Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 82 : Musuh Baru


__ADS_3

Mata Agistha langsung berbinar saat dirinya berserta Reza, Riko dan juga Kania baru saja sampai di bazar kuliner. Tatapan lapar pun menyelimuti Agistha.


"Mas aku mau makan sushi yang disana," ajak Agistha sambil menarik manja lengan Reza, dan Reza pun langsung menggelengkan kepalanya.


"Iya sayang sabar dong. Ko, Kania kalian nikmatin saja waktu kalian selama di sini ya nanti jam 10 kumpul di parkiran," kata Reza lembut pada Agistha lalu berbicara pada Riko dan Kania.


Riko dan Kania pun berpencar ke lain arah dari Reza dan Agistha. Kedua pasangan itu pun saling menikmati waktu bersama.


Setelah puas menikmati kuliner malam akhirnya mereka pun pulang ke rumah begitu juga dengan Riko setelah mengantar Reza, Agistha dan juga Kania ia pun langsung pulang kembali ke apartemennya.


~Andara Corp.


Pagi hari dengan cuaca yang begitu cerah. Reza dan Riko baru saja sampai diperusahaan langsung menuju ruangan kerja mereka.


"Ko, apa jadwal gue hari ini?" tanya Reza saat masuk ke dalam lift dan Riko pun langsung memeriksa tablet phone yang ia pegang.


"Jam 8 ada meeting sama perusahaan baru namanya RivalSway yang ingin bekerja sama dengan perusahaan lu Za di cafe Ritmik, kabarnya ternyata anak magang adik kelas Agis itu anaknya dari pemilik perusahaan RivalSway yaitu pak Rivaldi sendiri. Dan siang harinya ada makan siang bersama dengan pemilik resort yang beberapa bulan lalu kita resmikan, lalu setelah makan siang jadwal bapak kosong namun banyak berkas yang harus lu tanda tangani soalnya sekarang kan akhir bulan Za," jawab Riko panjang lebar membuat Reza tampak berpikir sejenak.


"Ko, sebelum kita meeting sama RivalSway, coba lu cari tahu tentang perusahaannya dan juga anak magang itu. Feeling gue sih gak enak soalnya Ko," kata Reza membuat Riko mengangguk mengerti.


Saat memasuki ruangan, benar saja ternyata ada 2 tumpukan map yang harus ia tanda tangani hari ini juga. Sementara Riko langsung menuju ke HRD memastikan apakah anak magang yang baru sudah datang atau belum.


Sesampai di ruangan bu Nadin, Riko melihat ada wanita muda yang dari segi usia mungkin lebih muda dari Agistha namun dari penampilan jauh diatas Agistha dan berbeda dari usia sebenarnya.


"Pak Riko, perkenalkan ini Vania Glandine siswi yang akan magang diperusahaan ini yang berasal dari SMK Betari," ucap bu Nadin berdiri sambil memperkenalkan Vania.


Riko melihat Vania dengan tatapan menyelidik. Penampilan Vania pun tidak biasa, ia memakai rok pendek diatas lutut dan juga kemeja yang pas ditubuhnya serta makeup yang on. Riko hanya bergidig ngeri.

__ADS_1


"Apa benar ini anak smea? kelihatannya dia tidak sepolos Agistha dulu," ucap Riko dalam hatinya.


"Vania saya Riko, asisten pribadi sekaligus sekretaris pak Reza di sini. Oh iya saya minta tolong sama kamu, mulai besok harus diubah penampilan kamu. Kalau kamu mau pakai rok harus dibawah lutut dan juga pakailah kemeja yang tidak terlalu menampakkan lekuk tubuhmu, kamu bisa mencoreng nama baik sekolah kamu sendiri," tegas Riko.


Padahal sedari tadi sebelum Riko masuk ke ruangan bu Nadin sebenarnya Vania sudah diberi peringatan keras oleh bu Nadin terkait penampilannya namun ia sama sekali tidak mendengarkannya.


Melihat ketampanan Riko, Vania pun terpana dan mengangguk begitu saja padahal itu hanya ia anggap angin belaka.


