Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 12 : Terungkap


__ADS_3

Agistha yang merasa seharian ini Reza kembali lagi seperti saat awal mereka bertemu. Dingin, cuek, dan jutek. Namun Agistha tak mengambil pusing.


Tugas yang diberikan Riko, dikerjakan dengan baik oleh Agistha.


~Ruangan Reza


"Za, lu kenapa sih aneh banget deh hari ini?" tanya Riko yang sedang berada di ruangan Reza mengantarkan berkas.


"Biasa aja," kata Reza singkat dan matanya tak menatap Riko.


"Gak biasa tau lu kayak gini Za, gue hafal banget," kata Riko yang terus mendesak supaya Reza mau cerita.


"Gue kesel aja pagi-pagi mamih gue bilang kalau gue mau dijodohin sama anak temennya, kan gue juga punya pilihan sendiri," kata Reza ketus.


"Emangnya pilihan lu siapa? jangan bilang Agistha?" goda Riko yang membuat pipi Reza seketika merah merona karena malu.


"Haish! bener dugaan gue, umur kalian itu kan beda 7 tahunan Za, masa demen sama bocah kecil sih," kata Riko yang sebenarnya menaruh rasa kagum pada Agistha.


"Cinta kan gak mandang usia Ko," imbuh Reza mantap.


"Seorang Reza Alfiandara sudah bucin kepada seorang anak magang," kata Riko kemudian tertawa terbahak-bahak.


"Lu kalau ketawa pelanin sedikit kenapa! sampai pengang kuping gue," kata Reza sambil menutup kedua telinganya dengan kedua telapak tangan.


"Sorry, sorry habisnya lucu sih lu, udah sih kalau perempuan yang orang tua lu jodohin , lu liat dulu perempuannya kalau lebih dari Agistha kenapa nggak, benar bukan?" usul Riko yang membuat Reza tampak berfikir, usianya sudah tak muda lagi bahkan sudah seharusnya untuk menikah dan punya anak.


"Kasihan Agistha yang masih kecil belum lulus sekolah, 17 tahun aja baru kemarin," lanjut Riko membuat Reza memijat keningnya.


"Nih sudah selesai gue tanda tangani, balik ke ruangan lu sana gue pengen sendiri, pusing," kata Reza ketus mengusir Riko dari ruangannya.

__ADS_1


"Iye dah bos," kata Riko pasrah dan kembali ke ruangannya sendiri.


"Apa aku ikuti saran Riko ya gak ada salahnya sih tapi kenapa rasanya berat berpaling dari Agistha. Ya Allah," batin Reza.


~Ruangan Riko


"Pak Riko kok mukanya ditekuk gitu? habis kena marah ya sama pak Reza?" tanya Agistha polos.


"Za, Za liat tuh mukanya si Agis polos banget kalau sama lu nanti dia gak polos lagi, gak habis pikir gue sama si Reza," batin Riko dalam lamunannya


"Iya karena bos lagi bucin jadi dia galau dan saya kena omelan dia deh," kata Riko pura-pura sedih.


"Bucin itu apa sih pak Riko?" tanya Agistha polos.


"Kamu gak tau bucin? astaga Agistha," kata Riko sambil menepuk kening dengan telapak tangannya. Lalu Agistha pun menggeleng lemah.


"Tuh kan Za haduh gue jadi khawatir kalau Agistha jadi istri lu", batin Riko bermonolog.


Agistha memang selama sekolah tak pernah neko-neko, sejak SMP berteman pun biasa saja karena sibuk belajar, setelah masuk SMK pun sama hanya saat ini memiliki sahabat, bahkan saat di rumah pun Agistha sangat jarang memegang ponsel kalau tak ada telepon ataupun sms penting.


Setelah pekerjaan kantor selesai, Agistha pun pulang ke rumahnya di jemput oleh Mang Ujang.


Pukul 20.00 dikediaman keluarga Navanka. Karpet serta cemilan dan air minum sudah tertata rapih di ruang tamu. Rachima dan Rukman telah siap dengan memakai baju seragam tak terkecuali Agistha yang baru pertama kali memakai pakaian syar'i. Tamu-tamu berdatangan termasuk ustadz Fahri yang usianya hampir memasuki usia senja dengan wajah yang sangat teduh.


"Mah sebentar ya teman papah baru sampai tuh didepan, mamah sama Agis mau ikut menyambut mereka?" tanya Rukman.


"Boleh, hayuk Agis," ajak Rachima pada Agistha.


"Assalamualaikum," ucap tamu pak Rukman.

__ADS_1


"Waalaikumsalam, mah ini Vino sama Yusti teman kita sewaktu kuliah dulu," kata Rukman pada Rachima.


"Yusti! ya ampun selama ini gak ada kabar ternyata sekarang sudah ada dihadapanku saja," kata Rachima langsung memeluk Yusti. "Hai Vin, gak berubah ya wajah kalian," lanjut Rachima terkekeh saat menyapa Vino .


"Oh iya Rukman kenalin anak kami, Za kesini," kata Vino memanggil anaknya yang masih berdiri didepan mobil sambil memainkan ponselnya.


Mata Agistha langsung membulat dengan sempurna melihat Reza yang telah memakai baju koko dan celana bahan yang membuatnya sangat tampan, begitu pun dengan Reza terkejut melihat Agistha memakai gamis set senada membuat Agistha tampak lebih cantik dan anggun dengan polesan makeup tipis.


"Rukman, Rachima kenalin ini anak kami namanya Reza Alfiandara," kata Yusti dan Reza pun bersalaman pada Rukman dan Rachima.


"Pak Rukman? jadi Pak Rukaman teman papih sama mamih?," tanya Reza.


"Benar sekali," kata Rukman tertawa.


"Loh kok ada Agistha juga disini?" tanya Reza kembali sambil menggaruk lehernya yang tak gatal.


"Oh iya kenalin juga ini anak kami namanya Agistha Sellysa Navanka," kata Rachima dan Agistha pun tersenyum seraya mencium punggung tangan kedua orang tua Reza.


"Pak Reza," kata Agistha tersenyum.


"Kalian sudah saling kenal?" tanya Vino.


"Agis ini yang magang jadi asistennya Riko pah," kata Reza santai. "Kalau Agis ini anak pak Rukman berarti Agis pemilik perusahaan Navanka Corp. juga dong, bukan begitu pak Rukman?" lanjut Reza.


"Jelas, seperti itu," kata Rukman mantap dan akhirnya mereka tertawa bersama.


"Mari masuk pengajiannya akan segera dimulai," ajak Rachima.


Dan akhirnya mereka mengikuti pengajian malam ini dengan hikmat. Namun Reza belum mengetahui kalau Agistha yang akan dijodohkan mamih Yusti untuk Reza.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2