Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 106 : Kelulusan


__ADS_3

Sebulan sudah Agistha dan Kania mengikuti ujian akhir sekolah mereka. Agistha kini bisa bernafas lega dan mulai fokus dengan kehamilannya. Sejauh ini pihak sekolah maupun teman-temannya selain Kania belum ada yang tahu kalau Agistha sudah menikah dan tengah mengandung.


2 minggu lagi Agistha dan Reza akan mengadakan tasyakuran 4 bulanan kandungan Agistha yang akan diadakan di rumah baru mereka. Namun persiapan sudah mulai dilakukan dari sekarang. Orang yang paling antusias adalah Yusti dan juga Rachima.


Hari ini Agistha tengah bersantai dirumahnya namun Reza tetap berangkat ke kantor. Agistha menghabiskan waktunya sekedar makan berjalan-jalan sekitar rumah dan juga bercerita dengan Kania.


🌾🌾🌾


2 hari kemudian


Agistha tengah bersiap untuk ke sekolah karena hari ini adalah hari pengumuman kelulusan untuknya dan juga Kania.


"Sayang apa kamu sudah siap?" tanya Reza pada istrinya.


"Sudah sayang, ayok kita berangkat," jawab Agistha kemudian mengalungkan tangannya di lengan Reza.


"Sayang pelan-pelan jalannya kasihan baby," ucap Reza memperingati Agistha yang berjalan sedikit cepat.


"Iya sayang, aku terlalu bersemangat," kata Agistha sambil tersenyum.


"Eh Agis, rok kamu apa tidak terlalu kencang? perut kamu mulai kelihatan loh Gis," ucap Kania saat ia baru keluar dari kamarnya berpapasan dengan Agistha dan Reza.


"Masa sih Kan? aku sudah pakai lebih tinggi dari biasanya, tapi memang agak sesak sedikit," kata Agistha seketika Reza langsung menoleh.


"Apa tidak ada rok lagi sayang?" tanya Reza.


"Gak ada toh hanya hari ini saja kan dibelakang roknya ada karetnya sayang," jawab Agistha sambil menunjukkan bagian belakang rok nya.


"Oh iyasudah, ayok kita berangkat," ajak Reza dan mereka pun berangkat bersama.


"Pagi, kalian buru-buru sekali. Sarapan dulu yuk," ajak Rachima saat melihat Reza, Agistha dan Kania berjalan melewati ruang makan.


"Aku kepingin makan bubur mah," ucap Agistha.


"Yasudah kalau begitu hati-hati dijalan ya," kata Rukman dan mereka pun mencium punggung tangan Rukman serta Rachima bergantian.


"Kami berangkat ya mah, pah. Assalamualaikum," ucap Reza lalu diberi jawaban anggukkan kepala oleh Rukman dan Rachima.


"Waalaikumsalam," ucap Rukma dan Rachima bersamaan.

__ADS_1


Selepas kepergian Reza, Agistha dan Kania. Rukman dan Rachima menikmati sarapan bersama.


"Mah, apakah disekolah tidak ada yang mengetahui keadaan Agis saat ini? apalagi kalau papah perhatikan tubuhnya sudah mulai berisi dan perutnya sudah mulai membuncit," ucap Rukman.


"Sejauh ini dalam pantauan mamah sih gak ada pah, soalnya yang tahu Agis menikah kan hanya Johan dan sekarang Johan sudah dipenjara," jawab Rachima dan Rukman pun mengangguk.


"Syukurlah mah, oh iya untuk acara lamaran Riko dan Kania bagaimana?" tanya Rukman kembali.


"Kalau kesepakatan aku dan Yusti kita adakannya setelah Agis tasyakuran 4 bulanannya pah di rumah baru mereka," jawab Rachima.


"Loh Reza beli rumah lagi? rumahnya yang di kompleks ini bagaimana?" tanya Rukman karena ia belum tau mengenai rumah yang baru Reza beli untuk Agistha.


Rachima menaikkan kedua bahunya, "Yusti sudah menegurnya tapi alasan Reza karena ingin membangun keluarga kecil mereka di rumah baru, toh katanya juga Agis suka dengan rumahnya," jawab Rachima.


"Yasudahlah tidak apa-apa, keputusan Reza juga gak salah sih mah," ucap Rukman.