"Bu Nadin, sesuai perintah pak Reza kalau Vania akan ditempatkan di bagian ibu. Walaupun saya tidak secara langsung mengawasi tapi pasti saya akan selalu memastikan langsung tanpa sepengetahuannya. Ya sudah saya permisi kembali ke ruangan saya," ucap Riko tegas kemudian pergi dari ruangan bu Nadin.


"Sial! liat saja aku akan menjadi istri dari atasanmu itu jadi kamu adalah orang pertama yang akan aku pecat!" kata Vania dalam hatinya menggerutu karena tidak senang dengan sikap Riko padanya.


"Vania, sekarang kamu bantu saya untuk merapihkan berkas-berkas ini sekarang juga," kata bu Nadin tegas karena ia tidak suka dengan Vania yang bersikap semena-mena dan juga berpenampilan kurang sopan di usianya yang masih sangat muda ini. Vania pun mau tidak mau harus menuruti perintah bu Nadin.


Ruangan Reza


Setelah dari ruangan bu Nadin, Riko langsung menuju ke ruangan Reza. Ia ketuk pintunya kemudian Reza pun menyuruhnya masuk.


"Kita harus hati-hati Za, gue ngerasa dari sorot matanya seperti punya tujuan tertentu disini," sambung Riko dan Reza pun mengangguk.


Beberapa menit kemudian Reza dan Riko menuju cafe Ritmik untuk menemui pemilik RivalSway. Setelah Riko memarkirkan mobilnya ia melihat di belakang mobilnya seperti orang asing yang tengah memata-matai sekelilingnya.


"Tunggu Za jangan turun dulu, gue ngerasa ada yang gak beres disini, kayaknya kita langsung pergi saja dari sini biar orang kita yang mencari taunya. Gue ngerasa kalau kita turun akan membahayakan kita," kata Riko sambil menginjak pedal gas kemudian melajukan mobilnya.


Reza masih kebingungan dan bertanya-tanya dalam hatinya.


"Ada apa sih? kenapa gue gak ngerasa apa-apa ya?" tanya Reza dalam hatinya.

__ADS_1


Riko langsung menelepon orang suruhannya untuk memantau dan mencari informasi mengenai cafe Ritmik tersebut. Akhirnya beberapa menit kemudian mereka sampai kembali di kantor dan langsung menuju ke ruang kerja Reza.


Reza dan Riko masih berpikir keras dengan semua ini. Apalagi di depan cafe itu juga yang membuat Rukman kecelakaan kemarin.


Tiba-tiba ponsel Riko berbunyi.


"Iya hallo," ucap Riko menjawab panggilan telepon dari orang suruhannya.


"........."


"Oke terima kasih, terus pantau!" ucap Riko tegas kemudian mematikan sambungan teleponnya.


Reza memilih untuk melanjutkan kembali menandatangai berkas-berkas dihadapannya.


"Za, benerkan dugaan gue, kita harus hati-hati dengan RivalSway. Dia sengaja menyuruh kita meeting ke sana dan juga dia menaruh orang-orangnya di sekitar cafe kemudian dia akan membuat kita celaka. Itu artinya jangan-jangan kecelakaan mertua lu kemarin meeting dengannya?" kata Riko mencoba memecahkan masalah tersebut.


"Serius lu Ko?" tanya Reza tidak percaya dan Riko pun mengangguk cepat.


"Coba lu telepon om Gigih tanyain kemarin papah meeting sama siapa setelah makan siang itu? soalnya kemarin papah hanya bilang ada meeting di cafe Ritmik aja," sambung Reza merasa penasaran.


~RivalSway


"Bagaimana berhasil?" tanya Rivaldi dalam sambungan teleponnya pada orang suruhannya yang sudah diketahui oleh Riko terlebih dahulu.


"Kali ini gagal bos," jawab orang tersebut.


"Kok bisa! dasar gak becus!" teriak Rivaldi dari seberang teleponnya kemudian memutuskan sambungan telepon tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana bisa target kali ini lolos? aku harus gunain Vania untuk menjebak direktur Andara Corp. dengan perlahan aku bisa masuk ke dalam perusahaan tersebut dan mengambil alih semuanya," ucap Rivaldi didalam ruang kerjanya sambil tertawa kencang.


Bersambung..


__ADS_2