Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 101 : Kebun Strawberry


__ADS_3

Agistha langsung memeluk Reza dari samping dengan sangat erat. Dirinya tidak bisa membayangkan jika ia tidak bertemu dan dipertemukan dengan Reza. Bisa jadi tidak akan sebahagia ini. Mencintai Reza dengan porsinya dan caranya sendiri. Bahkan untuk berjauhan pun rasanya tak sanggup.


Setelah menghabiskan sarapan mereka, keduanya langsung pergi ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian.


"Sayang apakah didaerah sini ada kebun strawberry?" tanya Agistha saat dirinya telah selesai berganti pakaian begitupun dengan Reza.


"Apa kamu mau kesana sayang?" tanya Reza sambil mengacak-ngacak rambut Agistha.


"Sayang ih berantakan lagi kan," pekik Agistha dan langsung mengerucutkan bibirnya.


"Menggemaskan sekali istriku ini," ucap Reza sambil mencubit dan menggoyang-goyangkan kedua pipi Agistha.


"Sayaang," pekik Agistha kembali dan Reza pun tertawa sambil melepaskan tangannya dari pipi Agistha.


"Setau aku kebun strawberry itu adanya di daerah bandung tapi dekat kok kalau dari sini, ayok kita berangkat," ajak Reza dan Agistha pun bersiap-siap tak lupa membawa minibag miliknya.


Sebelum berangkat Reza menitipkan pesan kepada Gibran sementara Agistha sudah pergi ke mobil lebih dulu.


"Gibran, tolong bersihkan semua kamar disini ya minta bantuan dengan pelayan lain. Karena besok pagi-pagi sekali keluarga besar saya dan istri saya akan datang untuk kejutan ulang tahun istri saya. Dan saya minta tolong untuk persiapkan hidangan khas daerah sini ya besok pagi, dan satu lagi buatkan atau kamu beli cake terenak di sini, mengerti ?" ucap Reza kemudian bertanya pada Gibran.


"Mengerti tuan, tapi untuk acaranya di luar atau di dalam ruangan tuan?" tanya Gibran.


"Didalam saja, mengingat disini sering turun hujan tak menentu," jawab Reza dan Gibran pun mengangguk kemudian Reza pergi keluar vila.


"Maaf ya sayang lama tadi ada urusan sebentar," ucap Reza sambil mengelus pipi Agistha.


"Iya sayang gak apa-apa lagian aku senang bisa melihat pemandangan disekitar sini yang masih asri," kata Agistha tersenyum.


"Ayok sayang kita berangkat, bismillahirrohmanirrohiim," ajak Reza dan ikuti dengan Agistha.


~Kediaman Andara


"Pih, jadi kita berangkat ke vila nanti malam?" tanya Yusti yang ikut duduk menonton televisi bersama Vino.

__ADS_1


"Iya mih, kita mau syukuran sekalian bikin kejutan buat ulang tahun Agis yang ke 18," jawab Vino sambil menoleh kepada Yusti.


"Oh iyasudah kalau begitu, Rachima sama Rukman ikut gak pih?" tanya Yusti.


"Sepertinya ikut, kemarin terakhir papih bertemu dengannya sudah sehat kok. Tapi masih belum kembali bekerja di kantornya, mungkin selasa atau gak rabu," jawab Vino dan Yusti hanya mengangguk paham.


~Kediaman Navanka


"Papah, apa papah yakin mau ikut ke puncak?" tanya Rachima khawatir, saat keduanya tengah bersantai di dalam kamar.


"InsyaAllah yakin mah, papah sudah sehat kok," jawab Rukman sambil berolahraga ringan..


"Yasudah, tetap jaga kesehatan ya pah," ucap Rachima dan Rukman pun mengangguk lalu mengecup kening Rachima.


~Kebun Strawberry Bandung


Agistha dan Reza baru saja sampai di kebun strawberry seperti permintaan Agistha.


"Wah sayang kebunnya luas sekali," ucap Agistha dengan raut wajah yang sangat bahagia.


Tiket masuk kebun ini cukup terjangkau. Agistha tak henti-hentinya menyunggingkan senyumannya. Ia memetik buah strawberry dengan penuh bersemangat dan antusias.


