Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 107: Rentetan Acara


__ADS_3

2 minggu kemudian


Yusti dan Rachima sangat kompak untuk acara tasyakuran 4 bulanan kehamilan Agistha. Bahkan Agistha tidak boleh ikut campur tangan sedikitpun karena tak ingin Agistha stres dan merasa capek.


Reza yang selalu memanjakan Agistha, membuat Agistha tidak mau berjauha dengan Reza. Semua keluarga Navanka dan Andara pun sudah berkumpul di rumah baru Reza sejak kemarin pagi.


Dekorasi bernuansa pink dan biru pun terpasang rapih di seluruh halaman rumah dan juga ruang tamu. Para tamu yang diundang kompleks dan juga pastinya keluarga Ponpes Al-Kahfi.


Agistha baru saja selesai berganti pakaian dan juga berias. Begitupun dengan Reza yang memakai baju seragam dengan kedua keluarga tentunya hasil rancangan Yusti.


"Sayang, kenapa sekarang kamu senang sekali berdandan? bahkan lebih cantik membuat aku tak rela jika kamu keluar dari kamar dan dilihat banyak orang kalau secantik ini," ucap Reza sambil memeluk tubuh Agistha.


"Entahlah aku merasa senang sekali jika menyentuh makeup-makeup ku dan mengaplikasikannya ke wajahku," kata Agistha sambil tersipu malu.


Cup.. Reza mengecup bibir Agistha sekilas.


"Sayang ih jangan nanti luntur tau!" pekik Agistha.


"Aku lebih suka kamu natural sayang, tapi kalau seperti ini membuat ku merasa mabuk kepayang," goda Reza dengan suara paraunya.


"Sayang nanti saja ya, sekarang kan sudah waktunya kita harus keluar kamar. Tuh lihat sudah pukul 8, sedangkan 30 menit lagi kita akan mulai acaranya," ucap Agistha sambil menghentikan kejahilan Reza.


Reza hanya mendengus kesal lalu menghela nafasnya.


"Baiklah sayang, nanti 2x lipat ya," kata Reza merajuk.


"Iya sayang, terserah kamu eh mau berapa lipat juga," ucap Agistha sambil membuka pintu kamar dan keluar sendiri meninggalkan Reza yang masih berada di dalam kamar.


🌾🌾


Acara pun dimulai dan berjala sangat hikmat. Agistha begitu terharu dan menitikkan air matanya saat ustadzah memberikan tausiyahnya seputar menjadi seorang ibu dan memiliki seorang anak.


Reza pun menggenggam tangan Agistha. Ia sangat paham apa yang tengah di rasakan Agistha.

__ADS_1


"Ini sayang tisunya nanti makeupmu luntur loh kalau nangisnya terlalu sendu seperti itu," ledek Reza sambil memberikan tisu pada Agistha.


Agistha pun mengambil tisu tersebut.


"Sayang ih meledekku terus, ini makeup waterproof tau! kan aku belinya pakai blackcard yang kamu kasih," ucap Agistha sambil tersenyum dan menujukkan gigi putih nan rapih.


"Iya sayangku, pakai saja sesuka hatimu yang penting kamu bisa bijak memakainya. I always love you, and you everything for me," kata Reza sambil memeluk Agistha dari samping.


"Thank you for everything my husband, aku gak bisa bayangin jika bukan kamu jodohku. Apa aku bisa sebahagia ini?" ucap Agistha.


"Semua sudah diatur oleh-Nya, dan sekarang kamu yang diamanahkan untukku oleh-Nya. I love you more," kata Reza.


Acara tasyakuran 4 bulanan kehamilan Agistha pun telah selesai. Para tamu semuanya dipersilahkan untuk mencicipi hidangan yang telah tersedia tak lupa yang hadir pun mendapat hampers dari Reza dan juga Agistha yang berupa sepasang handuk berwarna biru dan pink, sepasang mug, dan juga sepasang boneka kecil.


🌾🌾🌾


2 hari setelahnya, kini acara resmi lamaran Kania dan juga Riko. Acara dilakukan di kediaman Andara sesuai dengan permintaan Vino sendiri.


Bagaimanapun Kania adalah anak dari adik tirinya Vino. Dan dengan demikian Kania adalah keponakan serta masih menjadi bagian dari keluarga Andara.