"Iya pah jadi ingat saat dulu kita pertama kali menikah dan menempati rumah ini ya pah," kata Rachima yang memori otaknya teringat saat awal-awal mereka menikah.


"Iya mah tidak beda jauh dengan Agis," timpal Rukman dan keduanya pun terkekeh.


~SMK Betari


Sesampai di sekolah, Agistha dan Kania turun dari mobil. Sementara Reza langsung melajukan mobilnya menuju Andara Corp. .


"Kan pengumumannya dimana sih?" tanya Agistha.


"Kata anak-anak lain sih di lapangan upacara Gis," jawab Kania.


"Oh yasudah kita ke kelas dulu ya berarti?" tanya Agistha.


"Iya, ayok pelan-pelan saja Agis jalannya," ucap Kania dan Agistha pun mengangguk.


Beberapa menit kemudian kepala sekolah mengumumkan kepada semua murid kelas XII untuk berkumpul di lapangan upacara. Agistha dan Kania pun langsung bergegas menuju lapangan upacara.


Setelah semuanya berkumpul, mereka berbaris sesuai kelas dan jurusannya masing-masing.


"Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh, saya selaku kepala sekolah ingin menyampaikan kepada semua murid kelas XII sebagaimana selama sebulan kemarin telah melaksanakan ujian akhir sekolah. Kami sebagai guru turut berbangga hati setelah melihat hasil prestasi kalian. Maka dari itu tidak usah berlama-lama. Dengan ini bapak sampaikan seluruh siswa dan siswi SMK Betari dinyatakan lulus 100%," ucap pak kepala sekolah dan semua murid pun berteriak bahagia.


"Dan satu hal lagi, ditahun ini ada satu murid yang mendapat nilai terbaik ujian nasional se kota ini. Dan dia adalah," sambung pak kepala sekolah.

__ADS_1


Semua murid tampak begitu tegang dan menerka-nerka.


"Agistha Sellysa Navanka," ucap pak kepala sekolah.


"Agis selamat kamu hebat," ucap Kania sambil memeluk Agistha.


"Untuk Agistha dipersilahkan untuk maju ke depan," panggil pak kepala sekolah didepan podium.


Agistha pun berjalan dengan santai maju ke depan podium. Setelah ia naik ternyata di ujung barisan ada Reza yang hadir disana memberikan sebuah senyuman manis yang sangat tampan. Para siswi yang berbaris dibelakang tak henti-hentinya melihat ke arah Reza.


"Silahkan Agis, ini hasil prestasimu. Semoga kelak kamu menjadi orang yang sukses. Jangan lupakan bapak ibu gurumu ya," ucap pak kepala sekolah sambil memberikan piagam dan juga piala dari pak Walikota untuk Agistha.


"Terima kasih pak, berkat bapak dan ibu guru, Agis gak mungkin sampai berdiri didepan sini," kata Agistha sambil menerima piala dan piagam tersebut.


Setelah pengumuman kelulusan selesai, Agistha menghampiri Reza dan mencium punggung tangan Reza.


"Selamat ya sayang, kamu memang hebat," ucap Reza membuat para siswi disekeliling mereka bertanya-tanya.


Namun Agistha dan Reza tidak menghiraukan itu. Kania tersenyum melihat kemesraan mereka.


"Setelah ini apa ada acara lagi?" tanya Reza.


"Sepertinya tidak ada mas," jawab Kania.


"Ya sudah kalau begitu kita makan di cage aja bagaimana?" tanya Reza.


"Boleh, kami ambil tas dulu ya sayang di kelas," ucap Agistha dan Reza pun mengangguk.


"Itu bukankah pimpinan Andara Corp. ya kok dia sama Agistha seperti sepasang suami istri?" tanya siswi 1.


"Iya ya, apa mereka diam-diam sudah menikah?" kata siswi 2.


"Aku dengar sih setelah mereka magang, mereka berpacaran," kata siswi 3.


Saat Reza dan Agistha begitupun Kania melewati mereka bertiga, semuanya langsung terdiam dan tidak banyak bicara.


Reza malah sengaja menggandeng tangan Agistha, Agistha langsung memberikan senyuman kepada suaminya itu.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2