Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 109 : Sakinah Bersamamu


__ADS_3

2 jam perjalanan, akhirnya Riko dan Kania sampai di bandara AdiSucipto Yogyakarta. Keduanya berjalan keluar dari bandara lalu masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh sepupu Riko.


Genggaman tangan Riko tak pernah lepas dari tangan Kania. Aura kebahagian selalu terpancar dari wajah keduanya.


Beberapa jam kemudian, mereka sampai di rumah Riko.


"Assalamualaikum," ucap Riko dan Kania bersamaan saat masuk kedalam rumah.


"Waalaikumsalam, eh den Riko, non Kania sampun dumugi to. Monggo den, non," kata mbok Nirah mempersilahkan Riko dan Kania masuk kedalam.


"Mbok ke dapur dulu ya den, non kalau butuh apa-apa panggil si mbok saja," ucap mbok Nirah lalu Riko dan Kania pun mengangguk. Bi Nirah pun kembali ke dapur.


"Dek ke kamar yuk," ajak Riko.


"Iya mas," ucap Kania.


Keduanya pun menuju kamar Riko. Sesampai dikamar, Kania langsung pergi ke kamar mandi karena ingin buang air.


Riko duduk ditepi tempat tidur sambil mengecek email yang masuk. Walaupun cuti namun Riko tidak lepas tanggung jawab begitu saja. Karena jasa keluarga Reza sangat besar untuk keluarga Riko dimasalalu. Jadi Riko hanya ingin membalas kebaikan keluarga Andara padanya.


Beberapa saat kemudian Kania pun keluar dari kamar mandi disambut sebuah senyuman hangat dari Riko.


"Sini dek duduk disamping mas," ucap Riko sambil menepuk sampingnya.


Kania pun berjala menghampiri Riko dan duduk disebelahnya.


"Dek, bolehkah mas meminta hak mas sekarang?" tanya Riko dengan nada lembut sambil menggenggam tangan Kania.


Jantung Kania berdegub sangat cepat karena baru kali ini ia merasakan getaran yang berbeda. Rasa yang aneh menjalar keseluruh tubuhnya. Ucapan lembut Riko membuatnya begitu terlena.


"Boleh mas," jawab Kania.


Dan mereka pun melakukan hubungan suami istri dengan penuh rasa cinta dan bahagia. Keduanya melebur jadi satu. Merasakan nikmatnya surga dunia yang tiada tara.


🌾🌾


Malam pun tiba, keduanya terbangun karena perutnya merasa lapar. Kania turun dari tempat tidur secara perlahan.


"Dek lebih baik kita mandi bersama supaya lebih cepat untuk kita bisa makan malam," ucap Riko membuat Kania berpikir sejenak.


"Iya mas," kata Kania sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


2 jam kemudian, keduanya telah selesai mandi dan berganti pakaian.


"Dek kamu mau makam malam dimana?" tanya Riko sambil memeluk Kania dari belakang.

__ADS_1


"Apa mbok Nirah sudah selesai memasak mas? kalau sudah lebih baik kita makan di rumah setelah itu kita berjalan-jalan di sekitar Malioboro," jawab Kania.


"Ide bagus tuh, ayok," ajak Riko kemudian menarik tangan Kania. Kania hanya tersenyum saat Riko menarik tangannya.


Kania dan Riko menikmati makan malam dengan berbagai macam masakan khas Yogyakarta yang dimasak oleh mbok Nirah.


"Mbok masakan mbok enak sekali, walaupun ini yang kesekian kalinya aku makan masakan mbok Nirah, matur suwun yo mbok," ucap Kania terkagum-kagum.


"Enggeh non, sami-sami," kata mbok Nirah kemudian ia pun kembali ke dapur.


"Mas, apa kita bisa berlama-lama disini?" tanya Kania dan Riko pun mengangguk cepat.


"Tentu, selama apapun yang kamu mau," jawab Riko sambil tersenyum


Setelah selesai makan, keduanya pamit kepada mbok Nirah untuk keluar menikmati malam bersama di kota Yogyakarta yang ke sekian kalinya.


"Mas kita naik becak yah," ucap Kania lalu Riko pun tersenyum.


"Tentu, ayok," ajak Riko sambil menggenggam tangan Kania.