"MasyaAllah, Kania kamu cantik sekali," ucap Agistha saat memasuki kamar tempat Kania di makeup.


"Agis bisa aja deh, makasih kamu juga cantik. Aku perhatikan akhir-akhir ini kamu senang sekali berdandan dan tubuhmu pun semakin berisi," kata Kania sambil terkekeh.


Agistha duduk di tepi tempat tidur.


"Iya semakin kesini aku jadi senang berdandan padahal dari dulu aku paling malas dengan yang namanya berdandan," ucap Agistha.


"Wah kalau lagi hamil senang berdandan itu kemungkinan anaknya perempuan non. Saya juga dulu waktu anak saya yang pertama seneng sekali berdandan sampai akhirnya saya bisa masuk ke kelas makeup. Dan pas lahir benar perempuan," ucap salah satu wanita itu.


"Oh iya mbak? aku jadi gak sabar ingin bermain dengan anakku nanti, ke mall bareng, belanja bareng," kata Agistha dengan penuh antusias.


Wanita itu pun mengangguk cepat, " tapi ya wallahualam ya non. Yang penting non sama calon anak non sehat selalu," kata wanita itu.

__ADS_1


"Aamiin aamiin , makasih ya mbak doanya," ucap Agistha dan wanita itu pun mengangguk.


"Non Kania sudah selesai, tolong berdiri sebentar ya non ada yang mau saya rapihkan bajunya," ucap wanita satunya lagi.


Kania pun berdiri, gaun berwarna biru langit dengan hijab yang simpel membuat Kania tambah anggun dengan tubuh jenjangnya. Tak lupa ia pun memakai heelsnya.


Kedua wanita yang merias Kania pun membantu Kania untuk keluar kamar dan berjalan menuju tempat acara diikuti degan Agistha. Dan diujung tangga, Reza sudah menunggu Agistha turun.


Para tamu undangan telah hadir, begitupun dengan pihak keluarga Riko. Keduanya tampak cantik dan tampan.


Reza yang selalu disamping Agistha dan siaga jika Agistha membutuhkan sesuatu karena usia kandungan Agistha masih dibilang belum terlalu kuat.


Acara pun dimulai, MC acara sudah membuka acara tersebut. Lalu diikuti dengan sambutan dari kedua belah pihak dan kemudian masuk kedalam acara inti.


"Kania, walau aku tidak bisa secara gamblang menyatakan rasa cinta yang aku rasakan. Walau terkadang aku terlalu kaku untuk selalu mengungkapkan perasaanku sendiri padamu. Tapi percayalah, aku tulus mencintaimu, besar harapanku untuk selalu membuat cerita indah hingga maut memisahkan kita berdua nanti, will you marry me?" ucap Riko kemudian bertanya pada Kania.


Mata Kania sudah berkaca-kaca, walaupun sebenarnya mereka berdua seolah tak acuh namun keduanya saling perduli saru sama lain.


"Atas izin Allah dan ridho dari semua keluarga termasuk alm. ayah dan almh. ibu. Kania menerima lamaran mas Riko," jawab Kania.


Semuanya pun bertepuk tangan, Agistha menitikkan air matanya karena terharu menyaksikan lamaran saudaranya tersebut. Selama ini ia maupun Kania sangat akrab sekali. Bahkan hampir tidak pernah bertengkar.


Riko menyematkan cincin dijari manis Kania begitupun dengan Kania. Lalu keduanya berfoto bersama.


Agistha merasa beruntung memiliki sahabat sekaligus saudara seperti Kania, begitupun dengan Kania. Acara pun telah selesai.


Para tamu undangan yang hadir menikmati hidangan yang telah disediakan.


"Sayang aku jadi ingat waktu kita lamaran dulu, aku begitu terharu," ucap Agistha yang ditambah efek hormon kehamilannya yang selalu membuat ia lebih sensitif dan lebih mudah tersentuh hatinya.


"Apa kita mau ulangi lamaran kita lagi sayang?" tanya Reza.


"Sayang ih, mana mungkin kan sudah ada nih hasilnya," jawa Agistha sambil menunjuk ke perutnya yang sudah mulai terlihat membuncit.

__ADS_1


Keduanya pun tertawa dan melanjutkan makannya lagi.


Bersambung..


__ADS_2