Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 91 : Jam Kosong


__ADS_3

~SMK Betari


Pagi hari di hari Rabu ini, semua siswa siswi memakai pakaian seragam kejuruan mereka. Tak disangka 1 jam pelajaran berlangsung, guru-guru yang sedang mengajar di kelas pun mendapat panggilan mendadak untuk menuju ke ruang aula.


Murid-murid pun bertanya-tanya termasuk Agistha.


"Kania, ada apa ya? kok guru-guru pada dipanggil ke ruang aula," tanya Agistha berbisik pada Kania.


"Agis, menurutku ini ada hubungannya dengan pak Johan kemarin deh. Bisa jadi mamah tiba-tiba melakukan sidak dadakan untuk semua guru termasuk stafnya," jawab Kania sambil berpikir.


"Benar juga sih Kan, tapi aku merasa kasih sih sebenarnya dengan Vania. Diusianya yang masih muda, ia harus masuk ke penjara," ucap Agistha.


"Ya mau bagaimana lagi Gis, hukum harus tetap berlaku sih. Yang mereka lakukan itu bagian dari tindak kejahata juga," kata Kania dan Agistha pun mengangguk.


"Tapi aku yakin, mamah gak bakalan tega masukin Vania ke penjara. Pasti mamah pindahin Vania ke sekolah lain," ucap Agistha yang penuh dengan keyakinan.


Kemudian bapak kepala sekolah memberikan peringatan keras untuk tidak membuat keributan selama tidak ada guru di kelas. Semua murid diberikan tugas, namun berbeda dengan kelas Agistha. Siswi di kelas XII AP 2 ini sibuk dengan ponsel masing-masing.


"Laras, boleh ke kantin gak sih? gue laper ini," ucap Suri sambil memegangi perutnya yang sudah berbunyi.


"Gak boleh! lu mau kalau kelas kita dapat hukuman kalau gak ngikutin aturan?" jawab Laras tegas.


"Iya nih bosan tau, tugasnya banyak banget lagi jadi tambah malas mengerjakannya," ucap Tiva sambil membuka-buka halaman soal.


"Udah sih kerjain aja toh beberapa bulan lagi kita akan lulus, jangan rusak repurtasi kelas kita yang sudah hampir 3 tahun ini memimpin nilai di kejuruan kita. Kita harus tunjukin semalas apapun kita, tapi kita bisa mempertahankan nilai kita," jelas Laras panjang lebar membuat semuanya menganga tidak percaya dengan kata-kata bijak yang diucapkan oleh Laras.


"Baiklah nyonya Larasati yang terhormat, hamba akan mengerjakan tugas sesuai perintah guru," ucap Kania sambil membungkukkan hormat ala kerajaan kepada Laras.


Semuanya pun tertawa melihat tingkah Kania. Karena tertawa mereka cukup keras, tiba-tiba pintu kelas pun terbuka.

__ADS_1


"Kalian diharap tenang karena, rapat guru sedang berlangsung!" tegas seorang laki-laki berwajah seram yang ternyata sedang berjaga di depan kelas Agistha.


Sontak semuanya langsung terdiam. Agistha dan Kania pun saling bertukar pandang mengisyaratkan bahwa keduanya kini yakin pasti mamah mereka sedang datang ke sekolah.


"Kania gayamu seperti tadi menandakan kalau virus mas Riko sudah menjalar ke dalam jiwamu," bisik Agistha dan Kania pun terkekeh.


Semua murid di kelas Agistha langsung fokus mengerjakan soal di buku mereka. Untuk soal yang sulit bagi mereka langsung mereka tulis di papan tulis untuk dibahas dan dijawab bersama-sama.


Kebersamaan di kelas XII ini sangat lebih terasa dibandingkan saat kelas X dan XI. Tak terasa jam pelajaran pun berakhir untuk mata pelajaran pertama. Kini Laras dan Puspa pergi ke ruang guru untuk memanggil guru jam berikutnya.


Sesampai di ruang guru ternyata semua guru sedang pada sibuk. Mereka pun menghampiri guru matematika.


"Bu, sekarang jam pelajaran ibu di kelas XII AP 2," ucap Laras pada guru matematika tersebut.


"Maaf ya ibu gak bisa masuk kelas, kamu kerjakan saja latihan soal di halaman terakhir buku paket nya ya," ucap guru matematika sambil melihat sekilas ke arah Laras dan Puspa kemudian melanjutkan kembali urusannya.


