Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 49 : Gelisah


__ADS_3

~Rumah Sakit


Sore hari di rumah sakit, kondisi Reza saat ini sudah semakin membaik. Setelah pemeriksaan dokter terakhir, Reza hanya menunggu rasa lemasnya hilang.


"Za kamu kenapa sih gelisah banget?" tanya Yusti saat melihat Reza terus mencari posisi duduk yang nyaman.


"Agis kemana ya mih, Reza telepon daritadi gak diangkat-angkat," jawab Reza.


"Coba aja kamu telepon lagi, kali aja tadi masih di jalan terus ponselnya di tas terus gak kedengeran Za," ucap Yusti santai.


Reza pun mengikuti saran Yusti untuk menghubungi Agistha kembali. Namun tetap tidak ada jawaban dari Agistha.


~Kediaman Navanka


"Agiiiiiiiiiiis!" teriak Kania saat turun dari mobil melihat Agistha sejak keluar kelas hanya melamun saja.


"Eh iya apa Kania?" tanya Agistha tersadar dari lamunannya.


"Agis kamu kenapa sih? dari sepulang sekolah kok kayaknya melamun aja," tanya Kania lembut dan Agistha hanya menggelengkan kepalanya lemah.


"Soal Andi?" lanjut Kania dan Agistha pun mengangguk lemah.


"Sudah Agis, gak perlu dirisaukan. Kan sekarang sudah ada mas Reza. Toh kamu hanya perlu tidak menanggapinya saja. Inget loh mata batin kamu sekarang masih terbuka jelas, aku khawatir takut terjadi hal-hal diluar nalar Agis," jelas Kania membuat Agistha berpikir keras.


"Ada benarnya juga sih apa yang dibilang Kania. Lagi pula aku kenapa ya segitunya banget saat Andi. Apa karena Andi baru menyapaku lagi? ah bodo amat deh," ucap Agistha dalam hatinya.


"Makasih ya Kania udah ingetin aku," ucap Agistha kemudian memeluk Kania.

__ADS_1


Mereka pun masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum," ucap Agistha dan Kania bersamaan.


"Waalaikumsalam," jawab Rachima.


"Para anak gadis mamah udah pulang, kalian istirahat dulu sana terus habis maghrib makan malam bersama ya, jangan tidur loh tanggung udah sore," lanjut Rachima mengingatkan Agistha dan Kania.


"Oke mamah," ucap Agistha dan Kania bersamaan.


Mereka pun naik ke atas menuju kamar mereka masing-masing.


"Agis, abis makan malam ngerjain PR bareng ya," ajak Kania saat keduanya sudah berada di depan pintu kamar mereka masing-masing.


"Siap," jawab Agistha sambil mengangkat jempol tangan kirinya.


Agistha langsung menaruh tas di atas meja belajarnya. Diapun mencari ponselnya di dalam saku seragamnya. Setelah Agistha membuka layar ponselnya ternyata ada 120x panggilan tak terjawab dari Reza membuat Agistha membulatkan matanya dengan sempurna.


"Astaghfirullah jadi daritadi aku gak sengaja mengaktifkan mode silent yaampun mas Reza pasti khawatir banget ini," ucap Agistha bermonolog.


Agistha pun menghubungi balik nomor ponsel Reza. Tak butuh deringan pertama selesai, Reza langsung menjawab panggilan dari Agistha.


"Assalamualaikum, calon istriku. Kamu kemana aja sih aku khawatir banget sampai gak jawab telepon dariku hem?" tanya Reza lembut.


"Waalaikumsalam mas, maaf ya tadi gak sengaja ponselnya aku aktifin mode silent," jawab Agistha lirih.


"Kamu kenapa? kok kayaknya lesu gitu, capek ya?" tanya Reza.

__ADS_1


"Mas, hiks hiks hiks," jawab Agistha yang malah menangis membuat Reza semakin khawatir.


"Hei, kenapa nangis? ada apa?" tanya Reza. Yusti yang sedang menemani Reza mendengar percakapan Reza dan Agistha menjadi bertanya-tanya.


"Agis nangis kenapa ya, apa dia merasa ketakutan?" tanya Yusti dalam hatinya.


"Mas, cowok yang dulu pernah buat aku jatuh cinta dan sakit hati menyapaku lagi hari ini. Tapi aku gak menanggapinya. Hanya saja feeling ku takut dia akan berbuat aneh kedepannya, hiks hiks hiks," jawab Agistha masih menangis. Dan Reza tersenyum simpul tanpa sepengetahuan Agistha.


"Cupcupcup jangan nangis lagi ya, kalau begini aku ingin segera keluar dari rumah sakit supaya bisa mengantar jemput kamu lagi. Everythink it's gonna be okay, ada aku untukmu," ucap Reza membuat tangisan Agistha berhenti. Walaupun ada kecemburuan didalam hati Reza, tapi ia tak mau egois dan malah membuat kacau. Sebisa mungkin Reza harus bisa mengimbangi emosional Agistha.


"Makasih ya mas, aku kangen," kata Agistha sambil menghapus air matanya.


"Sama-sama, mas juga kangen sama kamu. Doain mas ya semoga segera keluar dari rumah sakit. Kamu harus tetap fokus belajarnya, supaya calon istri mas yang cantik dan cerdas ini bisa lulus dengan nilai terbaik," ucap Reza tersenyum.


Yusti yang melihat Reza semakin dewasa sekarang, ikut merasakan kebahagiaan Reza. "Syukurlah kalau tidak terjadi apa-apa pada Agistha," ucap Yusti dalam hatinya sambil menghembuskan nafas pelan dan menyandarkan bahunya kembali ke sofa.


"Aamiin, doaku selalu menyertaimu calon suamiku," ucap Agistha membuat Reza tersipu malu.


"Terima kasih, oh iya pasti kamu belum mandi ya, kamu mandi dulu ya terus jangan lupa sholat setelah itu barulah makan malam oke? makan yang banyak ya supaya biar sehat," kata Reza terkekeh.


"Ih mas kalau aku makan banyak nanti aku gendut loh, bukannya habis makan banyak sehat malah jadi ngantuk iya," imbuh Agistha ikut terkekeh.


"Ah iya bisa aja nih kamu, yaudah sana mandi bau tau!" kata Reza.


"Iya mas, aku tutup ya teleponnya, assalamualaikum," ucap Agistha.


"Iya, waalaikumsalam," jawab Reza dan sambungan telepon pun terputus.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2