Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 119 : Back to Home


__ADS_3

Setelah 4 hari di rumah sakit akhirnya hari ini Agistha pulang ke rumah. Walau tidak ditemani oleh Reza namun kedua orangtuanya maupun orangtua Reza beserta Kania sangat memperhatikan Agjstha dan baby Adney.


"Mah, apakah barang-barangnya sudah semua?" tanya Agistha yang sedang menyusui baby Adney.


"Sepertinya sudah sayang," jawab Rachima.


Dokter Dina dan beberapa suster lun masuk ke ruang rawat inap untuk pemeriksaan terakhir sebelum pulang kerumah.


"Selamat siang bu, saya mau memeriksakan kondisi ibu Agistha dan juga baby Adney ya," ucap dokter Dina.


"Baby nya belum selesai menyusi ya?" tanya dokter Dina sambil mengelus rambut lebat baby Adney.


"Belum sepertinya dok, ini masih kencang," jawab Agistha.


"Baik, baik saya tunggu kok. Baby Adney ini masyaAllah luar biasa sekali. Pertama kali di kasih ASI beberapa hari yang lalu responnya langsung cepat dan juga dalam beberapa menit sudah bisa menyusu langsung dari botol. Makanya berat badannya cepat sekali naik," ucap dokter Dina sambil terkekeh.


"Iya kah bu? baby Adney mirip sekali dengan Reza sewaktu kecil," kata Yusti.


"Hanya bedanya kedua alis baby Adney menurun dari Agistha yang tebal jadi seperti keturunan baby Arab ya," sambung Yusti.


Tak lama baby Adney pun melepaskan mulutnya dari sumber susu Agistha.


"Sini baby Adney biar mamah pegang dulu sayang," ucap Rachima kemudian langsung memindahkan baby Adney ke tangannya.


"Ibu berbaring ya, saya mau cek jahitan dulu ya bu. Apa masih terasa sangat nyeri atau sudah berkurang?" kata dokter Dina lalu bertanya pada Agistha yang mulai membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur.


"Sudah berkurang dok alhamdulillah tapi saya merasa masih agak linu," jawab Agistha.


Dokter Dina pun membuka perban dan mengecek jahitan tersebut.


"Sudah bagus bu, hanya saya sarankan untuk makan putih telur rebus sehari 6, tapi dibagi 3 ya bu makannya supaya tidak merasa mual. Bisa juga pakai mayonese atau saus tomat kalau ibu tidak suka memakan putih telurnya saja. Dan minum ramuan herbal juga tidak apa-apa bu, karena bisa meningkatkan stamina dan imunitas ibu sendiri dan juga si bayi. Selain dari obat yang diberikan rumah sakit," jelas dokter Dina.


"Baik dok," kata Agistha.


"Nanti kalau merasa nyeri hebat bahkan tidak bisa untuk berjalan, ibu langsung ke rumah sakit saja ya. Dan usahakan pikiran ibu tetap tenang, jangan merasa stres. Karena kalau ibu sampai stres apalagi terkena baby blues, itu bisa memperlambat proses penyembuhan jahitan pasca sesar dan juga ASI ibu sendiri. Kalau ada yang mengganjal dipikiran bisa cerita ke orang-orang terdekat yah jangan dipendam sendiri."


"Saya yakin kok kedua orangtua ibu dan mertua ibu sangat baik sekali. Semoga lekas pulih ya bu, nanti 2 minggu lagi ibu ada kontrol ke rumah sakit bertemu dengan saya ya," ucap dokter Dina panjang lebar membuat Agistha mengangguk mengerti.

__ADS_1


Walaupun terkadang rasa rindunya pada Reza sangatlah berat, namun ia harus tetap ikhlas supaya pekerjaan Reza di sana bisa segera selesai.


"Terima kasih ya dokter Dina dan para suster yang telah membantu kelahiran anak saya. Semoga kebaikan kalian dibalas oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala," ucap Agistha sambil tersenyum.


"Sama-sama ibu ini semua memang sudah tugas kami. Dan ini ada bingkisan untuk baby Adney semoga ibunya lekas pulih dan baby Adney tumbuh dengan sehat," kata salah satu suster tersebut.


"Wah cantik sekali bingkisannya, terima kasih banyak ya sekali lagi," ucap Agistha dengan senyuman yang merekah.


