
~Andara Corp.
"Ko, ada lagi yang harus ditanda tangani gak?" tanya Reza memasuki ruangan Riko dan melihat Riko masih sibuk dengan laptopnya.
"Ada 5 berkas lagi Za," jawab Riko tanpa menoleh ke arah Reza.
"Mana sini buruan, gue mau jemput Agis sama Kania," ucap Reza setelah mendaratkan tubuhnya di sofa.
"Iya sebentar, gue lagi crosscheck laporannya HRD soal data karyawan yang kemaren Vania obrak-abrik," kata Riko dan Reza pun hanya berdecak.
Beberapa menit kemudian, Reza telah selesai menandatangani berkas-berkasnya.
"Ayok Ko, jemput ke sekolah," ajak Reza dan Riko hanya menghela nafas karena pekerjaannya belum selesai dan terpaksa ia harus lembur di apartemennya untuk menyelesaikannya.
Keduanya pun turun menggunakan lift khusus.
"Oh iya Ko, soal pembelian Vila yang waktu itu gue kasih lokasi sama gambar renovasinya udah belom?" tanya Reza sambil menaruh kedua tangannya di dalam saku celana.
"Sudah, sudah Za. Nih lihat.. renovasinya baru selesai seminggu yang lalu. Semuanya sudah rapih," jawab Riko sambil memperlihatkan gambar asli hasil renovasi vila yang dibeli Reza untuk Agistha ternyata sesuai dengan keinginan Reza.
"Bagus, gue suka design interiornya, malam ini gue mau ke sana. Lu ikut ya ajak Kania juga. Lagian kamarnya ada banyak kan? dan satu lagi lu sama Kania harus pisah kamar karena belum halal. Awas aja lu sampai ngerusak sepupu gue," kata Reza sambil memberi ultimatum pada Riko.
Riko pun menghela nafasnya, "gue juga tau kali Za tapi apa gak sebaliknya malam minggu aja, kan ini masih malam kamis. Kasian kali si Agis kalau perjalanan jauh ngelayanin lu pula besoknya harus sekolah. Bisa-bisa dia sulit untuk jalan," jawab Riko sambil terkekeh dan Reza pun berpikir sejenak.
"Iya juga sih, yasudah kalau begitu malam minggu saja, tapi lu jangan bilang-bilang Agis ataupun Kania ya," kata Reza dan Riko pun mengangguk.
Sesampai di lobby, keduanya pun langsung berjalan ke tempat parkir.
"Ko, lu tau gak ujian sekolah dan ujian nasional itu kapan?" tanya Reza saat keduanya telah berada di dalam mobil.
Riko pun menyalakan mobilnya, "setau gue sih ya, sekitar 4 bulanan lagi Za, kenapa emang lu gak sabar ya buat nanem singkong?" jawab Riko sambil melajukan mobilnya dan bertanya pada Reza sambil terkekeh.
"Sial! tau aja sih lu Ko," pekik Reza sambil melipatkan kedua tangannya di dada.
"Sabar Za, kan lu sejak mau menikahi Agistha sudah jadi konsekuensinya kalau Agistha gak boleh hamil dulu. Oh iya, Agis hari minggu ini ulang tahun ya? pas banget tuh Za, di vila lu bikin surprise ke dia. Gue sih ya berharap tuan Rukman sudah sembuh jadi bisa bareng-bareng kesananya," kata Riko dan mengusulkan pada Reza.
Reza pun tampak berpikir lumayan lama.
__ADS_1
"Benar juga apa yang dibilang Riko, harusnya gue bisa tahan. Tapi gak apa-apa deh yang penting sudah halal," kata Reza dalam hatinya kemudian teringat kejadian malam itu bersama Agistha.
Flashback on
"Mas, aku ngantuk banget," ucap Agistha saat perjalanan pulang dari kantor polisi.
"Ko, ke rumah gue aja ya gak usah ke rumah Agis," ucap Reza pada Riko.
"Siap bos," jawab Riko.
Beberapa menit kemudian Riko memarkirkan mobilnya tepat di depan teras kediaman Reza.
"Makasih ya Ko, hati-hati nyetirnya," ucap Reza.
"Makasih mas Riko," ucap Agistha.
"Sama-sama," jawab Riko tersenyum.
Keduanya pun masuk ke dalam rumah. Dan Riko pulang kembali ke apartemennya. Kejadian hari ini membuat kepala Agistha berasa di putar-putar ditambah melihat banyak darah yang berceceran dimana-mana.