Reza hanya mengikuti Agistha dari belakang sambil memegang keranjang untuk untuk hasil buah strawberry yang sudah dipetik. Setelah cukup lama berkeliling, Agistha sengaja mengumpulkan di keranjang supaya ia bisa memakannya puas sesampai di vila nanti.


"Sayang, sepertinya sudah banyak yuk kita tim..." ucapan Agistha tiba-tiba berhenti saat melihat isi keranjang hanya sisa setengah.


"Sayang kok hanya tinggal segini?" tanya Agistha menyelidik, lalu melihat disudut bibi Reza ada sisa strawberry pun langsung bisa menebaknya.


"Sayang kenapa kamu makan? kan belum dicuci nanti kalau kamu sakit perut bagaimana? apalagi strawberry ini kan rasanya asam," ucap Agistha khawatir sedangkan Reza hanya tersenyum sambil menunjukkan giginya yang putih,bersih serta rapih lalu menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Ini manis kok sayang," jawab Reza menunjukkan wajah yang begitu meyakinkan.


Agistha pun merasa penasaran, ia menyicipi strawberry tersebut.

__ADS_1


"Aw! asam sekali sayang, yaampun kamu seperti orang ngidam saja," pekik Agistha kemudian menaruh kembali strawberry tersebut di keranjang.


"Kamu jorok ih sudah dimakan ditaruh lagi, biar aku saja yang habiskan," ucap Reza kemudian mengambil strawberry yang barusan Agistha makan.


Agistha hanya menggeleng-gelengkan kepala, tiba-tiba perutnya pun berbunyi.


"Sayang sepertinya aku lapar," ucap Agistha sambil tersenyum.


"Ayok kita timbang dulu setelah itu kita ke restoran yang berada di samping kebun ini, menunya serba strawberry lo, penasaran kan?" ajak Reza membuat Agistha mengangguk cepat.


Mereka pun menuju kasir untuk menimbang hasil berkebun mereka, walaupun tidak seberapa namun Agistha merasa puas dan Reza pun bahagia melihat istrinya bahagia.


Setelah selesai, mereka menuju restoran untuk makan siang.


"Wah kamu benar sayang semua masakanannya mengandung strawberry," ucap Agistha dengan mata yang berbinar-binar.


"Kamu tau darimana tempat ini?" tanya Agistha yang masih membulak-balikkan buku menunya.


"Tad pas sampai aku tak sengaja melihat restoran ini, dan menurutku ini menarik dan bisa dijadikan peluang usaha yang menjanjikan. Aku penasaran juga kan belum pernah mencobanya," jawab Reza dan Agistha hanya ber oh ria.


"Teh aku mau gurame saus strawberry, jus strawberry tanpa gula hanya pakai, nasi merah sama pie strawberry ya," ucap Agistha pada pelayan restoran tersebut.


"Kalau kamu apa sayang?" tanya Agistha pada Reza.


"Kalau aku mau nasi merah, tenderloin steak saus strawberry sama jus strawberry tanpa gula dan susu ya," ucap Reza pada pelayan restoran. Pelayan itu pun mengulangi pesanan Reza dan Agistha kembali kemudian pergi dari meja mereka.


Tak lama pesanan mereka pun datang, tampilannya sangat menarik. Maka tak heran di weekend seperti ini semakin siang akan semakin ramai pengunjung. Letaknya pun tidak jauh dari Puncak hanya 1 jam saja.


Setelah puas menikmati liburan mereka hari ini. Mereka pun memutuskan untuk pulang ke vila.


Sesampai di vila, Agistha dan Reza langsung masuk ke dalam kamar mereka. Di luar kamar mereka, para pelayan tengah sibuk untuk acara besok pagi. Reza juga mengundang ustadz Fahri untuk acara sukuran mereka.


Karena para pelayan di vila ini rata-rata penduduk asli sekitar vila yang tidak memiliki pekerjaan. Maka acara syukuran besok, keluarga mereka diundang oleh Reza untuk datang ke acaranya.

__ADS_1


Karena terlalu lelah, setelah mandi dan berganti pakaian. Pengantin baru itupun tertidur.


Bersambung..


__ADS_2