan niatnya untuk mengkhitbah kamu. Bagaimana menurutmu? apakah kamu mau menerima khitbah dari Andi?" jawab ummi kemudian bertanya pada Vania.
Vania terdiam sejenak, akhir ya ia pun berbicara.
Ummi pun tersenyum sambil mengelus lembut tangan Vania.
"Tidak apa-apa Vania, mintalah petunjuk sama Allah. Jangan lupa sholat istikharah ya, insyaAllah Allah selalu bantu kamu diatas segala kebimbangan kamu," ucap ummi dengan nada lembut.
"Terima kasih ummi," ucap Vania sambil tersenyum.
"Baiklah kalau begitu ummi pamit ya, jangan lupa setelah ini ikut yasin dan tahlil ya di masjid," kata ummi dan Vania pun tersenyum sambil mengangguk.
"Assalamualaikum," ucap ummi.
"Waalaikumsalam," jawab Vania.
Vania saat ini sangat berbeda dengan Vania yang dulu. Ia sudah menjadi wanita yang mandiri, cantik, cerdas dan juga seorang qiro'ati yang sangat menyentuh hati.
Setelah acara yasin dan tahlil selesai, Vania langsung menuju ke kamarnya. Hana teman satu kamar dengan Vania saat ini sedang pulang ke kediaman asalnya. Jadi Vania hanya sendiri di kamar.
Sebelum tidur ia pun melaksanakan sholat malam dilanjut dengan sholat istikharah. Untaian doa yang ia panjatkan kepada Sang Maha Kuasa diiringi dengan rintihan dan tetesan air mata.
Setelah ia merasa tenang, Vania pun tertidur. Di dalam mimpi ia pun bertemu dengan Andi. Andi tersenyum padanya dan menghampiri Vania.
"Vania, izinkan aku mencintaimu karena Allah," ucap Andi di dalam mimpinya Vania.
__ADS_1
Pagi pun tiba, adzan shubuh membangunkan Vania dari mimpi indahnya semalam. Hatinya begitu bergetar ketika ia menyebut nama Andi dalam hatinya. Ada perasaan bahagia dan mulai timbul rasa kagum pada Andi.
Namun Vania masih belum bisa menjawab, ia masih butuh jawaban dariNya lagi.
🌾🌾
3 hari berlalu
Setiap malam Vania terus melakukan sholat istikharah. Dan mimpi Vania pun selalu sama setiap hari. Kali ini ia yakin dan akan memberikan jawaban atas pertanyaan ummi 3 hari yang lalu.
Setelah selesai jam pelajaran, Vania pun pergi menuju ruangan ummi.
TOKTOKTOK
"Assalamualaikum ummi, ini Vania," ucap Vania dari luar ruangan.
"Waalaikumsalam, Vania ayok masuk," ajak ummi mempersilahkan Vania masuk setelah membuka pintunya.
"Ummi, Vania ingin memberi jawaban atas pertanyaan ummi beberapa hari yang lalu," ucap Vani to the point.
Ummi pun tersenyum sambil mengelus lembut tangan Vania.
"Vania mau menerima khitbah dari Andi, ummi," ucap Vania.
"Apa kamu sudah yakin Vania?" tanya ummi meyakinkan kembali.
"InsyaAllah Vania yakin ummi," jawab Vania sambil tersenyum.
"Baiklah, bagaimana khitbahnya malam ini saja?" tanya ummi kembali.
"Malam ini ummi?" tanya Vania memastikan.
"Iya malam ini kita mulai proses khitbah, kamu bisa berkenalan satu sama lain, saling melihat diri masing-masing, dan acra resmi khitbahnya kita adakan di hari minggu ini, bagaimana?" jawab ummi kemudian bertanya pada Vania.
"Baik ummi, Vania mau," jawab Vania mantap sambil tersenyun.
"Ya sudah nanti ummi akan beritahu abi dan biar abi yang akan menyampaikannya pada Andi," ucap ummi.
"Iya ummi, kalau begitu Vania permisi ya ummi, assalamualaikum," pamit Vania.
"Waalaikumsalam," ucap ummi sambil tersenyum.
Vania pun keluar dari ruangan ummi. Ia berjalan menuju kamarnya dengan perasaan bahagia. Dan di persimpangan menuju kamar, Vania berpapasan dengan Andi yang berjalan dari kamarnya.
Keduanya sambil melempar senyum dan menundukkan wajahnya. Tak berlama-lama, Vania yang salah tingkah begitu pun dengan Andi langsung berjalan kembali.
Bersambung..
__ADS_1