Reza pun membawa Agistha ke ruang keluarga tidak langsung ke kamarnya. Saat Agistha mendaratkan tubuhnya di sofa sambil menghela nafas, Reza melihat Agistha sangat lekat hingga pikirannya pun melayang kemana-mana saat memperhatikan bibir ranum Agistha.
Reza mendekati wajahnya dengan wajah Agistha, saat Agistha menoleh ke arah Reza ternyata wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja. Mata Agistha langsung membulat dengan sempurna.
Reza pun tersenyum melihat raut wajah Agistha yang sangat terkejut. Degub jantung Agistha bahkan dapat Reza dengar. Reza menyentuh bibit Agistha yang sama sekali belum ada yang menyentuhnya. Awalnya hanya mengecup namun lama kelamaan menjadi pautan panas namun tangan Reza masih bisa ia kontrol dan hanya memeluk pinggang ramping Agistha.
Reza pun merasa tidak ada penolakan dari Agistha, ia pun menggigit kecil bibir ranum yang membuatnya candu tersebut. Dan saat mulut Agistha terbuka, Reza pun semakin memperdalam pautan mereka.
Saat sedang menikmati alunan cinta dalam pautan tersebut, tiba-tiba Yusti yang baru saja pulang langsung memekik. Mereka pun menyudahi permainan mereka dan pergi ke kamar Reza.
Dan terjadilah yang seharusnya terjadi dikamar Reza tersebut.
Flashback off
Karena keasikan melamun sambil tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya, Reza pun tak sadar sudah sampai di sekolah Agistha dan Agistha sudah berada disampingnya.
"Mas, mas, sayaang," panggil Agistha dari nada lembut sampai sedikit berteriak.
__ADS_1
Reza pun terkejut bukan main. Ia langsung terkesiap saat Agistha memanggilnya dengan sebutan 'sayang'. Riko dan Kania yang menyaksikan kedua manusia yang sedang dimabuk cinta itu pun tertawa sampai terpingkal-pingkal.
"Za, gue tau apa yang lu pikirin sejak tadi sampai gak sadar kalau istri lu sudah ada disini," ucap Riko disela tawanya.
"Sial! lu kenapa gak ngasih tau gue sih Ko," kesal Reza merasa malu karena ketahuan lamuanan nakalnya.
"Sengaja biar istri lu sendiri melihat lu seperti orang kurang waras," kata Riko yang masih tertawa.
"Awas lu Ko," ucap Reza kemudian beristighfar dalam hatinya.
"Sudah, sudah, aku laper nih mas," rengek Agistha sambil menggelayut manja di lengan Reza.
"Jangan panggil aku mas dong, masa panggilannya sama seperti kamu panggil Riko sih, panggil sayang aja ya ya ya," kata Reza tersenyum sambil menaik turunkan kedua alisnya.
"Iya sayang," ucap Agistha lembut membuat hati Reza meleleh.
"Kan,ayok menghadap ke depan saja. Biarkan kebucinan mereka bergerumun di belakang," ajak Riko sambil memutarkan tubuhnya menghadap ke depan.
Riko pun langsung menginjakkan pedal gas mobil lalu melajukannya. Tak lama sampailah mereka disalah satu cafe yang tak jauh dari sekolah Agistha.
Mereka pun turun dari mobil dan masuk kedalam cafe tersebut. Setelah mereka duduk dikursi, pelayan pun memberikan mereka menu. Mata Agistha begitu berbinar saat melihat makanan kesukaannya ada didalam menu tersebut.
"Mbak aku mau chicken mozarella pakai nasi, cheese burger, sama orange juice ya," ucap Agistha pada pelayan dan pelayan pun mencatatnya.
"Kamu mau apa sayang?" tanya Agistha pada Reza.
"Aku mau chicken mozarella pakai nasi saja sama orange juice sayang," jawab Reza dan pelayanpun mencatat pesanan Reza.
"Mbak kami pesan steak premium welldone 2 , nasi 1 sama lemon tea 2," ucap Riko menyebutkan pesanannya dan juga Kania.
Setelah mencatat pesanan mereka pelayan pun pergi dengan membawa menunya kembali. Beberapa menit kemudian pesanan mereka pun datang dan langsung menyantap makanan serta minumannya.
🌾
Setelah menghabiskan makanan dan minuman mereka, kini mereka pun langsung pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Rukman.
Bersambung..
__ADS_1