"Mas, makasih sudah selalu memberiku ketenangan hingga detik ini. Aku berharap bisa terus sakinah bersamamu," ucap Kania saat keduanya tengah berada di dalam becak untuk menuju ke Malioboro.


"Sama-sama, aku juga mau ucapin terima kasih karena hadirnya dirimu bisa mengusir rasa sepi dihidupku," kata Riko dan Kania pun melingkarkan kedua tangannya di lengan Riko sambil bersandar dibahunya.


"Dek, kamu mau kemana dulu?" tanya Riko.


"Sepertinya ku ingin naik andong mas, mau kan?" jawab Kania kemudian bertanya kembali pada Riko.


"Baiklah ayok," ajak Riko.


Suasana di Malioboro cukup ramai karena banyak turis dalam maupun luar negeri yang berkunjung ke sini. Mulai berburu kuliner maupun hanya berjalan-jalan saja.


Kawasan Malioboro ini terkenal dengan spot foto yang bagus. Kania dan Riko pun tak lepas mengabadikan momen keduanya dengan kamera yang Riko bawa.


Setelah puas berkeliling dengan andong, keduanya duduk di kursi yang tersedia disana. Lagi-lagi Riko selalu mencuri foto Kania saat Kania sedang tidak sadar.


"Mas, udah dong foto akunya," ucap Kania sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Riko pun tertawa melihat tingkah Kania yang begitu menggemaskan dimatanya.


"Dek foto berdua yuk," ajak Riko sambil mengangkat kameranya dan merubahnya untuk ber selfie.


"Siap ya?" ucap Riko.


"Iya," jawab Kania.


CUP.

__ADS_1


Riko mengecup pipi Kania dan hasil fotonya pun seperti itu.


"Bagus dek," ucap Riko.


"Mana? coba lihat," kata Kania kemudian Riko pun memperlihatkan hasil foto mereka.


"Iya mas, seperti orang pacaran ya," sambung Kania.


"Kan kita memang lagi pacaran dek," timpal Riko terkekeh.


Tiba-tiba ada yang menepuk bahu Riko. Seketika Riko pun menoleh.


"Riko?" sapa seorang wanita membuat kania memicingkan matanya dan menatap lekat kepada Riko.


"Astarina?" tanya Riko sambil tertawa.


Kani masih menyimak keduanya yang terlihat sangat akrab.


"Apa kabar kamu? sudah sukses ya sekarang. Maaf ya waktu kedua orangtuamu meninggal aku gak sempat datang. Oh iya mana istrimu? dengar-dengar kamu sudah menikah," kata Astarina dengan seberondong pertanyaan.


"Santai dong, tanyanya satu-satu," jawab Riko tertawa


"Kenalin ini istriku namanya Kania, dan Kania ini Astarina temanku sewaktu STM dulu," kata Riko memperkenalkan Kania pada Astarina begitupun sebaliknya.


"Kania."


"Astarina."


Keduanya saling memperkenalkan diri dan saling melempar senyum.


"Dan kabar kami baik, kamu sendiri?" jawab Riko kemudian bertanya pada Astarina.


"Aku juga baik dan beberapa bulan lagi aku akan pindah ke Jakarta untuk bekerja," jawab Astarina dengan raut wajah yang begitu antusias.


"Oh ya? kamu kerja dimana memangnya?" tanya Riko.


"Di Navanka Corp. namun masih beberapa bulan lagi aku bisa kerja karena orang yang akan aku gantikan belum selesai masa kerjanya," jawab Astarina dengan perasaan yang sangat bangga.


Dilain sisi yang Kania tangkap, Astarina sedang mencari perhatian Riko dari gaya bahasa tubuhnya. Kania memang diam-diam mempelajari gaya bahasa tubuh seseorang karena cita-citanya itu menjadi designer. Jadi seorang designer harus mempunyai ilmu mengerti gaya bahasa tubuh seseorang.


Kania masih bersikap biasa saja dan juga ramah pada Astarinya. Baginya selama Astarina tidak ada suatu hal yang diluar batasan, ia masih bisa bersikap ramah pada orang tersebut.


Akhirnya Riko dan Kania berpamitan untuk pulang karena malam sudah semakin larut. Sesampai dirumah, Kania benar-benar memuaskan suaminya karena rasa cemburunya terhadap Riko. Dan akhirnya mereka pun tertidur.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2