Dokter Dina pun pamit keluar ruang rawat inap Agistha diikuti beberapa suster yang tadi ikut masuk ke dalam.


Agistha dan baby Adney pun pulang ke rumah.


~Kediaman Navanka


Kini Agistha dan yang lainnya sudah tiba di kediaman Navanka. Agistha turun dengan perlahan, sementara baby Adney masih digendong oleh Rachima.


Merekapun masuk ke dalam. Agistha dan baby Adney langsung masuk ke kamar Agistha.


Tiba-tiba ponsel Agsitha berdering, Agistha langsung mencari ponsel didalam tasnya. Matanya langsung berbinar kala ia tau yang menelepon adalah Reza.


"Assalamualaikum istriku apakah kamu sudah sampai rumah sayang?" tanya Reza sambil melakukan panggilan videocall.


Reza langsung menitikkan air mata, ia merasa begitu rindu dengan jagoan kecilnya. Namun ada yang mengganjal saat Reza melakukan videocall. Agistha melihat seorang perempuan disana. Iapun langsung menatap lekat wanita yang berpakaian sangat seksi itu.


"Sayang kamu lagi dimana?" tanya Agistha.


"Aku masih di kantor sayang," jawab Reza.


"Lalu perempuan yang di sana itu siapa?" tanya Agistha dengan nada sedikit ketus.


Reza melihat ke arah jendela. Ternyata Maria, sekretaris Vino.


"Oh itu Maria sayang, sekretaris papih di kantor ini," jawab Reza santai.


"Apakah disana pakaiannya seseksi itu?" tanya Agistha yang mulai merasa cemburu.


"Tidak juga, apa kamu merasa cemburu?" jawab Reza kemudian bertanya kembali pada Agistha.

__ADS_1


Pipi Agistha langsung merona, "ti-tidak hanya saja menurutku pakaiannya sangat seksi sekali. Aku hanya takut kamu tergoda sayang apalagi masih lama kamu disana," jawab Agistha.


"Tenang saja sayang, kamu tetap paling cantik dan paling sempurna dimataku," ucap Reza membuat Agistha semakin tersipu malu.


"Daddy kangen tidak sama aku?" tanya Agistha sambil menirukan gaya bicara bayi.


"Daddy kangen sekali dengan jagoan daddy ini yang sangat tampan seperti daddy," jawab Reza membuat Agistha kelepasan tertawa dengan cukup keras sehingga membangunkan baby Adney.


"Oeek.. Oeekk.. Oeekk."


"Yah sayang kamu membangunkannya," ucap Reza namun baby Adney masih terus menangis.


Yusti langsung membuka pintu kamar Agistha.


"Ada apa Agis?" tanya Yusti namun langsung menggelengkan kepalanya saat ia melhat Reza di layar ponsel Agistha.


"Za, kamu kapan pulang? jangan lama-lama disana cepat segera selesaikan pekerjaanmu. Agis sangat merindukanmu apalagi baby Adney," ucap Yusti.


"Iya mih, Reza akan segera menyelesaikan semuanya," jawab Reza sementara Agistha langsung menggendong baby Adney dan memberinya ASI.


"Baby Adney kenapa nangis Gis?" tanya Yusti.


"Tadi aku mentertawakan mas Reza eh karena terlalu kencang jadi aku membuat baby Adney terbangun," jawab Agistha.


"Za, Za kamu ini ada-ada aja sih, kalau dekat sudah mamih jitak kamu Za," ucap Yusti dengan raut wajah pura-pura marah kepada Reza namun Reza malah tertawa.


"Sayang, mamih dan jagoanku aku lanjut kerja lagi ya kalian sehat-sehat disana, tunggu aku pulang," ucap Reza sebelum mematikan sambungan teleponnya.


"Iya semangat kerjanya daddy, cepat pulang ya, sehat-sehat juga disana," kata Agistha sambil menirukan gaya bicara bayi.


"Siap bos! assalamualaikum," ucap Reza.


"Waalaikumsalam," kata Agistha dan Yusti bersamaan lalu sambungan telepon pun terputus.


~Andara Corp. Singapure


Setelah melakukan videocall, mood nya kembali membaik. Perusahaan disini sedang benar-benar genting karena banyak pemilik saham yang sudah mengambil ancang-ancang untuk mengambil saham mereka.

__ADS_1


Saat Reza bangun dari sofa menuju kursi kebesarannya tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang.


Bersambung..


__ADS_2