Laras dan Puspa pun pamit untuk kembali ke kelas. Sesampai di kelas keduanya baru menyadari ternyata hanya dikelas mereka yang dijaga oleh beberapa laki-laki bertubuh kekar dan berwajah seram.


"Entah Pus, biarkan saja. Anggap saja kita gak ngeliat mereka," jawab Laras dan keduanya sambil berjalan seperti biasa lalu masuk ke dalam kelas.


"Assalamualaikum," ucap Laras dan Puspa bersamaan.


"Waalaikumsalam," jawab semua siswi yang ada di dalam kelas tersebut.


"Gaes, bu Dina gak bisa masuk karena semua guru sedang sibuk. Tapi kita gak bisa berleha-leha, karena dapet tugas mengerjakan soal di halaman terakhir buku paket," ucap Laras dengan suara yang sedikit lebih keras.


Semuanya pun langsung membuka soal di halaman belakang buku paket. Mata mereka semua membulat dengan sempurna.


"Ras, ini gak salah? banyak banget ada 350 soal dan juga harus pakai rumus semua," ucap Agistha tidak percaya.

__ADS_1


"Kita gak salah dan gurunya pun gak salah. Yang salah itu buku paketnya, kenapa soalnya bisa segitu banyaknya? ya gak sih," jawab Puspa yang berniat bergurau namun terasa garing.


"Yasudah lupakan saja," sambung Puspa kemudian berlalu dan duduk dikursinya.


Kemudian barulah teman-temannya tertawa.


"Puspa puspa, lu itu cocok jadi pelawak deh walaupun garing," ucap Retno sambil tertawa terpingkal-pingkal.


"Sudah-sudah gak usah di perpanjang ayok cepat kerjakan!" tegas Laras kemudian semuanya langsung fokus kembali mengerjakan soal. Dan seperti biasa untuk soal yang sulit, mereka tulis dipapan tulis untuk dibahas dan dijawab bersama.


Itulah yang selalu mereka lakukan selama hampir 3 tahun ini, awalnya sulit karena ego masing-masing yang ingin menjadi lebih dari yang lebih tapi lama kelamaan mereka semua sadar. Berjuang bersama untuk lulus bersama dengan nilai yang memuaskan itulah kebanggaan untuk diri mereka sendiri dan juga banyak orang.


Tak terasa jam istirahat pun tiba, mereka keluar kelas dan ternyata semua laki-laki yang sejak tadi berjaga sudah tidak ada di sekeliling kelas mereka.


"Agis, sepertinya mamah sudah pulang," ucap Kania saat keluar dari kelas dan berjalan menuju kantin.


"Iya Kan, kamu benar. Semoga urusan dan masalah disekolah ini cepat selesai ya," kata Agistha.


Kania pun menganggukkan kepalanya, " aamiin ya Allah," ucap Kania dan Agistha bersamaan.


Beberapa menit kemudian bel masuk pun berbunyi, Kania dan Agistha pun kembali ke kelas setelah menyelesaikan sholat dzuhur. Sesampai di dekat kelas, guru bahasa Inggris baru saja keluar dari kelas mereka.


"Gis, kok bu Evelyn sudah keluar kelas aja. Sesibuk itukah guru-guru kita hari ini?" ucap Kania kemudian bertanya pada Agistha saat keduanya berdiri tak jauh dari kelas mereka. Agistha hanya mengangkat kedua bahunya menandakan tidak tahu.


"Sudah yuk daripada penasaran lebih baik tanyakan langsung saja pada Laras," ajak Agistha kemudian Kania pun mengikuti langkah Agistha yang berjalan tergesa-gesa masuk ke dalam kelas.


"Assalamualaikum, Laras kok bu Evelyn keluar kelas ? mau kemana emangnya?" ucap Agistha kemudian menghampiri Laras.


"Waalaikumsalam, iya tadi masuk hanya memberi tugas terus keluar kelas deh. Hari ini kita benar-benar jam kosong dan harus belajar sendiri dengan soal-soal," jawab Laras sambil menghela nafasnya.

__ADS_1


Mau tidak mau mereka semua harus tetap konsisten dan fokus supaya nilai mereka juga baik. Agistha dan teman-temannya pun mengerjakan tugas yang di berikan bu Evelyn hingga jam pelajaran berakhir.


Bersambung..


__ADS_2